Lompat ke isi

Reset GPX untuk halaman ini
Dari Wikiwisata

Semarang (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦯꦼꦩꦫꦁ​, Pegon: سماراڠ, translit. Samarang) adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota ini adalah kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Kota Semarang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.699.585 jiwa, pada pertengahan tahun 2024.

Pahami

[sunting]

Nama kota Semarang berasal dari bahasa Jawa "asem" dan "arang", yang jika diartikan menjadi Asemarang atau Semarang.

Orientasi

[sunting]

Semarang terletak di pesisir utara provinsi. Kondisi topografi Semarang ditandai oleh dataran pantai yang sempit dan wilayah daratan yang semakin meninggi ke arah pedalaman. Kota ini berkembang dari kawasan pesisir menuju daerah yang lebih tinggi, di mana kawasan tersebut mengalami tingkat pembangunan permukiman yang cukup pesat karena memiliki iklim yang relatif lebih sejuk. Sementara itu, air laut secara perlahan menggenangi dataran rendah pesisir saat terjadi rob atau pasang laut bulanan, yang menyebabkan banjir hingga lebih dari satu kilometer dari garis pantai.

Iklim

[sunting]
 Iklim Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
Tinggi harian (°C) 313132323333333334343232
Rendah malam (°C) 252425252524242324252525
Curah hujan (mm) 357379193193137100474686153236290

Source: Wikipedia

Semarang memiliki iklim tropis yang dipengaruhi oleh letaknya di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara cenderung panas dan lembap, dengan suhu harian yang sering melebihi 32 °C (90 °F). Meskipun demikian, kota ini masih memiliki sejumlah kawasan hijau, berbeda dengan beberapa kota besar lain di Indonesia. Namun, sebagian wilayah yang sebelumnya dikenal memiliki suhu lebih sejuk kini mengalami peningkatan suhu. Iklim yang relatif lebih nyaman dapat ditemukan di daerah lereng menuju Ungaran. Secara umum, kondisi iklim Semarang panas dan lembap, sehingga penggunaan pakaian berbahan ringan dan berwarna terang lebih sesuai untuk menunjang kenyamanan aktivitas sehari-hari.

Informasi Pengunjung

[sunting]

Informasi pengunjung menunjukkan bahwa sejak tahun 2007 pemerintah mulai mengembangkan dan mempromosikan Semarang sebagai destinasi wisata. Upaya tersebut diawali dengan peluncuran citra dan slogan Semarang Pesona Asia (Semarang, Asia’s Enchantment) sebagai identitas pariwisata kota ini.

  • 1 Tourist Information Center (TIC) Semarang, Jl Pemuda No 147 (Sebrang Balai Kota, dekat Lawang Sewu dan Tugu Muda, TransSemarang BRT Koridor I, II, III, IV), +62 24 351-5451. Tempat ini dilengkapi dengan meja informasi dan sejumlah brosur yang memberikan penjelasan mengenai Kota Semarang serta daerah lain di Jawa Tengah. Dari sini, penumpang dapat menggunakan bus Joglosemar yang berangkat menuju Yogyakarta atau Solo dan menggunakan moda Jateng Travel (untuk menuju ke Jepara berangkat dari sini. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • Tourist Information Center, (TIC) Achmad Yani Airport. Kantor pariwisata juga memiliki meja informasi yang terletak di bandara.
[sunting]

Dengan pesawat

[sunting]

Bandar Udara Internasional Ahmad Yani (IATA: SRG; ICAO: WAHS) merupakan bandara yang melayani Kota Semarang.

Untuk kedatangan internasional, jika Anda memerlukan Visa saat tiba, lanjutkan ke sisi kiri antrian imigrasi, jika tidak, langsung ke konter imigrasi.

Dengan kereta

[sunting]

Terdapat dua stasiun besar di Kota Semarang, yaitu Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol. Di Stasiun Semarang Tawang, seluruh kereta api yang melewati lintas utara berhenti di sini kecuali Kereta Jayabaya dan Kereta Kertajaya.

  • 2 Stasiun Tawang (Stasiun Tawang atau Semarang Tawang pada aplikasi KAI Access), Jl Taman Tawang No. 1 (TransSemarang BRT Koridor II, III, and IV), +62 24 354-4544. Terletak di area Kota Lama Semarang, Stasiun Tawang memiliki nilai sejarah yang penting sebagai stasiun kereta api utama tertua di Indonesia yang masih beroperasi, sejak dibuka pada tahun 1867. Stasiun ini terutama melayani kereta jarak jauh kelas bisnis dan eksekutif dari kota-kota besar lainnya. Meskipun demikian, beberapa kereta kelas ekonomi juga singgah di stasiun ini, misalnya kereta yang melayani rute Solo and Purwokerto. Pastikan untuk mendengarkan lagu perpisahan atau sambutan Empat Penari atau yang juga dikenal dengan sebutan Gambang Semarang yang diputar melalui pengeras suara setiap kali kereta tiba atau berangkat. Stasiun Semarang Tawang (Q2836773) di Wikidata Stasiun Semarang Tawang di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
  • 3 Stasiun Poncol (Stasiun Poncol atau Semarang Poncol pada aplikasi KAI Access), Jl Imam Bonjol No. 115 (TransSemarang Koridor BRT III and IV), +62 24 354-4496. Stasiun Poncol terutama melayani kereta kelas ekonomi yang menuju kota-kota terdekat di Jawa Tengah, seperti Tegal, Pekalongan, atau Purwokerto. Namun, terdapat beberapa kereta ekonomi jarak jauh yang juga melayani rute menuju Jakarta, Surabaya, dan Malang. Stasiun Semarang Poncol (Q2782742) di Wikidata Stasiun Semarang Poncol di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Semarang memiliki jaringan transportasi yang baik dan terhubung dengan Jakarta, Bandung dan Surabaya menggunakan moda kereta api. Kereta kelas ekonomi dan eksekutif Joglosemarkerto beroperasi dalam rute melingkar di seluruh Jawa Tengah, melintasi Yogyakarta, Solo, Semarang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, dan kembali lagi ke Yogyakarta, kereta juga beroperasi dalam arah sebaliknya. Beberapa kereta kelas eksekutif menghubungkan Semarang dengan Jakarta (6 jam) dan Surabaya (4 jam) beberapa kali dalam sehari.

Lihat

[sunting]
Lawang Sewu Semarang
  • 1 Lawang Sewu, Jl Pemuda, Sekayu (tepat di dekat bundaran Tugu Muda). 07:00-21:00. Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah yang terletak di Kota Semarang. Nama Lawang Sewu berasal dari bahasa Jawa yang berarti “seribu pintu”, merujuk pada banyaknya pintu dan bukaan yang terdapat pada bangunan ini. Lawang Sewu dibangun pada tahun 1907 dan awalnya berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda. Seiring waktu, bangunan ini mengalami berbagai perubahan fungsi sesuai dengan kondisi sejarah yang terjadi.

    Pada masa kolonial Belanda, bagian ruang bawah tanah bangunan ini dikaitkan dengan penggunaan sebagai fasilitas penahanan. Selama Perang Dunia II, Lawang Sewu digunakan sebagai markas tentara Jepang di Semarang. Bangunan ini juga memiliki loteng yang dilengkapi dengan dua menara air. Saat ini, Lawang Sewu dikenal sebagai salah satu ikon wisata sejarah Kota Semarang dan dilengkapi dengan layanan pemandu wisata bagi pengunjung.
    Lawang Sewu (Q1704755) di Wikidata Lawang Sewu di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
Kelenteng Sam Poo Kong Semarang
  • 2 Kuil Sam Poo Kong (Kelenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu), Jl Simongan No. 129, +62 24 760-5277. Sam Poo Kong, yang juga dikenal sebagai Gedung Batu, merupakan kompleks klenteng bersejarah di Kota Semarang yang dibangun untuk menghormati Laksamana Cheng Ho, seorang admiral Muslim Tiongkok dari Dinasti Ming yang singgah di Semarang pada awal abad ke-15. Kompleks ini mengalami renovasi besar pada tahun 2006 dalam rangka memperingati 600 tahun kedatangan Cheng Ho ke wilayah tersebut.

    Di area pintu masuk terdapat sejumlah toko yang menjual berbagai pernak-pernik dan seni khas Tiongkok, serta fasilitas tempat makan bagi pengunjung. Sam Poo Kong merupakan salah satu pusat peribadatan penting bagi penganut kepercayaan Tionghoa, khususnya Kong Hu Cu (Konfusianisme). Kompleks ini dilengkapi dengan relief batu panjang yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting selama masa kunjungan Cheng Ho di Semarang, serta beberapa bangunan tempat ibadah dengan gaya dan arsitektur yang beragam. Area klenteng dapat dikunjungi wisatawan dengan ketentuan tertentu, sementara ruang-ruang ibadah utama diperuntukkan bagi umat yang melakukan kegiatan keagamaan.
    Sam Poo Kong (Q2128689) di Wikidata Kelenteng Sam Poo Kong di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
Simpang Lima Semarang
  • 3 Simpang Lima. Kawasan ini merupakan sebuah alun-alun besar sekaligus pusat aktivitas dan perdagangan yang berada di pusat Kota Semarang. Area ini menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada malam hari, ketika pengunjung dapat menikmati suasana kota, mencicipi berbagai pilihan kuliner, atau berkeliling menggunakan sepeda hias yang dikenal sebagai “gowes”. Pada Minggu pagi, kawasan ini berfungsi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan Car Free Day Kota Semarang, yang dimanfaatkan warga untuk berkumpul bersama keluarga, berolahraga, serta melakukan berbagai aktivitas rekreasi seperti bersepeda, bermain sepatu roda, bermain basket, dan menikmati suasana kota sambil bersantai. Simpang Lima Semarang (Q19734075) di Wikidata Simpang Lima Semarang di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
Vihara Watugong
  • 4 Vihara Watugong (Vihara Buddhagaya Watugong), Jl Perintis Kemerdekaan Pudakpayung, Banyumanik (Lokasi ini mudah dikenali oleh pengemudi taksi mana pun, atau dapat dicapai dengan menggunakan bus rapid transit TransJateng dari pusat kota dengan arah menuju Bawen.). Tempat ini merupakan salah satu situs Buddhis yang populer, dengan ciri utama Pagoda Avalokitesvara setinggi 45 meter yang memiliki tujuh tingkat dan dikenal sebagai yang tertinggi di Indonesia. Di kawasan ini terdapat berbagai altar dan tempat ibadah yang berkaitan dengan aliran Theravada, Mahayana, dan Vajrayana. Pembangunan kompleks ini mulai dilakukan sejak tahun 1950-an. Vihara Buddhagaya Watugong (Q28725182) di Wikidata Vihara Buddhagaya Watugong di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
Museum Kota Lama Semarang
  • 5 Museum Kota Lama, Jl. Cendrawasih No.1a, Purwodinatan. Selasa-Minggu 10:00-15:30. Museum ini menampilkan sejarah Kota Lama Semarang. Sejarah yang ditampilkan dimulai sejak tahun 1547 saat Kota Semarang didirikan. Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps
Museum Mandala Bhakti
  • 6 Museum Perjuangan Mandala Bhakti, Jl. Mgr. Sugiyopranoto. Tu–Th 08:00–18:00, F 08:00–10:30, Su 08:00–12:00. Museum Militer. Museum Mandala Bhakti (Q19746470) di Wikidata Museum Mandala Bhakti di Wikipedia Buka di OSM Buka di Apple Maps Buka di Google Maps

Kuliner

[sunting]
  • Lunpia Cik Me Me (LCM), Jl. Gajahmada No.107, Miroto, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135, 0851-0000-0727. lumpia Semarang (Q4103061) di Wikidata Lumpia Semarang di Wikipedia
LunpiaSemarang
  • Nasi Gandul Pak Memet, Jalan Dokter Cipto No.12, Bugangan, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50123. Nasi gandul (Q12500151) di Wikidata Nasi gandul di Wikipedia
  • Soto Bangkong Semarang, Ruko Bangkong Plaza, Jl. Majapahit No.1, Peterongan, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50242, (024) 8412842. Soto Bangkong (Q862813) di Wikidata Soto bangkong di Wikipedia
  • Mie Kopyok Pak Dhuwur, Jl. Tanjung No.18A, Pandansari, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132, 0856-4137-2758. Mie kopyok (Q19746254) di Wikidata Mi kopyok di Wikipedia
  • Warung Kepala Manyung Bu Fat, Jl. Ariloka No.44, Krobokan, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50141, (024) 7618208. Mangut Ndas Manyung (Q19746189) di Wikidata Mangut kepala manyung di Wikipedia

Fasilitas kesehatan

[sunting]

Rumah sakit dengan unit gawat darurat 24 jam:

Tujuan berikutnya

[sunting]
Laman ini masih merupakan sebuah rintisan dan membutuhkan perhatian Anda, karena laman ini tidak memiliki kerangka artikel. Anda dapat membantu Wikiwisata dengan mengembangkan laman ini hingga sempurna!