| PERINGATAN: Pada tanggal 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan besar-besaran ke Israel dari Jalur Gaza. Israel pun membalasnya dengan serangan udara ke wilayah ini, dan serta blokade terhadap Jalur Gaza. Makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya semakin menipis akibat konflik — lihat keamanan zona perang untuk informasi lebih lanjut. Namun, jika Anda ingin bepergian ke Gaza, pertimbangkan saran perjalanan berikut. | |
| Anjuran perjalanan dari pemerintah: Australia • Kanada • Selandia Baru • Britania Raya • Amerika Serikat |
Jalur Gaza (Arab غزة, Ghazzah, Ibrani עזה Azza) adalah salah satu bagian wilayah dari Palestina di Timur Tengah. Kota terbesarnya adalah Gaza.
Pahami
[sunting]Terletak di antara Israel dan Mesir, Jalur Gaza memiliki beberapa kota kecil dan kota besar yang telah berkembang. Nama ibu kota (dan juga kota terbesarnya) adalah Gaza, dengan Khan Yunis dan Rafah menjadi kota terbesar kedua dan ketiga. Beberapa desa kecil juga ada di antara kedua kota ini. Meskipun dirundung berbagai masalah, Jalur Gaza memiliki infrastruktur dan arsitektur yang cukup modern, tetapi sebuah laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada awal tahun 1952 menyatakan bahwa Jalur Gaza terlalu kecil untuk menampung populasinya yang berjumlah 300.000 jiwa, dan sekarang sudah terdapat lebih dari 1,7 juta penduduk. Pada tanggal 7 Oktober 2023, Perang Israel-Hamas pecah, dan menyebabkan nyawa ribuan orang melayang.
Sebagian besar penduduknya adalah keturunan pengungsi Palestina yang melarikan diri atau diusir dari rumah mereka di Israel selama atau setelah perang 1948 dan tidak diizinkan untuk kembali ke rumah dan desa mereka. Sayangnya karena mereka juga bukan warga negara Mesir, mereka juga tidak diizinkan masuk ke Mesir.
Sejarah
[sunting]Gaza sudah eksis sedari dulu kala. Referensi paling tua yang diketahui ilmuwan adalah sebuah prasasti di Kuil Amun di Karnak, Mesir, tertanggal 1500 SM, yang menyatakan bahwa kota Gaza 'berkembang'. Dan untuk waktu yang lama, wilayah inimenjadi sebuah pos persinggahan di jalur perdagangan yang menghubungkan Asia dan Persia dengan Arab, Mesir, dan Afrika; sehingga namanya berarti "harta karun" dalam bahasa Arab. Aleksander Agung mengepung kota itu pada 332 SM, mengeksekusi 10.000 orang yang bertahan setelah ditahan selama dua bulan. Kemudian, kota itu berganti-ganti dikuasai oleh Romawi, Tentara Salib, Mamluk, Utsmaniyah, dan bahkan sempat dikuasai oleh Perancis pada tahun 1799 ketika Napoleon Bonaparte mendirikan kemah dalam perjalanannya menuju kekalahan di Mesir. Turki merebutnya kembali, lalu menyerahkannya kepada Britania Raya dalam Perang Dunia I. Tentara Mesir merebutnya selama perang tahun 1948 yang berujung pada kemerdekaan Israel, membuka kamp-kamp bagi para pengungsi Palestina yang melarikan diri dan diusir dari rumah mereka oleh pasukan Israel — maka dari itu, situasi konflik saat ini dimulai ketika Israel menduduki Jalur Gaza pada tahun 1967.
Didorong oleh kekerasan Intifada ("Pemberontakan") pada 1987–1993, Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina menandatangani "Deklarasi Prinsip-prinsip tentang Aransemen Pemerintahan Sendiri Sementara" pada tahun 1993, yang dengannya Otoritas Palestina (OP) dibentuk untuk memerintah Jalur Gaza dan Tepi Barat untuk masa transisi "tidak lebih dari lima tahun" sebagai langkah menuju kemerdekaan penuh Palestina. Sebagian wilayah memang diserahkan kepada OP antara tahun 1994 dan 1999, tetapi rencana perdamaian tersebut digagalkan oleh "intifada kedua" yang meletus pada bulan September 2000, yang memicu spiral buntut kekerasan lainnya.
Israel sempat secara sepihak menarik diri dari Gaza pada tahun 2005, mengevakuasi permukiman Yahudi dan menarik pasukannya dari wilayah tersebut. Namun, Israel tetap mempertahankan kendali atas wilayah udara dan garis pantai, di samping fakta bahwa seluruh wilayah tersebut dikelilingi oleh pagar keamanan bersenjata yang besar. Hamas yang berhaluan Islamis memenangkan pemilu pada tahun 2006 dan dengan kekerasan mengusir atau membunuh sisa-sisa Otoritas Palestina pada tahun 2007. Di bawah pemerintahan Hamas, telah terjadi insiden peluncuran rudal dari Gaza ke Israel dan dibalas pembunuhan yang ditargetkan Israel terhadap teroris di Gaza dengan pengeboman atau invasi ke Gaza. Israel juga sangat membatasi pergerakan orang, perdagangan, serta bantuan antara Gaza dan Israel sebagai tanggapan atas serangan terhadap titik-titik penyeberangan perbatasan dan ketidak-akuan pemerintah Hamas terhadap Israel. Hubungan antara Hamas dan pemerintah Mesir juga terkadang tegang, contohnya pemerintah Mesir terkadang menyalahkan Hamas atas serangan terhadap pasukan keamanan Mesir dan warga sipil di Sinai; tetapi di saat bersamaan, Mesir juga mengutuk tindakan kekerasan Israel terhadap Gaza. Dari Desember 2008 hingga Januari 2009, Israel melancarkan serangan udara, laut, dan darat terkoordinasi besar-besaran terhadap pemerintah Hamas dan organisasi-organisasi militan sekutunya. Permusuhan kembali terjadi pada tahun 2012, tetapi gencatan senjata yang singkat berhasil dipulihkan dengan bantuan mediasi Mesir.
Pada tahun 2025, Israel berperang dengan Hamas di Jalur Gaza. Jadi, sangat kecil kemungkinan Anda akan bisa masuk ke Gaza kecuali bila Anda seorang jurnalis terakreditasi, atau pekerja PBB atau badan amal, dan Anda telah melakukan penilaian risiko yang mendalam. Jangan mengandalkan panduan perjalanan ini sebagai dasar untuk penilaian risiko Anda. Infrastruktur sipil telah terdampak sangat parah, dan kehadiran Anda di jalur tersebut malah akan mengurangi sumber daya yang seharusnya diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
Geografi
[sunting]
Jalur Gaza adalah wilayah sempit sepanjang 40 km yang terletak di antara Laut Mediterania di barat dan Gurun Negev di timur. Mesir terletak di sebelah selatan, sedangkan bagian utara dan timur berbatasan dengan Israel. Perluasan Kota Gaza sebagian besar membentang di sepanjang dan di sekitar Jalan Omar al-Mukhtar sepanjang 3 km, meliputi sebagian besar wilayah utara. Kota-kota besar lainnya di Jalur Gaza ialah Khan Yunis dan Rafah, yang berada di dekat perbatasan selatan, sementara sebagian besar sisa wilayahnya ditutupi lahan pertanian.
Sedikit uraian penjelasan dalam terminologi: Jalur Gaza mengacu pada keseluruhan wilayah seluas 40 km x 6 km. Luas jalur ini sedikit lebih kecil dari Barbados dan sedikit lebih besar dari Malta. Kota Gaza mengacu pada kota itu sendiri, di bagian utara jalur tersebut, tetapi karena pertumbuhan penduduk yang pesat, kota tersebut kini meluas ke banyak desa di sekitarnya dan sulit untuk membedakan mana yang merupakan bagian dari kota dan mana yang bukan. Baik kota maupun jalur tersebut hampir selalu disebut secara bergantian sebagai Gaza, sehingga panduan ini akan mengikuti istilah tersebut.
Iklim
[sunting]Musim dingin terasa sedang dan ringan, musim panas terasa kering dan hangat hingga panas.
Lanskap
[sunting]Daratannya ada yang datar dan bergelombang, ada juga pantai berpasir dan berbukit pasir. Lahan dapat dimanfaatkan untuk pertanian.
Titik tertinggi: Abu 'Awdah (Joz Abu 'Auda) 105 m (344 ft)
Menuju ke sini
[sunting]Memasuki Gaza tergolong sulit dan tidak bijaksana. Sejak sekitar tahun 2003, semua calon pengunjung diwajibkan untuk mengajukan permohonan izin Israel terlebih dahulu untuk memasuki Jalur Gaza. Permohonan ini biasanya diajukan melalui kedutaan besar Anda di Israel,dan secara teori membutuhkan waktu antara 5–10 hari. Namun dalam praktiknya, prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan jika Anda bukan jurnalis terakreditasi penuh maupun seorang pekerja bantuan/hak asasi manusia, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan izin untuk memasuki Gaza dari Israel.
Karena ada perang Israel-Hamas, memasuki Gaza dari Mesir melalui perlintasan Rafah juga tidak dimungkinkan.
Dengan pesawat
[sunting]Wilayah Gaza tidak memiliki bandara yang berfungsi, karena Bandara Internasional Yasser Arafat (GZA IATA) telah ditutup, dan landasan pacunya dihancurkan oleh buldoser Israel pada tahun 2002. Bandara terdekat adalah Bandara Internasional El Arish di Mesir (yang tidak memiliki penerbangan komersial) dan Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv (TLV IATA). Bandara komersial non-Israel terdekat adalah Bandara Internasional Queen Alia di Yordania (AMM IATA) dan Bandara Internasional Raja Hussein (AQJ IATA), sementara bandara terdekat yang dikuasai Mesir dengan layanan komersial non-carter adalah Bandara Internasional Kairo (CAI IATA). Bandara Internasional Taba (TCP IATA) jaraknya lebih dekat daripada Kairo, tetapi hanya melayani penerbangan carteran.
Masuk lewat jalur darat
[sunting]
Titik masuk darat utama adalah melalui Persimpangan Erez di utara, di perbatasan dengan Israel. Cara termudah untuk mencapai Erez adalah dengan taksi, atau dengan naik bus Dan BaDarom[pranala mati]
nomor #20 dari Ashkelon ke pos pemeriksaan.
Anda memerlukan izin dari Angkatan Darat Israel, atau kartu GPO (pers). Jika Anda sudah memegang izin, Anda perlu berkoordinasi dengan Angkatan Darat Israel, yang menentukan kapan Anda berencana masuk dan meninggalkan Gaza. Wartawan dengan kartu Kantor Pers Pemerintah dapat datang dan pergi sesuka hati. Hanya kendaraan yang telah dipersiapkan dan dikoordinasi sebelumnya (seperti beberapa mobil PBB) yang diizinkan masuk dan hanya setelah pemeriksaan menyeluruh, yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan. Akan sangat membantu jika Anda bepergian dengan seseorang yang telah melewati pemeriksaan ketat sebelumnya melalui Erez.
Di Erez, Anda harus mendekati tentara Israel di kotak pil. Mereka mungkin meminta Anda untuk membuka tas Anda di atas meja, dan (seperti di Tel Aviv) menanyakan apakah Anda membawa senjata. Mereka akan memeriksa paspor dan izin masuk Anda. Anda kemudian menunggu di luar gerbang elektronik hingga giliran Anda dipanggil. Anda kemudian memasuki terminal, menyerahkan paspor dan dokumen Anda kepada tentara lain untuk menerima stempel keluar Israel. Tentara itu mungkin akan bertanya lebih lanjut, mungkin juga tidak, biasanya hal-hal seperti apakah ini pertama kalinya Anda di Gaza, dll.
Jika semuanya sudah beres, ambil kembali dokumen Anda dan ikuti petunjuk arah ke Gaza. Setelah keluar dari terminal, Anda akan tiba di terowongan beton panjang yang kosong. Jangan membawa barang yang terlalu besar karena Anda harus melewati gerbang putar. Setelah melewati terowongan, Anda akan melintasi area tak bertuan. Panjangnya setidaknya 1000 m. Warga Palestina diperbolehkan di area ini; jadi jika Anda beruntung, Anda dapat menemukan porter, troli, kursi roda, atau sejenisnya. Jika Anda naik tuk-tuk, selalu letakkan tangan Anda di dalam kendaraan dan nikmati perjalanannya.
Setelah terowongan berpagar, Anda akan sampai di dekat sebuah gubuk kecil. Ini adalah pos pemeriksaan yang secara teknis dapat diabaikan dalam perjalanan ke Gaza. Tetapi jika diabaikan, Anda akan menanggung risikonya sendiri dalam perjalanan pulang, sebab, penghuni di sini adalah pengemudi taksi (yang mungkin dapat membantu Anda keluar secara lebih nyaman dari Gaza).
Naik taksi ke pos pemeriksaan Palestina, 800 m lagi di jalan. Tarifnya adalah ₪3 per orang. Anda akan digeledah untuk mencari barang-barang ilegal (pastikan Anda digeledah, karena ada gubuk di sebelah kanan. Kunjungi juga gubuk di sebelah kiri untuk meningkatkan kredensial Anda terhadap Hamas).
Barang-barang terlarang termasuk alkohol serta makanan non-halal, dan dilarang oleh pemerintah Hamas. Jika Anda gagal melewati pemeriksaan, barang-barang Anda akan disita. Dalam kasus yang paling buruk, Anda akan ditahan (walau kemungkinan besar Anda tidak akan melihat senjata apa pun saat ini). Dalam situasi yang sangat buruk, segeralah kabur ke negara Israel.
Setelah selesai, Anda dapat naik taksi lain, atau menunggu jemputan yang telah dipersiapkan oleh kontak lokal Anda.
Keluar lewat jalur darat
[sunting]Meskipun sulit untuk masuk Gaza, namun hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keluar Gaza. Setelah diturunkan di pos pemeriksaan Hamas dekat Hamsa Hamsa, pergilah ke karavan putih di sebelah kanan Anda untuk mendapatkan izin keluar.
Setelah melewati pos pemeriksaan, naik taksi (₪3/orang) ke pos pemeriksaan depan (di mana pagar kawat dimulai). Kemudian, pergilah ke gubuk di sebelah kanan. Seorang petugas akan mengambil paspor Anda dan menelepon terlebih dahulu untuk memberi tahu orang Israel bahwa Anda akan datang. Jika Anda mengabaikan prosedur ini, siap-siap menghadapi risikonya sendiri.
Setelah Anda mendapatkan paspor kembali, naiklah tuk-tuk jika memungkinkan, atau mulailah berjalan kaki sejauh 1 km+ ke Israel.
Ketika Anda mencapai ujung terowongan, Anda akan melihat beberapa pintu. Setelah beberapa orang berkumpul, salah satu pintu akan terbuka (ditunjukkan oleh lampu hijau di atas pintu).
Anda kemudian akan memasuki aula dengan meja di tengahnya. Buka tas Anda di meja (tidak ada tanda yang jelas untuk melakukan ini, tetapi lihat ke atas dan ada kamera. Mereka sedang memeriksa barang-barang yang terlihat seperti bom).
Setelah mereka memastikan Anda tidak membawa barang terlarang di dalam tas, masuklah ke pintu putar saat lampu berkedip hijau. Anda tidak akan menerima ucapan "OK", tetapi yakinlah Anda akan diteriaki dalam bahasa Ibrani jika Anda tidak OK.
Anda akan melihat fasilitas toilet di sebelah kanan Anda. Gunakanlah. Ikuti tanda panah ke Israel. Anda kemudian akan menemukan aula lain dengan delapan pintu. Tunggu hingga salah satu lampu menyala hijau, lalu masuki pintu itu. Titipkan tas Anda kepada petugas di pemindai keamanan besar. Anda harus mengeluarkan semua barang elektronik (bukan hanya laptop, tetapi juga barang-barang seperti disk drive, ponsel, dll.) dan meletakkannya di rak besar. Lepaskan juga ikat pinggang, jam tangan, dll.
Simpan paspor dan kartu identitas Anda dan masuki serangkaian gerbang saat lampu berkedip hijau. Saat Anda tiba di pemindai tubuh (pemindai MMW), letakkan kaki Anda di atas penanda dan letakkan tangan Anda di atas kepala dalam pose "Saya menyerah". Pegang paspor Anda. Jika Anda telah melewati pemeriksaan awal, Anda akan diizinkan keluar ke aula di mana tas Anda akan muncul di ban berjalan. Bahkan mungkin ada baki kosong di sekitarnya.
Segera setelah menuju aula keberangkatan, karena tas Anda akan dipilih untuk pemeriksaan manual. Di sebelah kiri Anda, di deretan tempat baki berisi tas akan berkumpul, dan Anda dapat melihat penjaga menggeledah tas Anda. Tunggu dengan sabar. Jika Anda belum melewati pemeriksaan awal, Anda akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ada bagian terpisah yang akan muncul jika penjaga di galeri di atas merasa perlu untuk melakukan pemeriksaan telanjang.
Setelah Anda mengambil barang bawaan Anda, Anda akhirnya akan melewati pintu masuk Israel, dan mendapatkan stempel baru di paspor Anda. Anda kemudian bebas dan berada di Israel. Anggap diri Anda beruntung memiliki paspor Barat.
Keluar dari Gaza bisa memakan waktu mulai dari 30 menit hingga beberapa jam. Pos pemeriksaan tutup pukul 14.00, atau bahkan lebih awal. Jika Anda terjebak di antara konflik Hamas dan Israel, hubungi kedutaan Anda untuk meminta bantuan, tetapi jangan mencoba masuk kembali ke Gaza. Jika Anda menggunakan Penyebrangan Erez, kemungkinan besar Anda akan dianggap "orang Barat", sehingga Anda akan lebih aman di tangan Israel.
Dengan perahu
[sunting]Pelabuhan Gaza tidak beroperasi, sebab perairan, pelabuhan, serta garis pantai Gaza dipatroli oleh Angkatan Laut Israel. Jika Anda mencoba mencapai garis pantai Gaza dengan perahu, Anda akan dihentikan oleh kapal-kapal AL Israel, dan akan disuruh pulang. Hanya kapal-kapal dengan izin yang diperbolehkan masuk. Semua kapal yang datang dari Gaza diizinkan untuk berlayar sejauh enam mil laut. Setiap kapal yang melintasi garis ini akan ditembaki. Pada tahun 2010, sebuah armada enam kapal berusaha mencapai Gaza melalui laut, dan dicegat oleh kapal-kapal perang Israel; sepuluh orang tewas oleh pasukan Israel dan kapal-kapal tersebut tidak pernah mencapai Gaza. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mencoba mengunjungi Gaza dengan cara ini.
Berkeliling
[sunting]Tidak ada transportasi umum di Gaza, tetapi terdapat banyak taksi service (ser-vis). Navigasi jalan dilakukan berdasarkan penanda, bukan dengan nama alamat jalan. Berdirilah di sisi jalan yang berada di arah yang diinginkan. Saat pengemudi berhenti, tunjukkan penanda tujuan, misalnya "Shifa" dan jumlah penumpang ("wahid" untuk satu orang, "itnayn" untuk dua orang). Jika pengemudi tidak menuju ke arah tempat yang Anda tuju, ia akan langsung pergi meninggalkan Anda dan melanjutkan perjalanannya. Perjalanan naik & turun di Jalan Omar al-Mukhtar akan dikenakan biaya ₪1; tarif perjalanan ke tempat lain dapat dinegosiasikan. Di dekat Rumah Sakit Al-Shifa terdapat antrean taksi yang menuju tujuan-tujuan di luar Kota Gaza. Para pengemudi biasanya akan meneriakkan arah tujuan mereka dan menunggu hingga kendaraan mereka hampir penuh sebelum berangkat. Disarankan untuk berhati-hati jika berjalan kaki, karena lalu lintas sangat padat dan jalan trotoar hampir tidak ada.
Bicara
[sunting]Bahasa standar di wilayah ini adalah Bahasa Arab. Bahasa Ibrani juga dipahami oleh masyarakatnya sampai batas tertentu; tetapi mengingat banyak orang Palestina yang tidak menyukai orang Israel, bahasa Inggris adalah pilihan yang lebih aman.
Lihat
[sunting]
Gaza bukanlah destinasi wisata utama di dunia, sebab sebagian besar objek wisatanya telah mengalami kerusakan parah selama 50 tahun terakhir.
- 1 Masjid Raya Omari (جامع غزة الكبير, Jāmaʿ Ghazza al-Kabīr). Penampilannya yang kurang menarik tidak mengurangi nilai sejarahnya yang menarik: masjid ini dulunya adalah gereja Tentara Salib yang dibangun di lokasi bekas kuil Yunani dengan pilar-pilar dari sinagoge Yahudi abad ke-3.

- 2 Masjid Ibnu Uthman (مسجد ابن عثمان). Selesai dibagun pada 1431.
- 3 Masjid Ibnu Marwan. Dibangun pada 1324.
- 4 Masjid Sayed al-Hashim (In Old City of Gaza).
- 5 Masjid Katib al-Wilaya (جامع الولايات). Sebuah masjid akhir abad pertengahan.
- 6 Gereja Santo Porfirius. Gereja Kristen Ortodoks, yang menghormati "Santo Porfirius" sebagai Uskup Gaza sekitar tahun 395-420 M. Gereja yang ada saat ini dibangun sekitar tahun 1150 oleh para pejuang Perang Salib dan direnovasi secara ekstensif pada tahun 1856.

- 7 Gereja Keluarga Kudus (كنيسة العائلة المقدسة). Satu-satunya gereja Katolik di Gaza.
- 8 Qasr al-Basha (قصر الباشا). Dibangun pada abad ke-13, bangunan bekas benteng ini sekarang dijadikan museum.
- 9 Karawanserai Yūnus al-Dawādār (di Khan Yunis, sebelahnya Masjid Raya). Dikenal juga secara lokal sebagai Kastil Barquq. Khan (penginapan Arab) berbenteng ini berasal dari tahun 1387.
- 10 Masjid Raya Khan Yunis (المسجد الكبير) (di Khan Yunis). Masjid utama di Khan Yunis, dibangun tahun 1928.
- 11 Museum Budaya Al-Qarara (متحف القرارة الثقافي) (di Khan Yunis).

- 12 Reruntuhan Biara Santo Hilarion. Terletak di situs arkeologi Tell Umm el-'Amr, Santo Hilarion merupakan biarawan yang aktif selama empat abad, dari akhir periode Romawi hingga periode Umayyah. Dinamai berdasarkan Hilarion Agung' (291–371 M), yang dihormati sebagai santo oleh Gereja Ortodoks dan Katolik Roma. Tell dan biara tersebut terdaftar sebagai
Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2024. - 13 Pemakaman Perang Gaza, Jalan Salah al-Din. Tempat pemakaman lebih dari 3.000 prajurit Inggris serta persemakmurannya yang tewas dalam Perang Dunia Pertama, terutama dalam pertempuran di Gaza selama tahun 1917.
Kegiatan yang lebih edukatif mungkin adalah dengan ikut kegiatan diselenggarakan oleh UNRWA ke salah satu kamp pengungsi yang tersebar di sepanjang Jalur Gaza. Kantor UNRWA berada di Jalan Al-Azhar, dekat Universitas Islam. Hubungi mereka terlebih dahulu untuk menanyakan apakah mereka bisa mengatur tur secara singkat. Destinasi yang paling mungkin Anda kunjungi ialah "Beach Camp", sebuah kompleks gubuk beton dan selokan terbuka yang menampung 63.000 orang dan dibangun di sebelah pantai berpasir; Anda dapat berjalan kaki ke sana sendiri, 15 menit ke utara dari persimpangan Jalan Omar al-Mukhtar dengan jalan tepi laut. UNRWA secara sopan menyarankan untuk menghindari pakaian militer. Kamp pengungsi Jabaliya juga merupakan pilihan terdekat. Perempuan yang mengunjungi kamp-kamp tersebut harus berpakaian lebih sopan daripada yang seharusnya mereka kenakan di Kota Gaza (sangat disarankan memakai jilbab).
Lakukan
[sunting]Sangat sedikit hal yang bisa dilakukan di Gaza bagi turis umum. Ada pantai, namun airnya kurang bersih. Akan lebih baik jika Anda pergi ke pantai yang lebih jauh ke utara di Israel. Namun, ada pemandangan matahari terbenam yang indah menghadap Laut Mediterania, yang dapat dilihat dari hotel-hotel seperti Al Deira.
Beli
[sunting]Meskipun penuh konflik dan retorika, warga Gaza tetap menggunakan mata uang Shekel Israel (₪). Sedikit tips, bawalah beberapa kotak rokok ke Jalur Gaza dan semua orang akan menjadi teman Anda. Namun, perlu diketahui bahwa polisi di pos pemeriksaan Hamas di Gaza sekarang membuka semua tas dan membuang semua minuman beralkohol (sejak awal 2009). Jangan membawa minuman keras ke Gaza, karena dapat menyebabkan masalah serius. Adalah hal yang baik untuk selalu menghormati adat istiadat Islam setempat.
- 1 Gaza City Centre. Mal elegan yang dibuka pada tahun 2010 ini adalah tempat yang tepat untuk melarikan diri dari hiruk pikuk distrik Rimal yang ramai. Dengan supermarket yang lengkap, restoran cepat saji, dan beragam toko; tempat ini dengan cepat menjadi tempat favorit warga Gaza di sini. Nikmati air mancur yang menenangkan jika Anda sudah puas berbelanja atau butuh istirahat. Gaza Mall mirip dengan kebanyakan mal bergaya Barat hanya dalam hal struktur dan kenyamanan, tetapi ukurannya tergolong kecil. Biasanya mal ini penuh sesak, dipenuhi dengan penduduk Rimal di musim panas yang ingin menghindari teriknya siang hari dan Anda mungkin akan segera ingin berpindah ke tempat lain.

- PLO Flag Shop. Agak sulit ditemukan (tanyalah orang sekitar), tetapi begitu Anda beruntung, Anda pasti akan menemukannya. Ini adalah tempat untuk membeli bendera, stiker, lencana, dan panji-panji Palestina.
- Patung/kap lampu menarik yang terbuat dari karton rokok bekas.
- Foustouk dan simsimiya. Yang pertama adalah camilan kacang yang lengket. Yang kedua adalah sepupunya yang terbuat dari wijen.
Makan
[sunting]
Makanan murah khas Arab tersedia di mana-mana. Pergilah ke pinggiran kota Rimal untuk menikmati makanan yang lebih mewah; restoran di Hotel Windmill juga bagus. Jika Anda ingin membawa makanan, sebaiknya periksa terlebih dahulu mana makanan yang halal dan mana yang haram menurut hukum Islam. Jika Anda ketahuan membawa makanan haram, hal itu dapat menyebabkan masalah dengan pihak berwenang atau penduduk setempat. Terakhir, bukan hal yang aneh jika Anda diundang makan malam oleh warga setempat.
- Abu Hassera. Spesialis makanan ikan.
- Aldeira Restaurant. Berada di tepi laut, restoran ini menyajikan meze (hidangan kecil bergaya Mediterania) yang lezat, termasuk hidangan khas Gaza bernama Daqqa (salad cabai yang terkadang sangat pedas) yang lezat. Mereka juga memiliki beberapa hidangan utama: cobalah udang dalam saus tomat, dipanggang dalam oven, dan disajikan dalam pot tanah liat. Dan jangan lewatkan jus stroberi segarnya yang disajikan dengan satu sendok es krim vanila.
- Matouk (di belakang gedung dewan legislatif). Menyajikan tawwouk ayam yang lezat.
- 1 [pranala mati] Roots Club, Jalan Cairo, Remal (di tengah Kota Gaza), ☏ +972 8 2888666, fax: +972 8 2888999, info@rootsclub.ps. Restoran mewah. Menawarkan masakan Arab/Mediterania kelas atas dan makanan cepat saji yang murah. Restoran ini sering melayani acara-acara khusus, termasuk tamu kehormatan asing dan pimpinan lembaga swadaya masyarakat.

- Seafood Restaurant (just north of al-Deira hotel). Restoran makanan laut yang sangat bagus.
- Al Mat'haf Resort (pantai Soudnya), ☏ +970 8 2858444. Sebuah pusat rekreasi dan budaya unik yang memamerkan kekayaan sejarah Gaza dan memadukannya dengan sempurna ke dalam konteks kehidupan di Gaza modern. Disamping harta karun sejarah peradaban kuno ini,terdapat Restoran-Kafe Al-Mathaf.
Minum
[sunting]Karena pengaruh Hamas yang semakin kuat, alkohol tidak lagi tersedia di wilayah ini. Sebab, alkohol dilarang dalam interpretasi mereka tentang Islam; dan Hamas sebagai kelompok Islam yang konservatif, melarang alkohol. Seandainya pun Anda berhasil menemukan minuman alkohol, jangan coba-coba keluar ke jalanan umum di bawah pengaruh alkohol; Anda bisa berada dalam situasi yang sangat buruk. Jika Anda tertangkap membawa minuman keras oleh otoritas Hamas, kemungkinan besar minuman Anda akan disita, dan Anda mungkin ditahan. Tas-tas akan diperiksa secara cepat saat Anda memasuki Gaza.
Tidur
[sunting]
Ada beberapa hotel di Gaza. Namun, Anda juga bisa menginap di rumah penduduk setempat yang mungkin mengundang Anda untuk menginap semalam.
- 1 Hotel Al Deira (فندق الديرة غزة فلسطين), ☏ +972 8 283 8100, fax: +972 8 283 8400, info@aldeira.ps. Kamar-kamar luas dengan pemandangan mengahadap laut. Harga sudah termasuk sarapan. Sebagian besar jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat internasional menginap disini, karena memiliki generator listrik cadangan, pusat bisnis, dan WiFi. Restoran yang nyaman (meski bukan standar internasional). Disediakan juga pipa shisha (meskipun tidak diperbolehkan di kamar-kamar bergaya Oriental yang mewah). Anda tidak perlu khawatir airnya akan terasa asin. Kamar-kamar dilengkapi minibar non-alkohol, pengering rambut, handuk, sabun, sampo, kondisioner, dan sepiring kecil kue kering. US$100–185/malam.

- Hotel Commodore. Memiliki sauna, jacuzzi, fasilitas pijat, beberapa restoran, layanan kamar 24 jam, kolam renang; dan kabarnya ada makanan Kosher juga.
- Hotel Grand Palace, Jalan Al Rasheed (di sisi pantai kota Gaza, 3km dari pusat kota), ☏ +970 8 2849498, fax: +970 8 2849497, info@grandpalace.ps. Pemandangan langsung ke pantai, ada fasilitas ruang konferensi, terdapat penjual makanan dan minuman.
- Marna House. Hotel tertua di Gaza yang dikelola oleh keluarga yang ramah.
- 2 Hotel Al Mat'haf Hotel, info@almathaf.ps (dekat pantai Soudunya), ☏ +970 8 2858444. Sedang memasuki pembangunan tahap kedua, Al-Mathaf baru saja menyelesaikan pembangunan hotel butik, yang akan menampilkan kamar-kamar berdesain tradisional dengan pemandangan laut. Serta ada aula serbaguna dan fasilitas untuk menyediakan layanan bisnis, serta fasilitas kesehatan, kebugaran, dan spa.

- 3 Grand Chalet (جراند شاليه), +970 566 400 040. Penginapan mewah di tepi laut.

Kerja
[sunting]Secara realistis, jika Anda bukan pemberi bantuan, jurnalis, atau diplomat, tidak ada lowongan pekerjaan untuk Anda di Gaza. Ada sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang menawarkan magang, seperti Asosiasi Hak Asasi Manusia Al-Dameer di Gaza, Pusat Hak Asasi Manusia Palestina, dan organisasi lainnya; tetapi pekerjaan ini harus dipersiapkan jauh sebelum Anda tiba di Gaza.
Tetap Aman
[sunting]- Lihat pula: Keamanan zona perang
Pada bulan Agustus tahun 2024, Gaza dilanda perang dan sudah pasti menjadi lokasi paling berbahaya untuk dikunjungi. Siapa pun yang berhasil masuk seharusnya tidak mengharapkan ada penjual makanan, air, atau obat-obatan apa pun selain yang dibawa sendiri. Penyakit merajalela akibat sanitasi yang buruk, dan pada Juli 2024 telah terjadi wabah polio. Pengeboman dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk kamp pengungsi. Jika Anda berada dalam bahaya (yang kemungkinan besar dapat terjadi), pemerintah Anda tidak akan dapat menawarkan bantuan apa pun.
Pembangkit listrik dan gardu induknya di Gaza telah rusak parah akibat serangan udara Israel dan tak lagi berfungsi sesuai kapasitas yang diharapkan. Pemadaman listrik sangat umum terjadi. Pemadaman ini diimbangi oleh generator diesel industri besar dan komersial kecil yang bergabung untuk menciptakan kegaduhan yang entah bagaimana membuat penduduk setempat tidak peka. Beberapa generator ini tidak dirawat dengan baik bisa bocor karbon monoksida. Pelancong harus waspada terhadap hal tersebut, terutama di ruang tertutup di mana hal ini telah terbukti berakibat fatal.
Tetap sehat
[sunting]Air keran di Gaza tidak layak minum dan seringkali sangat kotor. Beberapa hotel mungkin menggunakan filter air. Tetapi jika Anda ragu, belilah saja air kemasan.
Israel telah memblokade wilayah ini sejak 2007. Namun, makanan dan persediaan medis umumnya diizinkan masuk setelah melewati pemeriksaan. Semua kebutuhan medis harus diurus di Israel atau di tempat lain. Siapa pun yang mengunjungi Gaza disarankan untuk memiliki pengetahuan dasar yang baik dalam pertolongan pertama serta membawa perlengkapan pertolongan pertama mereka sendiri. Perlu diketahui bahwa evakuasi medis ke Israel dapat memakan waktu tunggu yang lama di bagian perbatasan.
Penyakit seperti demam kuning, malaria, dan virus West Nile cukup umum ditemui di Jalur Gaza. Jika Anda ingin ke sini, segera dapatkan vaksinasi, kenakan pakaian pelindung, dan gunakan obat nyamuk.
Hormati
[sunting]Perempuan harus berpakaian sopan, terutama saat memasuki kamp pengungsian. Yang dimaksud dengan berpakaian sopan di Kota Gaza adalah mengenakan atasan berlengan panjang sampai ke ujung telapak tangan. Idealnya, baju atasan juga harus panjang. Celana panjang boleh dikenakan asalkan longgar dan panjang sampai ke mata kaki, sehingga celana capri dianggap kurang sopan.
Terhubung
[sunting]Tujuan berikutnya
[sunting]Ingatlah bahwa perjalanan ke kedua negara ini agak dibatasi:
