Lompat ke isi

Reset GPX untuk halaman ini
-7.6000110.2000Full screen dynamic map
Dari Wikiwisata

Borobudur adalah sebuah kompleks stupa dan candi Buddha yang berlokasi di Jawa Tengah, yang berasal dari abad ke-8, dan menjadi salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Kompleks ini merupakan salah satu monumen yang benar-benar besar di dunia kuno; sebuah struktur tunggal terbesar dari bangunan Buddha di bumi sehingga banyak yang terkesima dengan luasnya tempat ini serta terhadap detail konstruksi yang luar biasa. berada di wilayah yang hijau di Dataran Kedu, gunung berapi aktif besar di latar belakang juga meningkatkan rasa kagum pada kompleks ini.

Tidak ada catatan tertulis tentang siapa yang membangun Borobudur atau mengapa itu dibangun. Kemungkinan besar Borobudur didirikan sebagai situs keagamaan pada abad ke-8 pada puncak dinasti Sailendra di Jawa Tengah. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu 75 tahun, dan selesai sekitar tahun 825 M.

Rincian sejarah tentang Hindu dan Buddha dalam sejarah Jawa dari periode ini dapat membingungkan pengunjung, ditambah dengan catatan banyak pernikahan kerajaan antara bangsawan Hindu dan Buddha, sebab sudah banyak monumen Hindu dan Buddha dibangun di wilayah ini pada waktu itu. Borobudur dan kompleks candi Hindu Prambanan di dekatnya kurang lebih dibangun pada zaman yang sama.

Banyak cerita yang beredar menunjukkan bahwa sejak Borobudur ditinggalkan, dan tertimbun selama berabad-abad di bawah lapisan abu vulkanik dan hutan lebat. Teori yang populer menyatakan bahwa penduduk setempat menjadi tidak tertarik lagi dengan situs ini setelah terjadi konversi agama secara massal ke Islam pada abad ke-15, atau mereka terpaksa mengungsi oleh letusan besar gunung berapi. Untungnya, situs ini tidak sepenuhnya terlupakan, karena cerita rakyat setempat memastikan bahwa kisah tentang monumen besar ini tetap hidup sampai zaman modern.

Penemuan situs

[sunting | sunting sumber]
Candi Borobudur yang dilihat dari arah timur.

Setelah Perang Jawa meletus dengan meibatkan Inggris dan Belanda, pulau Jawa sempat berada di bawah pemerintahan Inggris dari tahun 1811 hingga 1816. Gubernur Inggris saat itu adalah Thomas Stamford Raffles (pendiri negara Singapura), dan ia sangat tertarik pada sejarah pulau Jawa yang masih misterius. Dalam kunjungannya ke Semarang pada tahun 1814, ia mendapat informasi tentang sebuah monumen besar yang 'hilang' di tengah hutan dekat Yogyakarta, sehingga ia mengirim seorang insinyur Belanda untuk menyelidikinya. Butuh waktu dua bulan untuk membersihkan hutan dan mengungkap sebagian monumen yang digadang-gadang menakjubkan; tapi, baru pada tahun 1885 lah kompleks tersebut digali secara utuh dan terlihat kemegahannya. Raffles juga memimpin penggalian situs Prambanan yang ada di dekat Borobudur, dan agak ironis bahwa pemerintahan kolonial Inggris yang sangat singkat di Jawa inilah yang menyebabkan terungkapnya "kedua" monumen kuno ini.

Penghargaan dan perlindungan berkembang sangat lambat, dan Borobudur menjadi wilayah para pemburu 'suvenir' yang tidak bertanggung jawab. Para arkeolog modern berspekulasi bahwa hal ini disebabkan oleh obsesi Eropa terhadap Mesir Kuno pada saat itu — Borobudur terlalu terpencil dan terlalu jauh untuk mendapatkan perhatian yang jelas-jelas layak diterimanya. Bahkan ada usulan dari Belanda untuk membongkar monumen tersebut dan menyebarkannya sedikit demi sedikit ke museum-museum di seluruh dunia.

Untungnya, pihak dengan akal sehatlah yang menang, sehingga pada akhir abad ke-19 situs tersebut sebagian besar tetap utuh. Dan yang terpenting, Borobudur difoto secara ekstensif serta menjalani program restorasi selama lima tahun dilakukan pada tahun 1907.

Borobudur pada masa kini

[sunting | sunting sumber]
Relief ukir di area bawah Borobudur.

Pada tahun 1956, UNESCO memulai proses penilaian untuk restorasi skala penuh monumen tersebut. Akhirnya pada tahun 1968, sebuah rencana besar untuk merestorasi Borobudur dicanangkan, dan proyek besar ini melibatkan perbaikan total sampai tahun 1983. Penstabilan fondasi yang tidak seimbang, pembersihan menyeluruh dengan teliti, dan pemasangan sistem drainase utama. Setelah pekerjaan restorasinya selesai, UNESCO secara resmi mendaftarkan Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1991. Sejak saat itu, nama Borobudur meningkat pesat, dan sekarang telah menjadi daya tarik wisata internasional. Patung, relief, dan stupanya juga telah menginsipirasi pembuatan jutaan replika yang menghiasi properti di seluruh dunia.

Popularitas yang besar ini juga memiliki sisi negatifnya. Vandalisme yang disengaja serta kerusakan umum menjadi perhatian besar bagi integritas monumen ini di masa depan.

Selain menjadi daya tarik wisata paling populer di Indonesia zaman modern, Borobudur telah kembali berperan sebagai tempat ibadah dan ziarah penting bagi umat Buddha di Indonesia dan mancanegara. Pengunjung harus memahami dan menghormati hal terseubt, terutama selama periode hari raya Buddha yang besar.

Gempa Yogyakarta tahun 2006 menyebabkan kerusakan tetangganya, Candi Prambanan; tapi untungnya tidak menyebabkan kerusakan pada Candi Borobudur.

Letusan Gunung Merapi 2010

[sunting | sunting sumber]

Borobudur sangat terpengaruh oleh letusan Gunung Merapi pada bulan Oktober dan November 2010. Abu vulkanik dari Merapi jatuh di kompleks candi, yang berjarak sekitar 28 km (17,5 mil) di sebelah barat daya kawah. Selama letusan kuat pada tanggal 3–5 November, lapisan abu setebal hingga 2,5 cm (1 inci) jatuh ke candi. Hal ini juga membunuh vegetasi di sekitarnya. Para ahli khawatir bahwa abu asam tersebut dapat merusak situs bersejarah ini secara parah.

UNESCO menyumbangkan US$3 juta sebagai bagian dari biaya rehabilitasi untuk membersihkan bebatuan kuil dari sedimen vulkanik, kemudian menanam pohon untuk menstabilkan suhu, dan akhirnya mendukung kondisi kehidupan penduduk setempat. Lebih dari 55.000 blok batu dari struktur kuil harus dibongkar untuk memungkinkan pemulihan sistem drainase, yang telah tersumbat oleh lumpur setelah hujan.

Orientasi

[sunting | sunting sumber]

Borobudur terletak di Dataran Kedu, sebuah dataran vulkanik yang sangat subur di antara dua pasang gunung berapi kembar: Gunung Sumbing dan Gunung Sundoro di sebelah barat, dan Gunung Merbabu dan Gunung Merapi di sebelah timur.

Waktu kunjungan

[sunting | sunting sumber]

Borobudur bukan hanya sekedar destinasi favorit wisatawan asing, tetapi juga wisatawan domestik (terutama kaum pelajar dari segala usia, yang biasanya berkunjung pada bulan Mei dan Juni). Jika Anda berencana untuk mengunjungi Borobudur, usahakan untuk tidak berkunjung selama musim liburan sekolah, terutama hari Idul Fitri dan hingga seminggu setelahnya. Jadi, ada baiknya untuk meneliti tanggal-tanggal lain dalam kalender Indonesia.

[sunting | sunting sumber]
Peta
'"`UNIQ--maplink-00000001-QINU`"'
Peta Borobudur

Dengan pesawat

[sunting | sunting sumber]

Bandara besar yang paling dekat dengan Borobudur adalah Bandara Internasional Adisucipto (JOG  IATA) di Yogyakarta dan Bandara Internasional Adisumarmo (SOC  IATA) di Solo. Kedua bandara ini memiliki koneksi domestik yang baik, serta juga menawarkan beberapa koneksi internasional ke Singapura dan Kuala Lumpur. AirAsia, misalnya, terbang dari Singapura ke Yogyakarta setiap hari.

Jika Anda sedikit terburu-buru, Anda dapat mengunjungi Borobudur dalam perjalanan sehari dari Bali atau Jakarta. Anda juga bisa terbang langsung ke Bandara Internasional Achmad Yani (SRG  IATA) di Semarang dengan naik Air Asia dari Singapura dan Kuala Lumpur, dan melanjutkan perjalanan ke Borobudur dari sana yang memakan waktu 2–3 jam untuk perjalanan darat.

Dengan bus

[sunting | sunting sumber]

DAMRI mengoperasikan layanan bus pada pagi dan siang hari dari terminal bus pusat Yogyakarta, dekat ujung selatan Malioboro (90 menit, Rp 20.000). Jadwalnya biasa dipos pada akun Instagram @damriindonesia, di bagian cerita Yogyakarta.

Untuk pergi dari atau ke candi Hindu di Prambanan, naiklah bus Yogyakarta dan turun di Terminal Jombor (90 menit, Rp 15.000 untuk warga asing, Rp 7.000 untuk warga Indonesia). Lalu dari Jombor, naiklah TransJogya rute 2B ke Prambanan (45-60 menit, Rp 3.000). Anda perlu berganti bus 3 kali: 2B dari Jombor ke Terminal Condong, 3B dari Terminal Condong ke Maguwo (Jl. Solo) dan 1A/B dari Maguwo ke Prambanan.

Bus beroperasi secara rutin dari Magelang ke Borobudur melalui Muntilan dan diiklankan secara luas di sana. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam.

Dengan bus mini

[sunting | sunting sumber]

Agen perjalanan di Yogyakarta menjual paket wisata bus mini antar-jemput dengan harga sekitar Rp 75.000. Ini adalah penawaran yang bagus, sebab menjadi cara termudah untuk mencapai monumen Borobudur (meskipun beberapa operator mungkin akan melakukan perhentian di pabrik batik dan perak di sepanjang rute perjalanan).

Dengan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta Borobudur terdekat berada di Yogyakarta, yang merupakan pusat kereta api utama di Jawa Tengah. Banyak koneksi yang tersedia dari kota-kota besar dari arah barat seperti Jakarta dan Bandung, dan dari arah timur seperti Surabaya. Dari stasiun besar Tugu, satu-satunya pilihan langsung ke Borobudur adalah naik taksi atau transit bus pribadi. Pilihan termurah adalah naik bus mini lokal (jika tersedia) atau ojek (Rp 15.000), menuju ke terminal bus Jombor, sebuah tempat bus lokal yang berangkat secara rutin ke Borobudur (Rp 20.000).

Berkeliling

[sunting | sunting sumber]

Satu-satunya cara praktis untuk berkeliling Borobudur adalah dengan berjalan kaki. Sebuah angkutan kereta mainan hanya terbatas di sekitar candi, dan antara museum dan gerbang masuk dengan tarif Rp 5.000.

Jika Anda tinggal di daerah tersebut, sebagian besar hotel dan wisma setempat akan menyediakan penyewaan sepeda sekitar Rp 30.000-50.000 per hari. Ini adalah cara yang bagus untuk menjelajahi tempat wisata lain dan desa setempat di sekitar Borobudur.

Untuk keluar, pergilah ke pintu masuk utama. Berhati-hatilah dengan tanda "Keluar" karena justru mengarah ke "labirin" kios suvenir.

Biaya dan izin

[sunting | sunting sumber]

Situs ini buka dari pukul 06:00 hingga 17:00 setiap hari, kecuali hari Senin.

Tiket masuk standar hanya mencakup area di sekitar candi, dan tidak lagi termasuk akses ke dalam atau menuju puncak. Per Februari 2025, harganya:

  • $25 (~Rp 400.000) untuk turis asing dewasa
  • $15 (~Rp 240.000) untuk turis asing berusia 3-10 tahun
  • $15 (~Rp 240.000) untuk turis mahasiswa asing terdaftar (perlu surat pengantar dari universitas atau perguruan tinggi)
  • Rp 50.000 untuk turis Indonesia dewasa
  • Rp 25.000 untuk turis Indonesia berusia 3-10 tahun

Memasuki candi memerlukan Temple Structure Ticket ("Tiket Struktur Candi"), yang mencakup tur berpemandu selama 1 jam (tersedia dalam bahasa Inggris) dengan masuk ke dalam dan naik ke bagian atas candi (bagian puncak hanya digunakan untuk upacara keagamaan Buddha). Hanya 150 tiket yang tersedia per jam untuk objek wisata paling banyak dikunjungi di Jawa ini, jadi pesanlah jauh-jauh hari. Reservasi dapat dilakukan 7 hari sebelumnya melalui situs web resminya. Situs web tersebut mungkin mencantumkan beberapa tur dengan harga yang sama; tema tur secara spesifik tampaknya tidak memiliki pengaruh. Perlu dicatat bahwa hari Senin dikhususkan untuk kunjungan anak sekolah.

  • Rp 455.000 untuk turis asing dewasa (Feb-2025)
  • Rp 305.000 untuk turis asing berusia 3-10 tahun
  • Rp 120.000 untuk turis Indonesia dewasa
  • Rp 75.000 untuk turis Indonesia berusia 3-10 tahun
  • Rp 17.000 biaya layanan admin daring

Tiket daring tipe Mandala dan Mahakarya harga adminnya sama.

Tiket kombinasi untuk Borobudur dan situs lokal lainnya (Prambanan, Ramayana, Mendut, Ratu Boko, dan Pawon) juga tersedia. Borobudur & Prambanan dipatok seharga Rp 720.000 untuk wisatawan asing (April 2024). Tiket kombinasi ini tidak termasuk tur Struktur Candi atau candi lain seperti Ratu Boko.

Pengunjung tidak diwajibkan mengenakan sarung saat mengunjungi candi; tetapi ada beberapa jenis alas kaki yang dilarang untuk dipakai demi melindungi candi dari erosi. Sandal murah disediakan untuk tur Struktur Candi dan dapat digunakan kembali oleh pengunjung setelah tur.

Situs candi utama dapat diakses melalui taman terbuka yang luas dan menyenangkan di dalam kompleks.

Jalan keluar dibatasi, jadi wisatawan harus melalui jalur kios suvenir.

  • 1 Borobudur. Borobudur terdiri dari enam platform persegi yang di atasnya terdapat tiga platform bundar, serta dihiasi dengan tidak kurang dari 2.672 panel relief dan 504 patung Buddha dengan berbagai jenis. Kubah utama yang terletak di tengah platform atas, dikelilingi oleh 72 patung Buddha yang duduk di dalam stupa berlubang. Alas plarform persegi memiliki panjang 118 m (387 kaki) di setiap sisinya, dan titik tertingginya 35 m (114 kaki) di atas permukaan tanah. Seluruh monumen dibangun dari batu andesit abu-abu gelap. Jenis batu tersebut telah identik dengan Borobudur serta candi-candi lain di Dataran Kedu, sehingga dalam bahasa Indonesia bahan ini hanya disebut batu candi. Struktur tunggal dapat dibagi menjadi beberapa lapisan berikut: Borobudur (Q42798) di Wikidata Borobudur di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • Platform (alas di dasar struktur) yang jelas dibangun setelah konstruksi asli diabuat, menyembunyikan beberapa relief yang asal serta fungsinya belum diketahui secara pasti. Teori yang paling diterima adalah bahwa platform tersebut ditambahkan untuk menyensor relief yang menggambarkan keinginan duniawi, atau (yang lebih masuk akal) untuk menopang struktur yang ambles dan mencegahnya runtuh. Sebagian platform telah digali di sudut tenggara, dan tersingkaplah beberapa relief tersembunyi di bawahnya.
  • Sebagian besar struktur terdiri dari enam teras persegi yang dihubungkan oleh tangga curam. Setiap teras memiliki relief dalam dua lapisan di kedua sisinya, yang menceritakan kisah kehidupan masa lalu Buddha dan pencerahannya.
Stupa-stupa khas pada tingkat atas dari Candi Borobudur.
  • Di atas teras persegi, struktur tersebut terbuka untuk memperlihatkan tiga teras lingkaran yang terakhir. Teras ini relatif sederhana dan tanpa hiasan, tidak ada lagi relief di sini, hanya tujuh puluh dua stupa berbingkai kubah kisi-kisi yang menampung patung Buddha yang setengah tersembunyi (banyak yang tanpa kepala, beberapa hilang sepenuhnya). Pengeboman beberapa tahun yang lalu menghancurkan sembilan di antaranya, tetapi telah dipulihkan dengan baik.
  • Puncak struktur ini adalah stupa pusat. Dua ruangan di dalam stupa kosong, dan tidak jelas apakah ruangan tersebut kosong sejak awal sebagai representasi "nirwana", atau apakah ruangan tersebut awalnya berisi patung-patung yang akhirnya dijarah atau hilang. Museum situs tersebut berisi spekulasi tentang apa yang mungkin hilang dari tempat tersebut.

Tiga bagian Borobudur tersebut (teras persegi dan stupa pusat di puncak dianggap sebagai satu bagian) melambangkan tiga alam kosmologi Buddha, yaitu Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia bentuk) dan Arupadhatu (dunia tanpa bentuk).

Terdapat enam pose berbeda pada patung Buddha di Borobudur, dari tingkat bawah hingga ke atas. Pose-pose tersebut adalah "memanggil bumi untuk menyaksikan", "amal", "meditasi", "ketidakberanian", "mengajar dan belajar", dan "perputaran roda hukum".

Relief dinding

[sunting | sunting sumber]

Bisa dibilang Borobudur merupakan buku pelajaran raksasa yang menceritakan kisah hidup Buddha, ajaran-ajarannya, dan perjalanannya menuju Nirvana.

Singkatnya, 2.760 relief tersebut menceritakan empat rangkaian kisah utama dalam bentuk ilustrasi ukiran dan prasasti Sansekerta:

  • Hukum karma atau Karmavibhangga. Sebagian besar tersembunyi oleh penutup pasca-konstruksi asli di kaki candi. Relief-relief tersebut menceritakan kisah dan memberikan contoh tentang sifat karma dengan penggambaran aktivitas yang terpuji (termasuk praktik kerja sama dan perencanaan keluarga) dan yang tercela (termasuk penyiksaan, pemerkosaan, dan pencurian). Penutup tersebut dibongkar pada tahun 1890 sebelum ditutup kembali dengan susah payah, dan relief pada saat itu diambil fotonya. Foto-foto ini dipajang di Museum Borobudur.
  • Kelahiran Buddha atau Lalitavistara. Sebelum cerita dimulai, terdapat 27 panel yang menunjukkan persiapan untuk inkarnasi duniawi terakhir. Cerita kemudian dimulai dengan turunnya Sang Buddha dari surga, dan berlanjut hingga khotbah duniawi pertamanya sebagai Pangeran Siddhartha.
  • Jataka dan Avadana. Jataka adalah kisah tentang Buddha sebelum ia lahir sebagai Pangeran Siddhartha. Avadana mirip dengan jataka, tetapi tokoh utamanya bukanlah Buddha sendiri. Keduanya digambarkan dalam rangkaian relief yang sama.
  • Perjalanan Sudhana mencari pencerahan tertinggi atau Gandavyuha. Ini adalah kisah yang diceritakan dalam bab terakhir Sutra Avatamsaka tentang pengembaraan Sudhana yang tak kenal lelah dalam mencari kebijaksanaan sempurna yang tertinggi.

Matahari terbit

[sunting | sunting sumber]

Untuk melihat matahari terbit dengan lebih baik, biasanya sekitar pukul 05.30 Anda harus pergi ke sebuah bukit kecil (lihat 1 View Sunrise) di dekat Hotel Manohara. Waspadai orang-orang yang akan mencoba memandu Anda ke sana jika Anda tidak tahu jalannya (jika Anda setuju, Anda bisa membayar mereka tidak lebih dari Rp. 10.000). Tiket masuk ke tempat pemandangan tersebut adalah Rp 15.000 untuk penduduk lokal dan Rp 30.000 untuk warga asing. Titik itu biasanya dapat dicapai dengan sepeda motor yang membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Yogyakarta.

Namun, Hotel Manohara (lihat bagian Tidur) menyelenggarakan Tur Matahari Terbit Borobudur setiap hari seharga Rp 320.000 untuk warga asing (Rp 185.000 jika Anda merupakan tamu hotel) dan Rp 220.000 untuk warga Indonesia, yang mencakup senter dan tumpangan ke gerbang candi pada pukul 04:30. Waktu tersebut tepat untuk melihat matahari terbit, serta untuk berjelajah selama satu setengah jam sebelum kerumunan orang lain datang. Hal itu sangat sepadan dengan uang yang dikeluarkan. Matahari terbit searah dengan pintu masuk yang Anda gunakan untuk masuk ke candi.

Museum Borobudur

[sunting | sunting sumber]

Terdapat dua museum di Taman Arkeologi Borobudur, yaitu Museum Karmawibhanga dan Museum Samudraraksa. Museum-museum ini terletak di dalam taman yang hanya beberapa ratus meter di sebelah utara candi. Tiket masuk museum sudah termasuk dalam tiket masuk Borobudur, sehingga pengunjung dapat masuk museum secara gratis. Museumnya buka setiap hari pukul 06:00-18:00.

  • 2 Museum Karmawibhanga. Museum Karmawibhanga memamerkan temuan arkeologis di sekitaran Borobudur, proses restorasi, serta foto-foto relief Karmawibhanga yang tersembunyi di kaki Borobudur. Pameran yang paling menarik disini adalah pameran relief hukum karma, dengan komentar penjelasan serta galeri foto yang menampilkan gambar-gambar rumit pada relief tersebut pada akhir abad ke-19 sebelum nantinya direstorasi. Museum Karmawibhangga (Q6372721) di Wikidata Museum Karmawibhangga di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 3 Museum Samudraraksa. Museum Samudraraksa memajang replika kapal Borobudur dalam ukuran asli. Museum ini juga menampilkan teknologi maritim dan jaringan perdagangan Asia dan Afrika abad ke-8, khususnya perdagangan maritim di Samudra Hindia. Pada tahun 1982, seorang sarjana sejarah angkatan laut Inggris bernama Philip Beale mengunjungi Borobudur ketika ia memperhatikan 10 panel yang menggambarkan kapal-kapal laut. Ia menduga bahwa kapal-kapal ini mungkin merupakan bagian dari jalur pelayaran terkenal (Jalur Kayu Manis) yang menghubungkan Indonesia dengan Afrika beberapa abad lampau. Hal ini mendorong Beale untuk membuat model kapal berdasarkan gambaran relief tersebut; dan kini model kapal ituditempatkan di ruang khusus di dalam museum. Museum Kapal Samudraraksa (Q7410684) di Wikidata Museum Samudra Raksa di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Di sekitaran Borobudur

[sunting | sunting sumber]

Di antara Yogyakarta dan Magelang, terdapat Dataran Kedu yang dikelilingi bergunung berapi. Dataran itu merupakan daerah penting dalam sejarah Jawa sebelum abad ke-10 karena berisi banyak reruntuhan bangunan (baik Buddha maupun Hindu) yang berasal dari era yang sama dengan Borobudur, sehingga mudah dijangkau dari Borobudur. Jika Anda memiliki mobil, mengunjungi tempat-tempat yang paling mudah diakses ini secara bareng-bareng dapat menjadi kegiatan menarik di penghujung hari dalam perjalanan kembali ke Yogyakarta setelah Anda mengunjungi Borobudur. Atau jika Anda menginap di daerah Borobudur, sewalah sepeda dan jelajahi candi-candi ini sekaligus mampir di pedesaan setempat yang asri.

Candi Mendut dekat Candi Borobudur.

Tiket gabungan untuk masuk ke Candi Mendut dan Candi Pawon harganya Rp 3500. Anda seharusnya dapat mengunjungi salah satu dari keduanya dalam satu hari.

  • 4 Candi Mendut (Dari Borobudur, kembali ke arah Muntilan melalui jalan utama sejauh 3 km (1,8 mil), dan ada rambu penunjuk Candi Mendut di belokan kecil sebelah kiri dari jalan utama.). Candi Buddha ini diyakini pernah berfungsi sebagai titik persinggahan di tengah jalan menuju Borobudur. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1834 dan memiliki keistimewaan sebagai monumen kuno pertama di Indonesia yang dipugar (sejak 1897). Beberapa patung dan relief di sini memiliki kualitas terbaik, dan sangat layak untuk dikunjungi. Mendut terkenal sebagai titik awal prosesi Waisak modern. Candi Mendut (Q2746626) di Wikidata Candi Mendut di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 5 Candi Pawon. Candi Pawon hanya berjarak 2 km (1,25 mil) dari Borobudur dan Anda tidak boleh melewatkannya begitu saja saat berkendara kembali ke arah Muntilan dan Yogyakarta. Candi ini dipugar pada awal abad ke-20. Lalu, Candi Pawon dan Candi Mendut berada pada satu garis lurus sempurna dengan Borobudur. Candi Pawon (Q3056346) di Wikidata Candi Pawon di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
Candi Pawon dekat Candi Borobudur.
  • 6 Candi Ngawen. Candi ini terletak di desa Ngawen tepat di sebelah selatan Muntilan, di jalan utama menuju Yogyakarta (sekitar 15 km (9 mil) dari Borobudur). Candi Buddha ini berasal dari tahun 824 M, dan memiliki beberapa relief dinding yang menarik. Candi Ngawen (Q11101768) di Wikidata Candi Ngawen di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 7 Candi Gunung Wukir (Candi Canggal). Candi ini berasal dari abad ke-8 dan terletak di Gunung Wukir pada jalan utama menuju Yogyakarta dari Muntilan. Patokan yang paling mudah dilihat adalah pemakaman Tionghoa setelah meninggalkan Muntilan. Akan ada sebuah jalan mengarah ke barat (kanan) tepat setelah Anda melewati pemakaman ini. Ikuti jalan ini sampai ujung dan berjalanlah selama beberapa menit hingga sampai ke Candi Canggal. Candi Gunung Wukir (Q11109180) di Wikidata Candi Gunung Wukir di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Jika Anda masih berada di Borobudur pada sore hari, kembalilah ke tingkat atas untuk menyaksikan matahari terbenam. Biasanya susananya sangat tenang pada waktu ini, dan pemandangan matahari terbenam di balik pegunungan di sebelah barat sangat indah.

  • Pada hari Waisak, hari ulang tahun Buddha (malam bulan purnama di bulan Mei) akan diadakan sebuah festival Buddha yang meriah dan penuh warna selama beberapa hari di Borobudur, yang diakhiri dengan prosesi lilin dari Candi Mendut ke Borobudur. Jika Anda cukup beruntung untuk bisa berkunjung pada waktu ini, prosesi tersebut merupakan peristiwa magis yang patut disaksikan. Di waktu lain, sekadar berjalan di rute prosesi Waisak dari Borobudur ke Candi Mendut (atau sebaliknya) adalah pengalaman yang unik.
Pertunjukan Mahakarya di Borobudur untuk Simposium Jejak Peradaban tahun 2006.
  • Setiap bulan Juni, pengelola taman menyelenggarakan pertunjukan Mahakarya Borobudur. Balet ini menggunakan tarian tradisional Jawa untuk menceritakan kisah konsepsi dan pembangunan candi. Acara ini berlangsung di Teater Terbuka Aksobya dengan latar belakang Borobudur, dengan produksi yang mewah. Tiketnya berkisar antara Rp 300.000-800.000.

banyak pedagang yang ngotot akan 'mengganggu' wisatawan di sepanjang jalan menuju candi, tetapi biasanya mereka akan dijauhkan dari area candi. Bersikaplah tegas dan sopan dan mereka akan segera mengerti. Berhati-hatilah saat keluar dari candi karena ada rambu-rambu membingungkan yang menunjukkan gerbang keluar yang akan membawa Anda melalui labirin kios suvenir. Jika Anda ingin menghindari labirin kios kerajinan tangan, jangan belok kiri dan ikuti rambu keluar terdekat, cukup lurus ke depan menuju pintu keluar yang paling dekat dengan pintu masuk.

Jika Anda memang berniat membeli suvenir di sini, pastikan kemampuan tawar-menawar Anda sangat baik. Para pedagang kaki lima menjual patung-patung kecil yang mereka klaim diukir dari batu lava, tetapi sebagian besar justru terbuat dari semen cor berwarna. Mengidentifikasi batu lava asli cukup mudah karena batu tersebut cukup ringan untuk ukurannya dibandingkan dengan beton yang lebih berat. Meskipun demikian, jika kepala Buddha dari beton sudah cukup bagi Anda, Anda tidak perlu membayar lebih dari Rp 20.000. Tawaran pertama mereka sekitar Rp 150.000. Katakan saja bahwa Anda sudah membelinya seharga Rp 20.000 dan mereka akan memberikan harga tersebut. Versi asli dari batu lava yang diukir oleh pengrajin terampil pastinya akan berharga dan bernilai jauh lebih tinggi.

Jika Anda membutuhkan uang tunai, ada ATM Bank Negara Indonesia (BNI) di dekat pintu masuk utama taman.

Muntilan adalah kota pasar di jalur utama dari Yogyakarta ke Magelang. Saat meninggalkan Borobudur, Muntilan berjarak 13–14 km (8,5 mil) kembali ke arah Yogyakarta di jalan utama (Jalan Magelang).

Di sinilah transportasi menuju Borobudur berbelok dari jalan utama, dan telah berkembang sebagai pusat manufaktur replika Borobudur dari batu ukir yang terkemuka.

Sebagai kota pasar khas di Jawa Tengah, ada baiknya Anda berjalan-jalan di sepanjang jalan utama untuk merasakan suasananya, karena sebagian besar wisatawan hanya numpang lewat begitu saja. Sejumlah besar desa dan daerah sekitarnya menganggap kota ini sebagai kota pasar mereka, dan Anda dapat melihat bisnis dan orang-orang yang masih mengandalkan adat istiadat Jawa, bukan pariwisata. Namun dalam kebanyakan kasus, warung makan masih menyediakan makanan "wisatawan", bukan makanan lokal. Anda mungkin perlu bantuan teman atau pemandu orang Jawa maupun Indonesia untuk menjelaskan bahwa Anda ingin makan makanan lokal.

Muntilan juga merupakan situs warisan Katolik Roma yang penting, sebagai lokasi misi Van Lith pada abad ke-19, serta juga tempat pemakaman para anggota senior Yesuit yang bertugas di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selama Perang Dunia Kedua, Muntilan menjadi lokasi kamp tawanan Jepang.

Meskipun sangat sedikit wisatawan yang mempertimbangkan untuk melalui jalan-jalan kecil menuju lereng barat Merapi, sebagian besar jalan yang menuju lereng barat dan barat laut, serta daerah desa, berangkat dari Muntilan. Jika Anda menggunakan transportasi 'lokal' dan bukan transportasi khusus Borobudur, tempat pemberhentian di pasar adalah tempat Anda berganti moda transportasi. Anda juga bisa naik bus dengan tujuan Magelang dan Semarang dari titik ini.

Jika Anda berencana membeli patung Buddha batu, stupa, ataupun relief dinding, ini bisa menjadi tempat yang tepat untuk melakukannya.

Makan dan minum

[sunting | sunting sumber]

Area terminal bus terdapat banyak kios jajanan yang menjual makanan jalanan standar Indonesia dan segala macam minuman. Ketahuilah bahwa kebanyakan tutup jam 5 sore.

Jika tidak, satu-satunya pilihan bersantap adalah di hotel. Manohara Restaurant, di dalam area hotel dengan nama yang sama, menyajikan hidangan standar Indonesia sambil menawarkan pemandangan Borobudur yang indah dengan harga sekitar Rp 25.000. Amanjiwo memiliki makanan yang benar-benar spektakuler dengan harga yang lebih spektakuler.

Pemandangan Borobudur dari arah barat laut.

Sebagian besar pengunjung menginap di Yogyakarta, tapi ada juga di Magelang. Namun, sangat layak untuk bermalam di Borobudur karena ini akan memberi Anda kesempatan keesokan paginya untuk mengunjungi candi-candi sebelum kerumunan wisatawan lain tiba. Karena itu, jika Anda benar-benar ingin menjelajahi dan memahami monumen megah ini, bermalam di area sekitarnya sangatlah penting untuk dipertimbangkan.

Terdapat beberapa "losmen" (rumah inap) dan hotel sederhana di desa Borobudur, tepat di sebelah selatan pintu masuk taman. Karena popularitas situs ini di kalangan wisatawan mancanegara, standar harga-harga di sini terasa kemahalan menurut standar orang Indonesia dibandingkan dengan apa yang mereka dapatkan.

  • 1 Lotus 1 Guest House, Jl Medang Kamulan 2 (di jalan utara dekat Borobudur), +62 293 788281. Check-out: 12:00. Populer di kalangan wisatawan ransel dan menawarkan fasilitas hemat khas Indonesia. Lotus I hanya berjarak 100 meter dari pintu masuk Borobudur, dan waktu check-out yang lumayan siang sangat cocok digunakan untuk menghabiskan waktu pagi di sekitaran candi. Tersedia makanan Indonesia yang enak dan murah hingga pukul 21:00. Tempat ini menyelenggarakan tur untuk melihat matahari terbit di Borobudur (Rp130.000) dan menawarkan diskon 15% untuk biaya masuk candi. Tersedia juga opsi untuk memesan tiket masuk saat matahari terbit seharga Rp380.000. Mulai dari Rp100.000 (Kamar dobel standar selama musim sepi) hingga Rp350.000 (kamar keluarga dengan AC dan air panas selama musim ramai dan hari libur). Termasuk sarapan sederhana.. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 2 Lotus 2 Guest House, Jl. Balaputera Dewa no.54, Cawang Sari, Dusun XVI, Borobudur, +62 857-4341-6286. Check-in: 14:00, check-out: 12:00. Mulai dari Rp 250.000. Sudah termasuk sarapan. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 3 Pondok Tingal, Jl. Balaputradewa 32, Brojonalan (di pintu masuk jalan sebelah timur, antara Candi Borobudur dan Candi Pawon), +62 293 788145, . Pilihan yang bagus dan terjangkau, berjarak kurang dari satu kilometer dari pintu masuk Borobudur. Mulai dari Rp200.000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 4 Rajasa Hotel, Jl. Badrawati No. 2, +62 293 788276. Hanya sekitar 200 meter dari pintu masuk utama candi. Sangat populer di kalangan keluarga Indonesia, walaupun dindingnya tipis sehingga suara bisa tembus dan agak berisik. Pelayanan dan makanan setimpal harganya. Mulai dari Rp300.000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 5 Rumah Boedi Private Residences, Tingal Wetan, Wanurejo (2 km dari Borobudur), +62 293 551-6000, fax: +62 293 788698, . Check-in: 14:00, check-out: 12:00. Vila-vila pribadi di lingkungan pedesaan dengan pemandangan Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Rp500.000. Rumah Boedi Private Residence Villa (Q111855302) di Wikidata Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 6 Sarasvati Borobudur, Jl. Balaputradewa 10, +62 293 788843. Sebuah hotel yang indah dengan pemandangan Borobudur, kolam renang, dan staf yang ramah. Kamar-kamarnya luas dengan fasilitas lengkap. Tarif kamar seringkali mendapat diskon besar (hingga 60%), jadi pastikan untuk bertanya atau riset dahulu sebelum Anda pergi. Sarapan sudah termasuk ke dalam tarif, begitu pula transportasi ke Borobudur. Pemandu wisata merupakan opsi tambahan. Kamar mulai dari Rp640.000. Sarasvati Borobudur (Q111854761) di Wikidata Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 7 Omah Eling Guesthouse & Art Gallery (Omah Eling), Jl. Medang Kamulan No 1, +62 293 789534, . Check-in: 14:00, check-out: 12:00. Rp475.000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 8 Amanjiwo (3 km (1,7 mil) dari Borobudur di sisi selatan candi.), +62 293 78833, . Resort ini dikelola oleh Aman Group. Jika Anda tidak mampu menginap di sini, setidaknya cobalah untuk menyisihkan uang untuk makan siang atau makan malam di sini, sebab sangat layak untuk dinikmati karena pemandangannya yang menakjubkan. Mulai dari Rp6.500.000. Amanjiwo Borobudur Resort (Q4739894) di Wikidata Amanjiwo di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 9 Manohara Hotel, Jl. Badrawati, +62 293 788680. Hotel bergaya resor yang ramah ini terletak di dalam Taman Borobudur dan dikelola oleh otoritas taman, serta berjarak 200 meter dari pintu masuk candi. Areanya ditata dengan indah dan pemandangannya menakjubkan, tetapi kamar-kamarnya hanya terdapat AC, air panas, dan kamar mandi. Alasan sebenarnya untuk memesan di sini adalah karena ada paket Borobodur Sunrise, yang dikenakan biaya tambahan Rp. 500.000 per orang, tetapi memungkinkan Anda untuk masuk ke Borobudur pukul 04:30, satu setengah jam sebelum gerbang umum dibuka. Mulai dari Rp 1.700.000. Manohara, Pusat Studi Borobudur (Q117865362) di Wikidata Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 10 Plataran Borobudur Hotel (Plataran Borobudur Resort & Spa), Dusun Tanjungan, Borobudur (1,5 km dari area Borobudur (Anda dapat mencapai area candi dalam waktu kurang dari 5 menit)), +62 293 788888, fax: +62 293 788699, . Resor ini menawarkan pemandangan luar biasa ke arah Candi Borobudur, Gunung Merapi, Bukit Menoreh, serta dikelilingi oleh hutan jati yang rimbun. Mulai dari Rp1.400.000. Hotel Plataran Borobudur (Q111138166) di Wikidata Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Bersikaplah baik kepada penduduk setempat. Serius. Ada banyak tulisan di panduan wisata tentang sifat memaksa para pedagang di Borobudur dan jujur memang sedikit mengganggu. Menolak secara ramah ataupun terus berjalan saja biasanya manjur untuk lolos dari mereka.

Yogyakarta adalah kota pelajar dengan banyak perguruan tinggi dan universitas, dan Anda akan sering menemukan banyak siswa di Borobudur yang ingin berkenalan dengan Anda. Mereka benar-benar ramah, dan sangat bangga dengan warisan mereka dan ingin membicarakannya dengan Anda.

Untuk menghindari keramaian, jangan kesini pada akhir pekan yang biasanya sejumlah besar turis domestik berkunjung, bersama dengan tur sekolah yang diadakan oleh guru mereka untuk melatih bahasa Inggris mereka pada turis mancanegara. Atau bila mau, kunjungi sedini mungkin di pagi hari.

Jika tampang Anda terlihat seperti orang Barat, Anda akan menjadi "objek wisata" bagi siswa sekolah alih-alih candinya. Bersiaplah untuk difilmkan atau direkam saat para siswa menanyakan segala macam pertanyaan, lalu ditutup dengan meminta foto bersama Anda. Mereka sangat menghargai segala bentuk interaksi Anda bersama dengan mereka.

Terhubung

[sunting | sunting sumber]

Ada kantor telepon umum (Wartel) di Jalan Pramudyawardani, di seberang pasar utama, serta juga kantor pos di dekatnya. Kode area telepon untuk Borobudur sama dengan daerah Yogyakarta, yakni 0274.

  • Ambulan, 118.
  • Polisi, 110.

Tujuan berikutnya

[sunting | sunting sumber]
  • Candi Hindu Prambanan, sekitar satu jam perjalanan dengan mobil, merupakan pelengkap yang sempurna untuk Borobudur.
  • Kemegahan budaya Yogyakarta, berjarak sekitar 90 menit dengan bus.
  • Dataran Tinggi Dieng adalah daerah vulkanik di dataran tinggi Jawa Tengah dengan terdapat candi tertua yang berdiri di Indonesia, mendahului Borobudur sekitar 100 tahunan. Berjarak sekitar 90 menit berkendara ke barat laut.
  • Jika Anda ingin melihat gunung berapi aktif yang "serius", Gunung Merapi berjarak sekitar 2 jam perjalanan ke arah timur.

Jika Anda menginap di Yogyakarta tapi tidak mengemudi kendaraan sendiri, ada tur "keliling" atau "pendakian" yang biasanya berangkat dari Yogyakarta, dan menuju ke Selo (terletak di lembah antara Merbabu dan Merapi) yang merupakan tempat yang biasanya untuk berjalan ke puncak Merapi di tengah malam untuk menikmati pemandangan fajar.

Panduan perjalanan ke taman Borobudur ini adalah sebuah garis besar dan perlu diisi konten lagi. Walau sudah ada kerangkanya, tapi informasinya belum memadai. Ayo berpartisipasi dan bantulah mengembangkannya!