Lompat ke isi

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia; yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya antara 200-700 meter.

Pahami

[sunting]

Taman nasional ini dinamai dengan nama dua gunung besarnya, Gunung Semeru (tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3,676 m), Gunung Bromo (paling populer) dan orang Tengger yang tinggal di wilayah tersebut.

Arah jarum jam dari kiri bawah: candi Hindu Poten, Gunung Bromo dengan kawah mengepul, Gunung Semeru yang sedang erupsi, Gunung Batok yang megah. Ini adalah pemandangan dari atas Gunung Pananjakan.

Gunung Semeru (yang juga dikenal sebagai Mahameru ("Gunung Besar")), adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Ciri khas yang paling menonjol dari gunung ini adalah erupsinya yang teratur: setiap 20 menit atau lebih, gunung berapi ini memuntahkan awan uap dan asap yang besar, kadang-kadang bercampur dengan abu dan batu. Mendaki Gunung Semeru membutuhkan perencanaan dan izin dari otoritas taman nasional. Gunung ini sering ditutup karena memang sangat aktif.

Gunung Bromo (2.329 m) mudah dikenali karena seluruh puncaknya telah hancur dan kawah di dalamnya terus-menerus memuntahkan asap belerang putih. Gunung ini terletak di dalam kaldera Tengger yang besar (diameter sekitar 10 km), dikelilingi oleh Laut Pasir yang terdiri dari pasir vulkanik halus. Secara keseluruhan, pemandangannya sangat menakjubkan dan terasa seperti di surga, terutama jika dibandingkan dengan lembah-lembah hijau subur di sekitar kaldera. Dengan lebih dari 500.000 wisatawan per tahun, Bromo dipenuhi wisatawan selama liburan sekolah dan liburan panjang (setidaknya 4 hari), sebab sekitar 95 persen wisatawan adalah wisatawan domestik, jadi sebaiknya hindari waktu-waktu tersebut.

Titik akses utama taman ini adalah Cemoro Lawang (juga Cemara Lawang — salahkan aksen Jawa Timur!) di tepi timur laut kaldera, tetapi ada juga jalur dari Tosari (barat laut) dan Ngadas (barat daya). Desa Ngadisari, di jalan dari Probolinggo sekitar 5,5 km sebelum Cemoro Lawang, menandai pintu masuk ke taman nasional. Pemandangan Cemoro Lawang dan Ngadisari cukup indah dengan rumah-rumah yang dicat cerah dan hamparan bunga di luar.

Setiap tahunnya pada bulan Januari, pendakian Semeru dilarang selama beberapa minggu (biasanya lebih dari sebulan) untuk memberi waktu agar vegetasi alaminya dapat pulih.

Suku Tengger

[sunting]

Roro Anteng dan Joko Seger

Cerita rakyat Jawa mengatakan bahwa pada abad ke-15, Putri Roro Anteng (putri Raja Majapahit Brawijaya) dan suaminya (Joko Seger), melarikan diri dari pasukan Islam yang merajalela dan akhirnya tiba dengan selamat di Gunung Bromo. Di sini mereka membangun kerajaan baru, dan menamainya Teng-ger, dengan menggabungkan penggalan dari nama keluarga mereka masing-masing.

Kerajaan Tengger pun makmur dan agama mereka berkembang pesat, tetapi pasangan pemimpin kerajaan tersebut tidak dapat menghasilkan pewaris takhta. Dalam keputusasaan, mereka berdoa dan bermeditasi di Bromo selama berhari-hari sebelum kawah terbuka dan dewa yang maha kuasa (Hyang Widi Wasa) mengumumkan bahwa mereka akan diberi anak, dengan syarat anak terakhir harus dikorbankan kembali ke gunung.

Mereka memiliki 25 anak, tetapi bertahun-tahun kemudian Roro dan Joko melanggar syarat tersebut dan menolak untuk mengorbankan anak terakhir mereka, Pangeran Kesuma. Akibatnya, letusan Bromo yang pun dahsyat terjadi dan menelan Kesuma ke dalam kawah. Untuk menenangkan Dewa yang agung, saudara-saudari Kesuma mengadakan upacara persembahan di kawah tersebut setiap tahun, dan hal ini masih berlangsung hingga kini — Yadnya Kasada yang terkenal, yang diadakan pada bulan purnama bulan ke-12 (Kasada) menurut kalender Tengger.

Daerah di dalam dan sekitar taman ini dihuni oleh Suku Tengger Tenggerese people on Wikipedia, salah satu dari sedikit komunitas Hindu penting yang tersisa di pulau Jawa. Agama setempat merupakan peninggalan dari era Majapahit dan oleh karena itu cukup mirip dengan agama di Bali tetapi dengan unsur animisme yang lebih banyak. Orang Tengger diyakini sebagai keturunan pangeran Majapahit dan diusir ke perbukitan setelah kedatangan massal orang Madura yang taat beragama Islam di daerah tersebut pada abad ke-19. Para imigran Madura ini adalah buruh yang bekerja untuk pemilik perkebunan kopi Belanda dan penduduk asli Hindu di wilayah tersebut cepat kalah jumlah dan akhirnya memeluk Islam, atau melarikan diri ke puncak gunung yang kondisinya kurang ramah sebagai tempat mereka tinggal hingga saat ini. Nama "Bromo" berasal dari penyebutan lokal nama Dewa Brahma, dewa pencipta dalam agama Hindu, menunjukkan kuatnya pengaruh Hindu di wilayah tersebut.

kegiatan agama di sana terbilang cukup sederhana (terutama jika dibandingkan dengan Bali), dengan manifestasi kepercayaan yang paling terlihat ada di Pura Poten yang ada di tengah hamparan pasir. Penduduk Tengger berjumlah sekitar 600.000 jiwa dan mereka tinggal di 30 desa yang tersebar di dalam dan sekitar taman nasional, dengan komunitas yang lebih kecil pada tempat lain di Jawa Timur. Sebagian besar penduduk asli Tengger menganut agama Hindu. Oleh karena itu, Anda dapat dengan mudah menemukan sejumlah Pura Hindu di sekitar wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sobat Pesona dapat mengunjungi Pura Kidal, Pura Luhur Poten, Pura Agung Mandara Giri Semeru, dan Pura Jago untuk menyaksikan keindahan sejarahnya.

Bagi banyak pengunjung mancanegara, pemandangan penduduk Tengger (berwajah tirus, kulit terbakar matahari, berkumis, terbungkus selimut seperti ponco, menunggang kuda poni dengan latar belakang pegunungan terjal), lebih menyerupai negara Peru daripada negara Indonesia!

Lanskap

[sunting]

Jika Anda mencari "keindahan yang sunyi", maka inilah tempatnya. Puncak-puncak gunung berapi yang terjal dan tandus, dataran berkerikil, lautan pasir, dan dengan kabut dan pencahayaan yang tepat, tempat ini seperti tempat mistis yang menjulang di atas awan. Pemandangan yang benar-benar seperti bukan dari dunia ini.

Taman ini juga mencakup area luas yang sangat subur dan hijau yang dialiri sungai dari puncak-puncak yang tinggi. Ketinggian menengah ditutupi oleh hutan yang jauh lebih tipis sebelum kemudian berubah menjadi dataran tinggi dan puncak yang tandus.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki lautan pasir seluas 10 km yang disebut Tengger, tempat dimana empat anak gunung berapi baru berada. Anak gunung berapi tersebut adalah Gunung Batok (2.470 m), Gunung Kursi (2.581 m), Gunung Watangan (2.661 m), dan Gunung Widodaren (2.650 m). Namun, dari deretan gunung tersebut, hanya Gunung Bromo lah satu-satunya yang masih aktif. Temperatur di puncak Gunung Bromo berkisar 5-18 derajat Celcius. Bila menuju ke arah Selatan Taman, Sobat akan menemukan dataran terjal yang terbelah oleh lembah dan dihiasi dengan danau-danau yang indah hingga mencapai kaki Gunung Semeru.

Flora dan fauna

[sunting]
Terdapat tanaman rimbun yang jauh dari hamparan pasir, dan bebatuan vulkanik yang terbuka di Gunung Bromo (kiri). Gunung Batok (tengah) memang memiliki pepohonan di bawahnya.

Keunikan ekosistem dan keindahan panorama alam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadikan kawasan ini salah satu daerah tujuan wisata andalan Jawa Timur, bahkan nasional. Kementerian Pariwisata bahkan menetapkan kawasan TNBTS sebagai Kawasan Strategis Parwisata Nasional (KSPN).

Sementara itu di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terdapat setidaknya 38 jenis satwa liar yang dilindungi yang terdiri dari 24 jenis burung, 11 jenis mamalia, 1 jenis reptil, dan 2 jenis serangga. Diantara beberapa jenis hewan yang langka dan terancam punah ialah Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Macan Tutul Jawa (Panthera pardus), dan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus).

Pada bagian taman yang paling menarik bagi turis (kaldera dan puncak gunung), flora dan fauna jumlahnya terbatas karena kurangnya vegetasi secara umum. Namun, di ketinggian yang lebih rendah dan jauh dari hamparan pasir, terdapat lembah-lembah hijau subur dengan flora hutan tropis yang khas. Ketinggian yang lebih tinggi sebelum batas pepohonan berakhir sebagian besar ditutupi oleh hutan cemara.

Di area lembah-lembah, beberapa kucing macan tutul ada tetapi jarang terlihat. Rusa Jawa, kijang, kucing marmer, dan babi hutan adalah beberapa hewan mamalia yang lebih mungkin dilihat oleh pengunjung biasa. Taman ini tidak begitu terkenal untuk pengamatan burung seperti taman-taman lain di Jawa, tetapi di dataran tinggi Anda akan sering melihat elang dan rajawali terbang di atas lembah-lembah.

Iklim

[sunting]

Suhu terasa sejuk menyegarkan di siang hari, tetapi "sangat dingin" di malam hari karena suhu dapat turun mendekati nol derajat di musim panas dan jarang melebihi 5°C di musim hujan. Suhu siang hari di mana pun di taman ini tidak pernah melebihi 20°C, yakni suhu belasan derajat.

Hujan dapat turun kapan saja dan curah hujan rata-rata adalah 6.600 mm. Sebagian besar hujan terjadi di musim hujan (dari November hingga Maret). Selama periode hujan lebat (khususnya di bulan Januari dan Februari), banyak bagian taman yang tidak dapat diakses karena mengalami banjir. Terdapat resiko tanah longsor juga.

Erupsi tahun 2010/2011

[sunting]
Gunung Semeru yang erupsi pada tahun 2004.

Pada akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011, banyak abu vulkanik dan material pijar terlontar akibat aktivitas erupsi, disertai hujan material vulkanik yang jatuh di sekitar kawah. Erupsi terus-menerus pada tanggal 21 Januari menyebabkan hujan abu tipis terutama di daerah desa Ngadirejo dan Sukapura Wonokerto, Kecamatan Probolinggo. Dampak hujan lebat dan abu vulkanik dari erupsi selama Desember 2010 dan Januari 2011 mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas normal dan ekonomi lokal. Potensi kerusakan lingkungan jangka panjang dan masalah kesehatan di antara penduduk di sekitar Gunung Bromo sangat penting pada saat itu.

Karena curah hujan musiman yang tinggi pada Januari 2011, potensi lahar (lava dingin) dan aliran lava (lava panas) meningkat karena endapan abu vulkanik, pasir, dan material terlontar lainnya telah menumpuk. Aktivitas geologi didominasi oleh getaran tremor, erupsi gumpalan abu, dan lontaran material pijar.

Warga yang tinggal di tepi Ngarai Perahu, Ngarai Nganten, dan Sungai Sukapura diwaspadai kemungkinan besar terjadinya aliran lahar, terutama jika terjadi hujan lebat lebih lanjut di daerah sekitar Cemorolawang, Ngadisari, dan Ngadirejo. Letusan dan getaran vulkanik dilaporkan terjadi pada tanggal 21 Januari dan 22 Januari, lalu mereda pada tanggal 23 Januari 2011.

[sunting]

Boleh dibilang Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif di Jawa yang paling mudah diakses, dan karena itu, gunung ini banyak dikunjungi wisatawan domestik, seringkali dalam bentuk paket rombongan wisata. Gunung ini juga merupakan tujuan populer bagi kelompok siswa SMA yang berkemah di daerah tersebut. Pengunjung yang mencari ketenangan dalam menikmati taman ini sebaiknya menghindari musim liburan domestik. Meskipun demikian, ini adalah taman yang luas dan sebagian besar keramaian ada berada di beberapa titik pandang tertentu dan pada beberapa waktu tertentu.

Dengan pesawat

[sunting]
  • Bandara utama terdekat berada di Surabaya (SUB  IATA), tiga hingga empat jam perjalanan dengan mobil (dan lebih lama lagi dengan bus). Surabaya dilayani dengan baik oleh penerbangan domestik reguler dari Jakarta dan Bali serta beberapa negara lain di Asia.
  • Bandara Abdul Rachman Saleh (MLG  IATA) di Malang adalah bandara regional kecil dengan penerbangan dari Jakarta dan Denpasar, Bali, dan akses dari sini masuk akal jika Anda bermaksud memasuki taman melalui rute Tumpang/Ngadas.

Dengan jalur darat

[sunting]

Terdapat tiga jalur masuk yang sudah ditetapkan untuk menuju taman ini.

Rute Probolinggo → Ngadisari (Cemoro Lawang dan Gunung Bromo)

[sunting]

Rute Pasuruan → Tosari

[sunting]

Rute Malang → Tumpang

[sunting]

Jalur paling populer dan yang paling mudah adalah melalui Probolinggo, terutama bagi Sobat Pesona yang menggunakan moda transportasi umum bus. Rute Wonokitri adalah rute terdekat dan termudah jika Sobat Pesona berangkat menggunakan kendaraan pribadi dari arah Surabaya berkisar 5 jam perjalanan. Begitu Sobat Pesona tiba di daerah pedesaan tersebut, Sobat Pesona harus menyewa kendaraan 4x4 untuk memasuki jalur terjal menuju ke Gunung Bromo.

Biaya dan izin

[sunting]

Berkeliling

[sunting]
Peta
Peta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Dari desa Cemoro Lawang, Anda dapat dengan mudah mendaki Gunung Bromo dan Gunung Penanjakan; dan waktu terbaik untuk melakukannya adalah sebelum subuh. Penduduk desa menawarkan jasa menunggang kuda ke puncak Gunung Bromo atau berkeliling kaldera dengan tarif Rp100.000 sampai Rp150.000 (tergantung pada kemampuan tawar-menawar dan kuda yang Anda dapatkan), tetapi di luar musim liburan (Januari hingga akhir Maret) tarifnya adalah Rp100.000. Anda juga dapat menyewa mobil jeep untuk berkeliling area ini (sekitar Rp350.000 untuk sekali naik jeep di kaldera). Seluruh area ini adalah surga bagi para pendaki — berjalan kakilah bila memang memungkinkan.

Taman nasional ini menyediakan pilihan transportasi kendaraan, dengan harga resmi Rp350.000 untuk 2 lokasi; biasanya salah satu titik pandang Pananjakan dan area parkir menuju Gunung Bromo, atau Rp750.000 untuk 4 lokasi. Waspadalah terhadap para calo yang menawarkan perjalanan "berpemandu" dengan harga yang diketok hingga dua kali lipat. Pengemudi resmi yang disediakan adalah penduduk lokal dan biasanya memiliki pengetahuan wilayah yang baik. Jangan ragu untuk meminta pengemudi berhenti kapan saja untuk berfoto atau mengajukan pertanyaan. Pengunjung juga dapat membawa kendaraan mereka sendiri; sebagai alternatif, pemandu juga dapat disewa dengan sepeda motor untuk memandu Anda berkeliling. Tur dengan kendaraan 4WD dapat memuat hingga 6 orang.

Lihat

[sunting]
  • Kaldera Tengger dan Anak Gunung: Gunung Bromo berada di tengah kaldera Gunung Tengger yang luas, dikelilingi oleh empat anak gunung berapi baru.
  • Lautan Pasir: Hamparan pasir vulkanik luas yang dinamakan Lautan Pasir Tengger ini memberikan pemandangan unik yang sering disebut sebagai "pasir berbisik".
  • Kawah Aktif dan Asap Belerang: Kawah Bromo masih aktif, terus mengeluarkan asap belerang putih yang bisa dilihat dari ketinggian dan memberikan sensasi "mangkuk bumi" yang menganga.
  • Fenomena Embun Beku: Terutama saat musim kemarau, suhu udara sangat dingin menyebabkan embun membeku menjadi es, memberikan pemandangan es yang menakjubkan.
  • Bukit Teletubbies: Padang savana hijau yang luas dan indah di sekitar Bromo, disebut Bukit Teletubbies karena bentuknya yang mirip dengan lokasi syuting serial anak-anak tersebut.

Belajar

[sunting]
  • 1 Perkebunan Teh Kertowono (di Desa Gucialit). Sebuah pabrik teh yang juga menyediakan wisata edukasi. Setidaknya dibutuhkan minimal 10 orang untuk memesan tur, di mana pengunjung dapat mengamati proses produksi teh, mulai dari pemetikan daun teh hingga proses mencicipi teh. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Lakukan

[sunting]

Beli

[sunting]

Produk lokal yang paling populer (setidaknya dilihat dari jumlah pedagang kaki lima yang menjualnya) adalah topi Bromo, sebuah topi wol berwarna-warni dengan bordir Bromo di atasnya.

Syal dan pakaian hangat ekstra juga populer dan berguna jika Anda merasa perlu persiapan tambahan dalam menghadapi udara dingin pegunungan.

Makan

[sunting]

Setiap tempat penginapan dan hotel memiliki restoran yang terhubung dengan mereka, dan hanya ada sedikit tempat makan independen yang notabel.

Terdapat warung-warung sederhana di pinggir jalan yang menjual masakan Indonesia dan secangkir kopi Jawa panas seharga Rp2000. Tidak ada tempat hiburan malam, tetapi semua restoran buka pukul 03.00 karena di saat itulah semua orang bangun untuk melihat matahari terbit.

  • Bromo Corner Cafe (di Cemoro Lawang tepat di sebelah kantor taman nasional). Kafe yang lumayan bagus, menyajikan makanan pokok Indonesia pada umumnya dan kopi lokal yang sangat enak.
  • Waroeng Basuki. Warung makan yang bagus di Cemoro Lawang yang menyajikan banyak hidangan tradisional Indonesia seperti "tahu tek" (tofu), "rujak cingur" (salad dengan saus manis pedas dan dihiasi dengan hidung sapi). Mereka juga menyajikan makanan Tionghoa. Harganya cukup terjangkau.
  • 1 Bawangan Resto. Sebuah restoran di dalam Hotel Bawangan Bromo, di jalan menuju Bromo. Menyajikan masakan tradisional Indonesia yang sederhana. Memiliki pemandangan yang indah. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Minum

[sunting]

Malam hari di taman terasa tenang, sehingga menenggak bir bersama sesama wisatawan adalah pilihan yang tepat.

"Anggur hangat" yang disajikan di beberapa tempat pada malam hari tampaknya adalah "Tuak" (anggur palem) yang dipanaskan dengan tambahan rempah-rempah lokal. Hanya mereka yang memiliki daya tahan tubuh kuat yang boleh minum minuman ini; belum lagi rasanya tidak enak.

Pastikan Anda selalu membawa cukup air sepanjang hari karena dehidrasi sangat mudah terjadi di sini, meskipun iklimnya sejuk.

Kedai kopi

[sunting]
  • 1 Aworjiwa (Aworjiwa Coffee Bromo), Jl. Raya Bromo, Dusun 1, Sapikerep, Kec. Sukapura. Kafe lokal dengan pemandangan perbukitan. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 2 De Potrek Bromo, Sapikerep, Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo. Kedai kopi dengan pemandangan perbukitan di jalan menuju Bromo Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 3 Senduro Coffee, Krajan, RT.02/RW.04, Krajan, Kandangtepus, Senduro, +62 813 347 76666. 10:00-23:00. Tersedia kopi dan susu segar. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Tidur

[sunting]

Penginapan

[sunting]
Rumah pertanian Tengger yang penuh warna di Cemoro Lawang.

Tersedia banyak akomodasi di sekitar taman nasional ini. Sebagian besar fasilitas penginapan ada di daerah Cemoro Lawang (lokasinya sangat strategis dengan pemandangan dramatis karena terletak di tepi kaldera). Tempat penginapan lain di dekat kaldera terkesan agak sederhana, jadi bagi pengunjung yang ingin mencari akomodasi yang lebih mewah sebaiknya menginap di Sukapura atau Tosari.

Cemoro Lawang

[sunting]

Rumah inap

[sunting]
  • 1 Bromo Deddy Homestay, Jl. Gunung Bromo RT.5/RW.4 Dusun, Ngadisari (bangunan berwarna hijau zaitun di atas tepian batu putih, bersebelahan dengan rambu dilarang parkir di seberang jalan), +62 823 3020 1684. Lapor masuk: 12:00, lapor keluar: 10:00. Tuan rumah ramah dan suka membantu memandu orang-orang berkeliling Bromo — beliau fasih berbahasa Inggris. Pemanas air berfungsi dengan baik tetapi tidak ada wastafel dan tekanan airnya rendah. Wi-Fi gratis. Agak berisik karena banyak mobil jip yang lewat. Mulai dari Rp350000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 2 Cahyo Homestay, Jl Raya Bromo, Ngadisari, +62 815 5488 3629. Lapor masuk: 13:00, lapor keluar: 12:00. Menawarkan pemandangan Bromo. Ada Wi-Fi gratis. Pemilik hotel membantu dengan antar-jemput mobil dan bandara. Namun, kamarnya kecil. Hotel ini berada di dalam taman, jadi siapkan tiket masuk taman jika diminta. Rp300000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 3 Guesthouse Gunung Bromo, Cemorolawang, +62 812 490 00949. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 11:00. Mulai dari Rp500000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • Homestay (tanpa nama), Cemoro Lawang. Lima kamar bersih dengan pemandian air dingin bersama. Tempat ini terletak di jalan utama, 100 m sebelum Cafe Lava. Tanyakan kepada penduduk setempat, sebab tidak ada papan petunjuk jalan. Rp100000.
  • 4 Saputra View Bromo Guest House, Jl Raya Bromo, Ngadisari, +62 852 3037 6229. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 11:30. Kamar-kamar relatif modern dan luas dengan pemandangan langsung ke Bromo. Sarapan gratis merupakan opsional. Air panas kadang-kadang tersedia. Resepsionis tidak ada di meja resepsionis, sehingga Anda perlu menghubungi mereka. Beberapa ulasan mengatakan bahwa kamar mandi berbau tidak sedap. Rp350000 untuk kamar standar. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 5 Sedulur Homestay, Jl. Raya Bromo, RT.03/RW.02, Ngadisari, +62 852 5812 2319. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Kamar-kamar nyaman dan relatif luas, meskipun agak sederhana, dan Wi-Fi gratis di beberapa kamar. Pemilik ramah (walaupun kemampuan berbahasa Inggrisnya kurang baik). Suara bising dari mobil jip yang lewat di dekatnya mungkin dapat mengganggu tidur Anda. Ada juga beberapa laporan tentang keamanan yang lemah. Mulai dari Rp150000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Hotel

[sunting]
  • 6 Artotel Cabin Bromo, Jl Raya Bromo, Ngadisari (dekat pos pengamatan), +62 812 9240 8969. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Diklasifikasikan sebagai hotel bintang 3, tetapi bisa dibilang setara dengan bintang 4 berdasarkan lokasinya dan pemandangannya. Hotel ini memiliki restoran mewah dan pilihan makanan Barat, Tiongkok, dan Indonesia yang beragam. Namun, hotel ini tidak ramah bagi penyandang disabilitas karena banyaknya tangga yang harus dilalui di dalam hotel, dan beberapa staf hanya memiliki kemampuan berbahasa Inggris dasar. Selain itu, hotel ini berada di dalam area taman. Mulai dari Rp1340000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 7 Cafe Lava, Jl Raya Bromo, Cemoro Lawang (sangat dekat dengan pintu masuk taman), +62 335 541020. Ini adalah pilihan hemat dan memang memiliki nama yang cukup bagus. Terkenal karena sikap ramah stafnya kepada pengunjung dan makanannya yang sangat buruk. Selain itu, pancuran air panasnya tidak berfungsi dengan baik. Mulai dari Rp450000 untuk kamar standar. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 8 Cemara Indah Hotel, Jl. Cemara Lawang, Ngadisari, +62 85 377 377 277, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 11:00. Hotel ini memiliki pemandangan langsung ke Bromo serta Wi-Fi gratis. Hotel ini juga terdapat restoran. Kamar-kamarnya bergaya modern dan luas. Air panas mungkin tidak selalu tersedia dan tekanan air rendah. Terdapat beberapa laporan mengenai kamar yang kotor Mulai dari Rp450000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 9 Hotel Bromo Permai, Jl Raya Cemoro Lawang, Ngadisari, +62 335 541049, +62 335 541021. Lokasinya sangat bagus, tetapi harganya tidak murah dibandingkan dengan pilihan penginapan yang lain. Selain itu, ada laporan bahwa air panas dan pemanas ruangan tidak berfungsi. Rp560000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 10 Lava View Lodge, Cemoro Lawang, Ngadisari, +62 335 541009. Pilihan paling mewah di Cemoro Lawang, berlokasi bagus di tepi kaldera sekitar 500 m sebelah barat desa utama. Harganya sedikit lebih tinggi daripada pilihan lainnya yang tercantum di sini. Kamarnya bersih dan memiliki air panas. Mulai dari Rp800000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Sukapura

[sunting]
Panduan ini menggunakan kisaran harga berikut untuk harga sebuah kamar beranjang ganda yang standar:
MurahKurang dari Rp350000
MenengahRp350000Rp700000
MahalLebih dari Rp700000

Murah

[sunting]
  • 11 Bromo Camp & Dormitory, Jl. Raya Bromo, Dusun 2 Kedampul, Sapikerep (Belok kanan ke jalan setapak di dekat Restoran BaleRia), +62 812 3981 2366. Lapor masuk: 13:00, lapor keluar: 12:00–13:00. Kamar tidur bertingkat modern dengan jendela dan tirainya masing-masing, serta terdapat Wi-Fi gratis. Kamar mandi digunakan bersama. Staf tidak berbicara berbahasa Inggris. Sekitar Rp162000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 12 Gangga Homestay, Jl. Raya Bromo RT.06/RW.02, Wanasari, +62 812 3676 3460. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 13:00. Terdapat toko yang menjual barang-barang kebutuhan dasar di sebelahnya. Kamar-kamarnya nyaman meskipun agak kecil. Wi-Fi gratis. Kamar mandi digunakan bersama. Rp252000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 13 Homestay Anggun Bromo, Gg. Kampung Qur'an, Jl. Ringgit, Ponjol, +62 823 0247 7773. Lapor masuk: 12:00, lapor keluar: max 10:00. Kamar terlihat agak sederhana tapi ukurannya luas. Ada Wi-Fi gratis, tetapi tidak ada kipas angin atau pemanas ruangan. Anda bisa memasak makanan di dapur dalam. Tidak ada staf yang dapat berbicara bahasa Inggris di sini. Mulai dari Rp285000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 14 Hotel Nadia, Jl. Bromo Km 31, Sapikerep (dekat SMP Negeri 1 Sukapura), +62 852 3261 2985, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 10:00–12:00. Mulai dari Rp272541 untuk kamar standar. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 15 Yoschi's, Jl Raya Bromo, Wonokerto 117 Km 2, Sukapura (dibawah Jiwa Jawa Bromo Lodge dan sekitar 5 km ke bawah dari Cemoro Lawang), +62 822 5544 6000, . 24 kamar dan dua pondok keluarga dengan 2 kamar tidur. Biaya ekstra 20% sudah ditambahkan ke harga yang tertera. Mulai dari Rp200000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Menengah

[sunting]
  • 16 Grand Whiz Hotel Bromo, Jl. Raya Bromo, Sukapura, +62 335 5871 999, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: max 12:00. Hotel besar dengan kolam renang dan kafe — tersedia pilihan sarapan dan kamar kapsul. Dikelilingi pepRimbunan hijau. Hotel ini sudah tua, jadi beberapa area agak kurang terawat. Letaknya juga jauh dari Bromo (14 km ke Cemoro Lawang). Mulai dari Rp370000 untuk kamar superior. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 17 Gubuk Ndeso Bromo, Jl. Raya Bromo No. 92, Dusun 1, Sapikerep, +62 823 3101 1658, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Diklasifikasikan sebagai rumah inap, tetapi beroperasi lebih seperti hotel. Arsitektur bergaya tradisional. Rp505000 secara resmi, tetapi ada beberapa situs pemesanan yang menawarkan diskon 40–50%.. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 18 Homestay Lereng Bromo, Jl. Ringgit, Ponjol, +62 852 5855 9118. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Kamar-kamar terlihat bersih dan nyaman, dan berukuran kecil hingga sedang. Wi-Fi gratis dan cepat. Ada juga restoran disini dan menawarkan tur mobil jip. Mulai dari Rp350000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 19 SM Bromo Hotel, Jl. Raya Bromo No.KM. 02, Sukapura, +62 822 9977 8801, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Kamar luas, tetapi tidak ada ventilasi. Staf melayani dengan baik dalam bahasa Inggris. Memiliki restoran dengan pilihan menu vegetarian. Terdapat laporan yang ambigu mengenai kebersihan dan keandalan pancuran air panas. Kondisinya agak berisik di dalam, sebab letaknya dekat dengan jalan utama. Mulai dari Rp380000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 20 Omah Kayu Bromo, Jl. Raya Bromo, Dusun 2, Sapikerep, +62 811 3058 119. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00–13:00. Penginapan dari kayu tradisional khas Tengger. Rp350000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Mahal

[sunting]
  • 21 Jiwa Jawa Bromo Lodge (formerly Java Banana Bromo), Jl Raya Bromo, Wonotoro, +62 335 541193, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Hotel butik yang nyaman dengan pemandangan indah. Hotel ini terdiri dari penginapan, kafe, dan galeri. Juga menawarkan penyewaan sepeda gunung. Mulai dari Rp1750000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 22 Joglo Kecombrang Bromo, Jl. Bromo Km 31, Sapikerep, +62 821 4296 2949. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Penginapan dari kayu tradisional khas Tengger. Mulai dari Rp900000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 23 Manis Ae Cabin & Resto Bromo, Jl. Raya Bromo Dusun I Blok Kalongan, RT.01/RW.01, Jetak, +62 822 3100 0021, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Terdapat sekitar 18 kamar dengan bangunan terpisah masing-masing. Dilengkapi TV 43 inci dengan langganan Netflix (meskipun Wi-Fi-nya lambat). harga sudah termasuk sarapan gratis. Restoran di dalam memiliki tempat duduk di dalam dan luar ruangan, dengan jembatan kaca yang menjorok keluar. Rp1400000Rp1.800000 di musim liburan.. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Tosari/Wonokitri

[sunting]
  • 24 Bromo Backpacker Tosari, Jl. Bromo, Ledok Sari, +62 813 1006 4760, . Lapor masuk: 13:00, lapor keluar: 10:00–12:00. Kamar-kamar berwarna putih berukuran sedang. Memiliki dapur bersama. Rp300000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 25 Bromo Cottages, Jl Bromo Tosari, Tlogosari, Tosari, +62 335 515253, . Meskipun namanya sederhana, hotel ini sebenarnya cukup mewah dengan 100 kamar. Memiliki restoran Tionghoa yang bagus dan dapat mengatur penyewaan mobil. Mereka juga menawarkan berbagai macam tur terorganisir di dalam dan sekitar taman, serta melayani wisatawan independen. Mulai dari Rp600000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 26 Bromo Indah Lestari Homestay, Jl. Bromo No.9, Wonokitri, +62 813 3474 2064. Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Menawarkan penyewaan mobil jip. Rp127000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 27 Bromo Surya Indah Homestay, Jl Bromo 3, Wonokitri, +62 343 571049. Tempat menginap sederhana di lokasi yang bagus. Populer di kalangan wisatawan dengan anggaran terbatas. Sekitar Rp120000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 28 Lereng Bromo Hotel, Jl. Bromo, Ledok Sari, +62 813 3659 8889, . Lapor masuk: Kapan saja, lapor keluar: 12:00. Fasilitasnya meliputi kolam renang, restoran, dan toko kelontong. Kamar superior tidak memiliki jendela. Rp1400000 pada hari biasa. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 29 Tengger Homestay Bromo, Jl. Bromo, Wonokitri, +62 852 3155 8858, . Lapor masuk: 14:00, lapor keluar: 12:00. Tersedia ruang untuk merokok. Rp295000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 30 The Nature Bromo, Jl. Bromo Tosari, Baledono, +62 813 3658 9998. Lapor masuk: Kapan saja, lapor keluar: 12:00. Lebih mirip taman hiburan anak-anak dengan hotel. Tersedia aktivitas menunggang kuda, taman air, dan ATV. Rp1500000. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Perkemahan

[sunting]

Berkemah dapat dilakukan di taman ini, tetapi Anda harus mendaftar di gerbang Cemoro Lawang (di mana terdapat lokasi perkemahan yang di dekatnya). Terdapat banyak sumber air bersih dan aman di taman ini, silakan bertanya kepada penduduk setempat.

Namun, calon peserta berkemah harus menyadari betapa dinginnya cuaca di sini dan mempersiapkan diri dengan matang. Kantung tidur yang tebal sangatlah penting.

Tetap sehat

[sunting]

Suhu di Gunung Bromo sejuk di siang hari (meskipun sengatan matahari masih tergolong berbahaya), tetapi sangat dingin di malam hari, karena suhu bisa turun ke nol di musim panas dan jarang jauh di atas 5 °C di musim dingin. Beberapa tempat menginap yang lebih murah mungkin tidak menyediakan selimut atau alat penghangat yang memadai, jadi bersiaplah. Jika perlu, Anda bisa menyewa jaket dan topi di Cemoro Lawang dan di sudut pandang Penanjakan sekitar Rp 10.000.

Ada kasus malaria setiap tahun di kaki bukit taman, sehingga pengunjung yang berencana tinggal lama atau berkemah di daerah ini harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Ini bukanlah masalah bagi mereka yang ingin mengunjungi Gunung Bromo atau dataran tinggi saja.

Tetap aman

[sunting]

"Jalan" di puncak tangga menuju Gunung Bromo hanya sekitar 1 meter lebar dan di tempat-tempat yang menjorok ke kawah cukup besar. Berhati-hatilah, pastikan Anda memiliki senter untuk pendakian sebelum fajar dan sehat secara mental.

Bromo adalah gunung berapi aktif, dan Semeru adalah gunung berapi yang sangat aktif. Pada Juni 2004, dua wisatawan terbunuh di Bromo oleh batu-batu yang terlepas dari ledakan yang tiba-tiba. Laporan Kegiatan Vulkanik dari Smithsonian Institute mengawasi keduanya, dan layak untuk diperiksa.

Gunung ini menjadi sangat dingin di puncak tinggi di malam hari, mungkin lebih dingin daripada dimana pun di Indonesia bahkan di dataran tinggi gletser Papua. Bersiaplah untuk suhu malam hari yang tidak jauh di atas nol derajat celcius.

Tujuan berikutnya

[sunting]
Panduan perjalanan ke taman Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini adalah sebuah garis besar dan perlu diisi konten lagi. Walau sudah ada kerangkanya, tapi informasinya belum memadai. Ayo berpartisipasi dan bantulah mengembangkannya!