Lompat ke isi

Reset GPX untuk halaman ini
-6.9107.6Full screen dynamic map
Dari Wikiwisata

Parahyangan (atau Priangan, Preanger) adalah daerah pegunungan di Jawa Barat, Indonesia. Wilayah ini berpusat di sekitar ibu kota provinsi Jawa Barat, Bandung.

Kota

[sunting]
Peta
Peta Parahyangan
Peta Parahyangan
  • 1 Bandung — pusat kebudayaan Sunda, dijuluki "Paris van Java".
  • 2 Cimahi — pinggiran kota Bandung dengan pemakaman perang Belanda yang luas.
  • 3 Garut — dikelilingi oleh gunung berapi, dan juga terkenal dengan resor pemandian air panas vulkaniknya.
  • 4 Lembang — kota pegunungan di kaki gunung berapi "Tangkuban Perahu".
  • 5 Purwakarta — kota di pinggir danau buatan terbesar di negara Indonesia.
  • 6 Subang — terletak di kaki bukit, memiliki museum bersejarah.
  • 7 Sumedang — kota pegunungan lainnya yang terkenal dengan jenis tahu gorengnya yang khas.

Destinasi lainnya

[sunting]
  • 1 Ciater — mata air panas vulkanik dari gunung berapi "Tangkuban Perahu".
  • 2 Ciwidey — ladang stroberi dan danau "Kawah Putih".

Pahami

[sunting]
Hotel Savoy Homann di Bandung, salah satu hotel terkenal pada masa kolonial di sepanjang Jalan Pos Besar.

Nama 'Parahyangan' adalah Bahasa Sunda untuk 'tempat tinggal para dewa', karena orang Sunda percaya bahwa entitas spiritual (hyang atau "dewa") bersemayam di puncak gunung. Referensi tertua yang tersisa tentang Parahyangan berasal dari abad ke-14, ketika daerah ini merupakan bagian dari Kerajaan Sunda. Setelah jatuhnya Kerajaan Sunda pada abad ke-16, sebagian besar Jawa Barat berada di bawah kendali kesultanan Banten dan Cirebon dan Kesultanan Mataram dari Jawa Tengah.

Segera setelah itu, kekuatan kolonial dari Eropa datang ke Jawa, dan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) menetap di Batavia (Jakarta). Pada awal abad ke-18, seluruh wilayah Parahyangan berada di bawah kendali Belanda. Perkembangan yang sangat penting untuk wilayah yang sulit dijangkau ini adalah dengan pembangunan Jalan Raya Pos pada awal abad ke-19. Kota Bandung didirikan di lokasi jalan yang melintasi sungai Cikapundung dan dengan cepat berkembang menjadi kota terpenting di daerah tersebut (menurut sejarah, Cianjur dan Ciamis lebih penting). Kota Sumedang juga berkembang sebagai tempat peristirahatan di sepanjang Jalan Raya Pos, dan Belanda juga mendirikan perkebunan luas kopi, teh, karet, dan tanaman lain di Parahyangan (Preanger dalam bahasa Belanda).

[sunting]

Dengan kereta

[sunting]

Wilayah Parahyangan dilalui oleh jalur kereta api yang telah dibangun pada akhir abad ke-19, memiliki pemandangan yang indah dengan pemandangan pesawahan, perbukitan, dan pegunungan yang cukup terjal. Wilayah ini memiliki beberapa stasiun besar dan utama, seperti; Stasiun Purwakarta, Stasiun Padalarang, Stasiun Cimahi, Stasiun Bandung (Hall), Stasiun Kiaracondong, Stasiun Cibatu, dan Stasiun Garut.

Apabila dari arah barat (Jakarta), bisa menggunakan layanan kereta api, seperti; Argo Parahyangan (Jakarta–Bandung), Papandayan (Jakarta–Bandung–Garut), Pangandaran (Jakarta–Bandung–Tasikmalaya–Banjar), Cikuray (rute sama dengan KA Papandayan), dan Serayu (Jakarta–Bandung–Tasikmalaya–Kroya–Purwokerto). Apabila dari arah timur, bisa menggunakan layanan kereta api dengan 2 lintas yang berbeda, yaitu lintas utara (melalui Surabaya, Semarang, dan Cirebon) maupun lintas selatan (melalui Surabaya/Malang, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kroya, Tasikmalaya).

Dengan mobil

[sunting]

Menuju wilayah ini sebenarnya masih sama dengan akes menuju kota Bandung, dapat melaui jalan Tol Cipularang, dengan jalur alternatif lainnya menuju Bandung Barat, antara lain lewat Puncak, Jonggol, atau Bekasi-Purwakarta

  • Jalur Tol Cipularang, dengan melewati Tol Cikampek, Tol Cipularang, Tol Padaleunyi, dan akhirnya keluar di Padalarang atau Cimahi.
  • Jalur Puncak, dengan melewati Tol Jagorawi, Cisarua, Puncak, Cipanas, Cianjur, Padalarang, dan akhirnya berakhir di Tol Padaleunyi.
  • Jalur Jonggol, dengan melewati Cibubur, Cileungsi, Jonggol, Ciranjang, dan berakhir di Cimahi atau Padalarang.
  • Jalur Bekasi-Purwakarta, dengan melewati Kali Malang, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan berakhir di Cimahi atau Padalarang.

Berkeliling

[sunting]
Angkot (angkutan umum) di Bandung. Rute angkot dapat diidentifikasi berdasarkan warna angkotnya.

Dengan mobil

[sunting]

Jaringan jalan di wilayah Parahyangan sangat ekstensif, dengan kota Bandung sebagai pusatnya. Untuk perjalanan tertentu di Bandung, dan dari Bandung ke arah timur laut (ke Cimahi dan Purwakarta), Anda dapat menggunakan jalan tol; untuk tujuan lain, Anda harus melalaui jalan regional dan jalanan lokal yang lebih kecil. Kondisi jalan cenderung sangat macet, terutama di Bandung dan sekitarnya seperti Lembang dan Cimahi. Selama akhir pekan dan hari libur, jalan menuju tempat wisata, seperti pemandian air panas Garut sangatlah ramai. Di luar jalan utama, kualitas jalannya terkadang buruk; selama musim hujan, banjir dan tanah longsor terkadang mengakibatkan perlambatan yang serius.

Dengan kereta

[sunting]

Jalur kereta api menghubungkan Purwakarta, Cimahi, Bandung, dan Cibatu (dekat Garut). Tetapi hanya ada beberapa kereta per hari, dengan sebagian besar kereta kelas bisnis/eksekutif hanya berhenti di stasiun-stasiun utama (seperti Stasiun Pusat Bandung). Di sisi lain, kereta kelas ekonomi hanya berhenti di stasiun-stasiun sekunder, bukan di stasiun pusatnya. Untuk perjalanan di dalam wilayah Parahyangan, biasanya lebih mudah dan cepat untuk naik bus.

Dengan bus

[sunting]

Kota-kota besar saling terhubung oleh jaringan bus, dengan Bandung menjadi pusat transportasi untuk wilayah tersebut. Di dalam kota Bandung dan sekitarnya, mudah untuk berkeliling menggunakan jaringan angkot (minibus umum) yang padat. Untuk mencapai kota-kota kecil dan daerah yang lebih terpencil, Anda dapat naik elf (minibus dengan rute antar kota kecil, seperti dari Bandung melalui Ciater ke Subang). Karena kemacetan lalu lintas umum terjadi di Bandung, waktu tempuh bus sulit diperkirakan. Terutama di akhir pekan dan hari libur, bus ke Garut (melalui jalur pegunungan Nagreg) juga mengalami keterlambatan yang cukup signifikan.

Dengan taksi

[sunting]

Di Bandung dan sekitarnya, taksi banyak tersedia. Perusahaan taksi Blue Bird Group dan AA Taksi dikenal andal (serta menggunakan argo). Di wilayah lain, jumlah taksi lebih terbatas. Namun, baik di kota dan desa, Anda dapat menyewa ojek, yang biasanya tersedia di semua sudut jalan utama. Pilihan transportasi lain di beberapa tempat, termasuk di wilayah selatan Bandung, adalah naik becak.

Lihat

[sunting]

Bandung Barat menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik untuk dijelajahi. Berikut beberapa rekomendasi destinasi wisata populer di Bandung Barat beserta harga tiket masuknya:

  1. Hutan Anggrek Cikole
    • Lokasi: Genteng, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
    • Aktivitas: Melihat berbagai jenis anggrek, sky bridge, arena outbound, camping ground, dan toko anggrek.
    • Tiket masuk: Rp 40.000.
  2. Air Terjun Malela
    • Lokasi: Wilayah Lembang, Bandung Barat.
    • Aktivitas: Menikmati keindahan air terjun dan lingkungan alam sekitarnya.
    • Informasi tambahan: Destinasi ini menawarkan pemandangan alam yang spektakuler dan ideal untuk berburu foto.
  3. Stone Garden Padalarang (Taman Batu)
    • Lokasi: Gunung Masigit, Citatah, Kec. Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
    • Aktivitas: Melihat keindahan batu dan alam, serta lokasi favorit untuk pemotretan pre-wedding.
    • Tiket masuk: Rp 6.000.
  4. Taman Bunga Begonia
    • Lokasi: Jl. Maribaya No.120 A, Langensari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
    • Aktivitas: Membuat selfie dengan hamparan bunga begonia yang indah, melihat perkebunan buah dan sayuran, memberi makan kelinci, berkuda, dan outbond.
    • Tiket masuk: Rp 25.000.

Lakukan

[sunting]
Angklung, alat musik tradisional sunda.

Kegiatan favorit wisatawan adalah menonton pertunjukan musik dan tari tradisional. Di Bandung Timur, Anda dapat mengunjungi Saung Angklung Udjo, tempat pembuatan alat musik tradisional Sunda 'angklung', Anda dapat belajar memainkannya, serta mengikuti pertunjukan alat musik angklung yang dipadukan dengan tarian tradisional.

Di Bandung Selatan, ada Trans Studio Bandung yang merupakan salah satu taman hiburan dalam ruangan terbesar di dunia, dengan dua puluh wahana.

Makan

[sunting]
Nasi timbel dengan burung dara goreng, tahu, dan tempe.
Lihat pula: Hidangan Indonesia#Sunda

Makanan tradisional dari daerah ini adalah makanan Sunda, yang tersedia di mana-mana dan dapat ditemukan mulai dari hotel besar hingga warung makan pinggir jalan. Makanan ini bercirikan sayuran segar (biasanya mentah), sambal terasi, serta tahu dan tempe goreng. Kota Bandung dikenal sebagai tujuan wisata kuliner, tidak hanya untuk makanan Sunda tetapi juga masakan dari seluruh nusantara. Di pusat perbelanjaan besar, Anda juga bisa menemukan makanan internasional, seperti makanan Tionghoa, Jepang, atau Italia.

Di restoran tradisional Sunda, biasanya tamu akan duduk di atas tikar bambu di lantai dan makan dengan tangan. Semangkuk kecil air disediakan untuk membersihkan tangan Anda sebelum makan. Tempat terkenal untuk makan makanan Sunda dalam gaya tradisional adalah daerah Puncrut di sepanjang lereng bukit di Bandung Barat Laut, tetapi restoran Sunda dapat ditemukan di seluruh wilayah ini.

Hidangan khas Sunda adalah nasi timbel, nasi putih yang dibungkus daun pisang yang disajikan dengan ayam goreng atau bakar, bebek, atau burung dara, tahu dan tempe, lalapan, serta sambal. Kota Bandung juga dikenal dengan soto Bandung (sup daging sapi bening dengan kedelai) dan siomay Bandung (juga dikenal sebagai baso tahu, pangsit kukus yang disajikan dengan bumbu kacang pedas).

Penjual nanas di wilayah Subang.

Kota Sumedang terkenal dengan jenis tahu goreng khasnya, tahu Sumedang. Hidangan Purwakarta yang paling terkenal adalah sate maranggi, sate kambing atau sapi yang dibumbui antara lain kecap, jahe, dan ketumbar, lalu disajikan hanya dengan irisan bawang merah dan tomat serta tanpa saus. Kontribusi Garut adalah makanan ringan dodol, manisan lengket yang terbuat dari santan, gula merah, dan tepung ketan. Kota-kota pegunungan yang lebih kecil semuanya memiliki spesialisasi mereka sendiri dalam hal produksi makanan, dengan Lembang dikenal dengan susu sapi segar (sejak masa kolonial Belanda), Ciater dan daerah Subang untuk nanas, dan Ciwidey untuk stroberi.

Minum

[sunting]

Di Bandung, khususnya bagian utara kotanya, terdapat berbagai kafe, bar, dan klub malam. Di daerah lain, kafe yang menjual minuman beralkohol agak jarang, tetapi setidaknya Anda dapat membeli bir "Bintang" di hotel dan resor.

Tetap aman

[sunting]

Ketahuilah bahwa ada beberapa gunung berapi aktif di daerah ini. Carilah informasi terbaru tentang letusan dan aktivitas gunung berapi dari pihak berwenang Indonesia ketika Anda ingin mendaki gunung berapi.

Perlu diingat juga bahwa lalu lintas di daerah ini sangat sibuk dan kacau. Jika Anda tidak terbiasa mengemudi di Indonesia, lebih baik menggunakan transportasi umum atau menyewa mobil dengan sopir daripada mencoba mengemudi sendiri.

Tujuan berikutnya

[sunting]
  • Parahyangan Timur — gunung berapi lainnya, serta resor pantai populer di pantai Samudra Hindia.
  • Pantai Utara Jawa Barat — pantai-pantai sepanjang pesisir Laut Jawa dan 'kota udang' Cirebon.
  • Bogor Raya — terdapat kebun raya kelas dunia dan dua taman nasional.
Panduan perjalanan ke wilayah Parahyangan ini adalah sebuah garis besar dan perlu diisi konten lagi. Walau sudah ada kerangkanya, tapi informasinya belum memadai. Jika ada Kota dan Destinasi lainnya yang tertulis, tidak semuanya berstatus dapat digunakan atau bahkan tidak memiliki struktur regional yang valid dan bagian "Menuju ke sini" untuk memaparkan cara-cara menuju ke negara ini. Ayo berpartisipasi dan bantulah mengembangkannya!