- Untuk kegunaan lain, lihat Madinah (disambiguasi).
Madinah (Arab: المدينة, Madinah), secara resmi dikenal sebagai Al-Madinah al-Munawwarah (Arab: المدينة المنورة, al-Madīnah al-Munawwarah), adalah sebuah kota di wilayah Hijaz di Arab Saudi.
Biasanya disebut sebagai "tempat lahir budaya dan peradaban Islam", kota ini merupakan kota tersuci kedua dalam Islam.
Meskipun kunjungan ke Madinah bersifat opsional (walaupun sangat dianjurkan) dan bukan bagian dari naik Haji, sebagian besar jamaah biasanya mengunjungi Madinah setelah menyelesaikan ibadah Haji sebelum pulang.
Pahami
[sunting]Madinah berjarak 210 mil (340 km) dari Mekkah dan sekitar 120 mil (190 km) dari garis pantai Laut Merah. Tempat ini mejadi tempat yang paling strategis di wilayah Hejaz, beberapa aliran sungai mengaliri kota ini. Setiap batas kota dikelilingi oleh bukit dan gunung
Kota lama Madinah berbentuk bulat telur, dikelilingi benteng-benteng yang kuat, sekitar 30 hingga 40 kaki (9.1 hingga 12.2 m) tingginya, tertanggal sejak abad ke-12 benteng tersebut dilengkapi menara. Benteng tersebut memiliki empat gerbang, yaitu Bab-al-Salam, atau gerbang Mesir, dikenal karena bentuknya yang indah. Di samping tembok kota, batas utara dan selatan dibatasi oleh perumahan, lahan kosong, kebun-kebun dan taman. Benteng tersebut dihancurkan pada masa Saudi seiring perkembangan dan perluasan Masjid Nabawi.
Makam Fatimah (anak perempuan Nabi Muhammad) dan Hasan (cucu Nabi Muhammad), berada di Jannatul Baqi, dan Abu Bakar (khalifah pertama sekaligus mertua Nabi Muhammad), dan Umar (Umar ibn Al-Khattab), khalifah kedua, juga dimakamkan di sini.
Sejarah
[sunting]Pada masa sebelum Islam berkembang, kota Madinah bernama Yatsrib, dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah, kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat kekhalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad. Terdapat tiga khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalibpemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak. Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskusdan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena pengkhianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir ke luar Madinah.
Kini Madinah bersama kota suci Mekkah berada di bawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi.
Menuju ke sini
[sunting]| Catatan: Orang non-muslim dilarang memasuki Masjid Nabawi. Saat ketahuan oleh aparat, Anda akan dibawa keluar. |
Tidak seperti Mekkah, kota Madinah terbuka untuk semua orang, termasuk non-Muslim. Dulu orang non-Muslim dilarang masuk ke pusat kota Al-Haram, tetapi aturan ini dilonggarkan pada tahun 2021, sehingga turis non-Muslim sekarang dapat masuk sampai ke pagar pembatas Masjid Nabawi dan mengambil foto dari luar. Masuk ke Masjid Nabawi masih dilarang untuk non-Muslim, namun per April 2023 sepertinya hal itu tidak terjadi karena tidak ada orang yang akan menanyai anda di pintu masuk.
Pada masa lalu memerlukan waktu cukup lama untuk mencapai Madinah (kurang lebih satu bulan) dengan menggunakan inta. Pada masa kekuasaan Usmaniyah Turki, terdapat jalur kereta api yang menghubungkan Madinah dengan Amman (Yordania) serta Damaskus (Suriah) yang merupakan bagian dari jalur kereta api Istambul(Turki)-Haifa (Israel) yang dikenal dengan nama Jalur kereta api Hijaz. Kini jalur itu sudah tidak ada lagi dan stasiun kereta api Madinah dijadikan museum. Jalur ini dahulu digunakan untuk kelancaran pengangkutan jamaah haji. Saat ini selain menggunakan jalan darat, kota Madinah dapat diakses melalui Udara dengan bandara berskala internasional yang terutama digunakan pada musim haji selain bandara Raja Abdul Aziz di Jeddah.
Berkeliling
[sunting]Makan
[sunting]Ada berbagai restoran yang menjual hampir semua jenis makanan dari seluruh dunia. Ada banyak restoran India, Pakistan, dan Bangladesh. Ada juga makanan Tiongkok, Indonesia, Turki, Mesir, dan juga makanan lokal.
Rantai makanan cepat saji ala Barat yang terkenal seperti McDonald's, Pizza Hut, Don Giovanni's, dan KFC juga ada gerai disini. Rantai makanan Arab Saudi seperti Al Baik, Kudu, dan Hardeez juga ada. Makanan khas setempat yang paling murah adalah shawarma, taamiyya (sejenis roti lapis sayuran), foul (kacang yang dimasak) dengan tameez (roti), serta ayam utuh panggang Broast.
Minum
[sunting]Sama seperti di tempat lain di negara Arab, minuman alkohol dilarang. Minum minuman apa pun di siang hari selama Ramadan dapat dikenai hukuman oleh polisi agama dan oleh sebab itu tidak boleh dilakukan di tempat terbuka.
Tidur
[sunting]
Madinah memiliki banyak hotel yang sebagian besar sangat dekat dengan masjid. Banyak hotel bintang 5 telah dibangun di sekitar Masjid Nabawi dalam radius 500 meter. Di luar daerah itu, terdapat banyak hotel murah yang berjarak beberapa mil dari Masjid Nabawi. Tarif tergantung pada jarak hotel dari masjid, semakin dekat semakin mahal. Bahkan hotel-hotel murah ini memiliki fasilitas seperti tempat tidur yang layak dengan linen bersih, lantai berkarpet, AC, kulkas di setiap kamar, kamar mandi berubin yang dilengkapi dengan WC bergaya timur atau barat (kadang-kadang keduanya), pancuran air panas dan dingin yang mengalir 24 jam. Dapur dengan LPG, kompor, dan wastafel juga tersedia bagi para peziarah yang ingin memasak makanan mereka sendiri. Namun sekarang semua hotel kecil dan tua ini sedang dihancurkan secara besar-besaran untuk membuka lahan bagi hotel-hotel berbintang.
Tengah kota
[sunting]- 1 Al-Majeedi ARAC Suites, Northern Central Zone, ☏ +966 4 820 0000 ext 5100. Apartemen yang luas serta dilengkapi dengan telepon, TV kabel, AC, dan kamar mandi. Fasilitas yang tersedia meliputi penukaran mata uang, layanan cuci kering/binatu, dan kotak penyimpanan deposit. Selama menginap di sini, Anda dapat mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Masjid Al Nabawi, Masjid Qiblatayn, dan Masjid Musallah. Mulai dari SR 400.

- 2 Taiba ARAC Suites, Northern Central Zone, ☏ +966 4 820 0000 ext 1005. Hotel ini menawarkan kamar dengan kamar mandi, TV kabel, AC, dan telepon. Fasilitas yang tersedia meliputi penukaran mata uang, layanan cuci kering/binatu, dan kotak penyimpanan deposit. Selama menginap di sini, Anda dapat mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Masjid Al Nabawi Al Sharief, Masjid Qibalatin, dan Baqi Al-Gharqad. Mulai dari SR 2300.

- 3 Hotel Pullman Zamzam Madina, Amr Bin Al Gmoh Street, ☏ +966 14 821 0500.

- 4 Madinah Hilton, Jalan King Fahd, ☏ +966 14 821 9100. Hotel ini memiliki 357 kamar dengan Wi-Fi gratis dan TV. Terdapat kafe yang beroperasi dari pukul 10 pagi hingga 11:45 malam serta ada dua restoran di dalam sini. Parkir gratis.

- 5 The Oberoi, Madina (فندق اوبروي المدينة المنورة x), Jalan Abizar, 1880, ☏ +966 14 828 2222.

- 6 Al Andalous Suites.

- 7 Dar Al Hijra Intercontinental, ☏ +966 14 8207777, reservations.icdaralhijra@ihg.com. Check-in: 16:00, check-out: 12:00.

- 8 Hotel Anwar Al Madinah, ☏ +966 14 8181000, hotel.anwar-al-madinah@movenpick.com.

- 9 Hotel Al Muna Kareem.

Di luar zona tengah kota
[sunting]Hotel-hotel berikut terbuka untuk khalayak umum.
- 10 Le Méridien Medina, Jalan Khaled Bin El Waleed, ☏ +966 14 846 0777. Sebelumnya bernama Sheraton, hotel ini adalah satu-satunya hotel bermerek di Madinah yang terbuka untuk non-Muslim. Letaknya dekat bandara dan sering digunakan oleh awak maskapai penerbangan. Sekitar SR 600 per malam.

Tetap aman
[sunting]Penipuan
[sunting]Banyak pengunjung berpikir bahwa karena Madinah adalah kota suci, sehingga mereka tidak perlu khawatir akan ditipu. Itu bukanlah asumsi yang aman. Berikut adalah beberapa penipuan yang perlu diwaspadai:
- Saat Anda meninggalkan area aman bandara Madinah dan memasuki aula kedatangan, jika Anda terlihat seperti pengunjung kaya dari negara yang lebih makmur, Anda akan didekati oleh seorang pria yang percaya diri dan pandai berbicara yang meminta untuk melihat paspor Anda. Orang ini "bukan" petugas bandara ataupun aparat pemerintah, tetapi sebenarnya bekerja untuk perusahaan taksi lokal. Jika Anda memberikan paspor Anda kepadanya, dia kemudian akan meminta Anda untuk mengikutinya ke meja tempat paspor yang akan diserahkan kepada seseorang yang akan berpura-pura memeriksanya dengan cermat, lalu menyuruh Anda untuk mengikuti salah satu rekannya ke pangkalan taksi di mana Anda pasti akan dikenakan biaya yang sangat mahal untuk perjalanan Anda ke pusat Madinah. Ada harga standar yang ditetapkan untuk perjalanan taksi dari bandara ke pusat Madinah, sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah, dan harga ini akan tercantum pada papan tanda di area parkir. Jangan sampai tertipu membayar lebih dari harga seharusnya. Anda harus selalu meminta untuk melihat kartu identitas terlebih dahulu kepada orang-orang yang ingin meminta paspor Anda.
- Waspadai pengemudi taksi (baik resmi maupun tidak resmi) yang menceritakan kisah sedih tentang kesulitan besar di negara asal mereka, atau bahkan mengatakan bahwa mereka akan pergi berperang Jihad di Palestina, Chechnya, Burma, dll., dan akan meminta sumbangan. Ini sudah pasti merupakan kebohongan yang dirancang untuk menipu Anda agar memberikan uang, karena mereka tahu para peziarah selalu merasa dermawan dan tidak akan mempertanyakan kebohongan tersebut. Jangan pernah tertipu oleh trik ini.
- Waspada, karena beberapa toko dan kios dengan tanpa malu-malu mengurangi kembalian Anda karena mereka tahu hanya sedikit orang yang akan menyadarinya dan itu adalah uang mudah bagi bisnis yang tidak jujur. Jadi, jika Anda berasal dari tempat di mana Anda mempercayai toko-toko untuk bersikap jujur, maka Anda perlu lebih skeptis saat berada di Madinah. Konfirmasikan harga sebelum Anda menyerahkan uang tunai dan kemudian periksa kembali kembalian Anda. Jika Anda menerima kurang dari yang seharusnya, tegaslah dalam meminta kembalian yang benar. Mereka kemudian akan memberikan kembalian yang benar tanpa keluhan karena ada hukuman berat untuk pencurian.
Hormati
[sunting]Berpakaianlah dengan sopan, terutama jika Anda akan memasuki masjid. Bahkan sekalipun Anda sedang tidak mengunjungi tempat suci, jika Anda mengenakan celana pendek, Anda seringkali akan menjadi satu-satunya orang yang terlihat mengenakan celana pendek, yang dapat menarik perhatian dan membuat malu.
Tujuan berikutnya
[sunting]Mekkah adalah kota suci lain yang dikunjungi oleh orang-orang yang mengikuti Umrah (ziarah kecil) atau naik Haji. Anda dapat menyewa taksi untuk membawa Anda ke Mekah, yang akan menelan biaya sekitar SR 500 untuk maksimal empat penumpang. Cara yang jauh lebih murah untuk sampai ke sana adalah dengan menggunakan layanan bus SAPTCO (Saudi Arabia Public Transport Company, Perusahaan Transportasi Umum Arab Saudi). Ada dua jenis bus yakni reguler dan VIP. Layanan reguler cukup nyaman dan akan menelan biaya SR 55 per orang. Versi VIP (yang dapat Anda naiki dari hotel Crowne Plaza) sedikit lebih mewah dan akan dikenakan biaya SR 100 per orang.
Cara tercepat untuk bolak-balik antar kedua kota adalah dengan kereta cepat, yang menempuh jarak tersebut dalam waktu sekitar 2 jam. Kereta beroperasi antara Madinah dan Mekah, dengan stasiun di Kota Ekonomi Raja Abdullah, Jeddah (Naseem), dan Bandara Internasional Raja Abdulaziz.
