Lompat ke isi

Reset GPX untuk halaman ini
-8.0167112.9167Full screen dynamic map
Dari Wikiwisata

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia; yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya antara 200-700 meter.

Arah jarum jam dari kiri bawah: candi Hindu Poten, Gunung Bromo dengan kawah mengepul, Gunung Semeru yang sedang erupsi, Gunung Batok yang megah. Ini adalah pemandangan dari atas Gunung Pananjakan.

Taman nasional ini dinamai dengan nama dua gunung besarnya, Gunung Semeru (tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3,676 m), Gunung Bromo (paling populer) dan orang Tengger yang tinggal di wilayah tersebut.

Suku Tengger

[sunting | sunting sumber]

Roro Anteng dan Joko Seger

Cerita rakyat Jawa mengatakan bahwa pada abad ke-15, Putri Roro Anteng (putri Raja Majapahit Brawijaya) dan suaminya (Joko Seger), melarikan diri dari pasukan Islam yang merajalela dan akhirnya tiba dengan selamat di Gunung Bromo. Di sini mereka membangun kerajaan baru, dan menamainya Teng-ger, dengan menggabungkan penggalan dari nama keluarga mereka masing-masing.

Kerajaan Tengger pun makmur dan agama mereka berkembang pesat, tetapi pasangan pemimpin kerajaan tersebut tidak dapat menghasilkan pewaris takhta. Dalam keputusasaan, mereka berdoa dan bermeditasi di Bromo selama berhari-hari sebelum kawah terbuka dan dewa yang maha kuasa (Hyang Widi Wasa) mengumumkan bahwa mereka akan diberi anak, dengan syarat anak terakhir harus dikorbankan kembali ke gunung.

Mereka memiliki 25 anak, tetapi bertahun-tahun kemudian Roro dan Joko melanggar syarat tersebut dan menolak untuk mengorbankan anak terakhir mereka, Pangeran Kesuma. Akibatnya, letusan Bromo yang pun dahsyat terjadi dan menelan Kesuma ke dalam kawah. Untuk menenangkan Dewa yang agung, saudara-saudari Kesuma mengadakan upacara persembahan di kawah tersebut setiap tahun, dan hal ini masih berlangsung hingga kini — Yadnya Kasada yang terkenal, yang diadakan pada bulan purnama bulan ke-12 (Kasada) menurut kalender Tengger.

  1. Suku Tengger adalah penduduk asli Bromo yang masih memegang teguh tradisi dan agama Hindu, sangat berbeda dengan mayoritas penduduk Indonesia.
  2. Upacara Yadnya Kasada: Setiap tahun, Suku Tengger menyelenggarakan upacara keagamaan ini dengan melempar sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo sebagai bentuk penghormatan kepada dewa-dewa.
  3. Nama Berasal dari Dewa Brahma: Nama "Bromo" berasal dari penyebutan lokal nama Brahma, dewa pencipta dalam agama Hindu, menunjukkan kuatnya pengaruh Hindu di wilayah tersebut.

Flora dan fauna

[sunting | sunting sumber]

Erupsi tahun 2010/2011

[sunting | sunting sumber]
[sunting | sunting sumber]

Dengan pesawat

[sunting | sunting sumber]

Dengan jalur darat

[sunting | sunting sumber]

Rute Probolinggo → Ngadisari (Cemoro Lawang dan Gunung Bromo)

[sunting | sunting sumber]

Rute Pasuruan → Tosari

[sunting | sunting sumber]

Rute Malang → Tumpang

[sunting | sunting sumber]

Biaya dan izin

[sunting | sunting sumber]

Berkeliling

[sunting | sunting sumber]
Peta
'"`UNIQ--maplink-00000001-QINU`"'
Peta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Dari desa Cemoro Lawang, Anda dapat dengan mudah mendaki Gunung Bromo dan Gunung Penanjakan; dan waktu terbaik untuk melakukannya adalah sebelum subuh. Penduduk desa menawarkan jasa menunggang kuda ke puncak Gunung Bromo atau berkeliling kaldera dengan tarif Rp100.000 sampai Rp150.000 (tergantung pada kemampuan tawar-menawar dan kuda yang Anda dapatkan), tetapi di luar musim liburan (Januari hingga akhir Maret) tarifnya adalah Rp100.000. Anda juga dapat menyewa mobil jeep untuk berkeliling area ini (sekitar Rp350.000 untuk sekali naik jeep di kaldera). Seluruh area ini adalah surga bagi para pendaki — berjalan kakilah bila memang memungkinkan.

Taman nasional ini menyediakan pilihan transportasi kendaraan, dengan harga resmi Rp350.000 untuk 2 lokasi; biasanya salah satu titik pandang Pananjakan dan area parkir menuju Gunung Bromo, atau Rp750.000 untuk 4 lokasi. Waspadalah terhadap para calo yang menawarkan perjalanan "berpemandu" dengan harga yang diketok hingga dua kali lipat. Pengemudi resmi yang disediakan adalah penduduk lokal dan biasanya memiliki pengetahuan wilayah yang baik. Jangan ragu untuk meminta pengemudi berhenti kapan saja untuk berfoto atau mengajukan pertanyaan. Pengunjung juga dapat membawa kendaraan mereka sendiri; sebagai alternatif, pemandu juga dapat disewa dengan sepeda motor untuk memandu Anda berkeliling. Tur dengan kendaraan 4WD dapat memuat hingga 6 orang.

  1. Kaldera Tengger dan Anak Gunung: Gunung Bromo berada di tengah kaldera Gunung Tengger yang luas, dikelilingi oleh empat anak gunung berapi baru.
  2. Lautan Pasir: Hamparan pasir vulkanik luas yang dinamakan Lautan Pasir Tengger ini memberikan pemandangan unik yang sering disebut sebagai "pasir berbisik".
  3. Kawah Aktif dan Asap Belerang: Kawah Bromo masih aktif, terus mengeluarkan asap belerang putih yang bisa dilihat dari ketinggian dan memberikan sensasi "mangkuk bumi" yang menganga.
  4. Fenomena Embun Beku: Terutama saat musim kemarau, suhu udara sangat dingin menyebabkan embun membeku menjadi es, memberikan pemandangan es yang menakjubkan.
  5. Bukit Teletubbies: Padang savana hijau yang luas dan indah di sekitar Bromo, disebut Bukit Teletubbies karena bentuknya yang mirip dengan lokasi syuting serial anak-anak tersebut.

Produk lokal yang paling populer tampaknya adalah topi Bromo, sebuah topi wol berwarna-warni dengan bordir Bromo di atasnya (setidaknya dilihat dari jumlah pedagang kaki lima yang menjualnya).

Syal dan pakaian hangat ekstra juga populer dan berguna jika Anda merasa perlu persiapan tambahan dalam menghadapi udara dingin pegunungan.

Tetap sehat

[sunting | sunting sumber]

Suhu di Gunung Bromo sejuk di siang hari (meskipun sengatan matahari masih tergolong berbahaya), tetapi sangat dingin di malam hari, karena suhu bisa turun ke nol di musim panas dan jarang jauh di atas 5 °C di musim dingin. Beberapa tempat menginap yang lebih murah mungkin tidak menyediakan selimut atau alat penghangat yang memadai, jadi bersiaplah. Jika perlu, Anda bisa menyewa jaket dan topi di Cemoro Lawang dan di sudut pandang Penanjakan sekitar Rp 10.000.

Ada kasus malaria setiap tahun di kaki bukit taman, sehingga pengunjung yang berencana tinggal lama atau berkemah di daerah ini harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Ini bukanlah masalah bagi mereka yang ingin mengunjungi Gunung Bromo atau dataran tinggi saja.

Tetap aman

[sunting | sunting sumber]

"Jalan" di puncak tangga menuju Gunung Bromo hanya sekitar 1 meter lebar dan di tempat-tempat yang menjorok ke kawah cukup besar. Berhati-hatilah, pastikan Anda memiliki senter untuk pendakian sebelum fajar dan sehat secara mental.

Bromo adalah gunung berapi aktif, dan Semeru adalah gunung berapi yang sangat aktif. Pada Juni 2004, dua wisatawan terbunuh di Bromo oleh batu-batu yang terlepas dari ledakan yang tiba-tiba. Laporan Kegiatan Vulkanik dari Smithsonian Institute mengawasi keduanya, dan layak untuk diperiksa.

Gunung ini menjadi sangat dingin di puncak tinggi di malam hari, mungkin lebih dingin daripada dimana pun di Indonesia bahkan di dataran tinggi gletser Papua. Bersiaplah untuk suhu malam hari yang tidak jauh di atas nol derajat celcius.

Tujuan berikutnya

[sunting | sunting sumber]
Panduan perjalanan ke taman Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini adalah sebuah garis besar dan perlu diisi konten lagi. Walau sudah ada kerangkanya, tapi informasinya belum memadai. Ayo berpartisipasi dan bantulah mengembangkannya!