
Flores (bahasa Portugis untuk "bunga") adalah sebuah pulau yang berada di Nusa Tenggara, Indonesia.
Kota
[sunting]- 1 Labuanbajo — titik keberangkatan menuju Pulau Komodo serta pusat menyelam dan snorkeling
- 2 Ruteng — rumah bagi etnis Manggarai dengan desa-desa lokal yang eksotik. Beriklim sejuk di ketinggian 1.100 m di atas permukaan laut.
- 3 Bajawa — salah satu kawasan terbaik di Nusa Tenggara untuk menyaksikan arsitektur tradisional etnis minoritas lokal Ngadha. Iklim lebih sejuk di ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut.
- 4 Riung — pusat menyelam snorkel, Labuan Bajo kedua tanpa membludaknya wisatawan
- 5 Ende — ibu kota pulau yang tenang dan titik keberangkatan feri menuju Timor Barat
- 6 Moni — titik keberangkatan pendakian Gunung Kelimutu
- 7 Maumere — pusat menyelam/snorkeling dan tempat paling mudah untuk terbang masuk dan keluar Flores
- 8 Larantuka — kota pelabuhan di ujung timur pulau dengan komunitas Katolik yang besar dan pengaruh Portugis
Destinasi lainnya
[sunting]- 1 Taman Nasional Komodo — rumah bagi komodo, fauna laut yang sangat kaya, dan bentang alam terpencil yang menakjubkan. Taman Nasional ini mencakup pulau-pulau kecil seperti Pulau Kalong, Pulau Kanawa, dan Pulau Seraya (lihat halaman Labuan Bajo untuk informasi lebih lanjut)
- 2 Wae Rebo — desa adat di lembah pegunungan yang spektakuler
- 3 Kelimutu — danau tiga warna yang terkenal
Pahami
[sunting]
Flores terletak di sebelah timur Sumbawa dan di sebelah barat Kepulauan Solor (yang mencakup Adonara, Lembata, dan Solor) serta Kepulauan Alor. Di sebelah tenggara terdapat Timor. Di sebelah selatan, terdapat Sumba (di seberang Selat Sumba), dan di sebelah utara, terdapat Sulawesi (di balik Laut Flores).
Labuan Bajo menjadi ramai dikunjungi wisatawan berkat adanya Pulau Komodo. Portugis mendirikan pusat kekuasaan utama pertama mereka di Larantuka. Kota terbesar di Flores adalah Maumere. Terdapat banyak suku dan sub-suku di Flores; dua yang paling dikenal adalah Manggarai di bagian barat dan Ngadha di bagian tengah.
Wisatawan yang sudah jenuh dengan banjirnya turis di Bali, disarankan untuk menjadikan Flores sebagai destinasi wisata berikutnya.
Agama
[sunting]Flores hampir seluruhnya beragama Katolik dan merupakan salah satu "batas agama" yang terbentuk akibat ekspansi Katolik melintasi Indonesia dari arah Timur dan bersinggungan dengan penyebaran Islam dari arah barat. Di tempat-tempat lain di Indonesia (seperti di Maluku dan Sulawesi), perpecahan ini lebih terlihat dan telah menjadi penyebab konflik berdarah yang panjang.
Bahasa
[sunting]Terdapat banyak bahasa yang dituturkan di Pulau Flores, semuanya termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia. Di bagian tengah pulau, di kabupaten Ngada dan Ende, terdapat apa yang disebut Rantai Dialek Flores Tengah atau Kelompok Flores Tengah. Dalam wilayah ini terdapat perbedaan linguistik kecil di hampir setiap desa. Setidaknya enam bahasa yang berbeda dapat diidentifikasi. Dari barat ke timur, bahasa-bahasa tersebut adalah: Ngadha, Nage, Keo, Ende, Lio, dan Palu'e, yang dituturkan di pulau dengan nama yang sama di pesisir utara Flores. Penduduk lokal kemungkinan juga akan menambahkan So'a dan Bajawa ke dalam daftar ini, yang oleh para antropolog dikategorikan sebagai dialek Ngadha.
Para pedagang dan misionaris Portugis datang ke Flores pada abad ke-16, terutama ke Larantuka dan Sikka. Pengaruh mereka masih terasa dalam bahasa dan budaya Sikka hingga kini.
Menuju ke sini
[sunting]Dengan pesawat
[sunting]Terdapat enam bandara yang tersebar di sepanjang 354 kilometer Pulau Flores, dengan yang utama berada di Labuanbajo (LBJ IATA) dan Maumere (MOF IATA). Keduanya memiliki penerbangan reguler ke Denpasar (Bali), Lombok, Kupang (Timor Barat), dan berbagai pulau kecil di Nusa Tenggara. Bandara lainnya meliputi: Bandara Soa Turelelo (Bajawa) (BJW IATA), Bandara Frans Sales Lega di Ruteng (RTG IATA), Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende (ENE IATA), dan Bandara Gewayantana di Larantuka (LKA IATA).
Dengan kapal
[sunting]Kapal-kapal Pelni singgah di Labuanbajo, Maumere, Larantuka, dan Ende, menghubungkan pulau ini dengan bagian lain Indonesia. Banyak kapal lain juga melayani Flores, termasuk feri ASDP dari Labuanbajo ke Sape (Sumbawa) dan feri kayu dari Larantuka ke pulau-pulau Adonara dan Lembata di kepulauan Solor. Periksa situs web Pelni namun konfirmasi kembali ke kantor lokal, karena waktu kedatangan dan keberangkatan bersifat fleksibel.
Sejumlah perusahaan tur (yang paling terkenal adalah Perama) menyelenggarakan perjalanan berlayar 4 hari antara Lombok atau Bali dan Flores yang melewati Komodo dan Rinca, dengan harga antara Rp1–2 juta. Fasilitas kenyamanan sangat minim, dengan akomodasi biasanya berupa tikar tipis di atas papan kayu, dan perlengkapan keselamatan sangat terbatas atau bahkan tidak ada. Sebuah kapal Perama tenggelam pada tahun 2011, namun beruntung terjadi dekat pantai sehingga tidak ada korban jiwa.
Dengan bus
[sunting]Perjalanan darat juga memungkinkan, meskipun merupakan perjalanan panjang dari kebanyakan tempat. Dari Mataram (Lombok), tiket kombinasi termasuk semua bus dan feri berharga Rp340.000. Perjalanan memakan waktu lebih dari 24 jam dan sudah termasuk makan prasmanan di Sumbawa. Sebagian besar bus berangkat dari Mataram pada sore hari untuk bertemu dengan feri pagi dari Sape ke Labuan Bajo. Melintasi Sumbawa di malam hari, bus melaju kencang di jalan yang sepi, sehingga alih-alih tidur, perjalanan ini bisa menjadi cukup menegangkan. Menuju Bima (Sumbawa), busnya berkelas 'eksekutif', sedangkan 2 jam dari Bima ke Sape ditempuh dengan minibus yang penuh sesak. Sebagai alternatif dari membeli tiket kombinasi, Anda bisa melakukan perjalanan tahap demi tahap (lihat ). Cara ini hanya sedikit lebih murah (Rp315.000), namun memberikan fleksibilitas lebih jika terjadi sesuatu (misalnya bus mogok). Dalam hal ini, perjalanan dari Mataram ke Labuan Bajo terdiri dari tiga tahap:
- Bus dari Terminal Mandalika Mataram ke Bima. Beberapa bus melayani rute yang sama dan semuanya tampaknya berangkat setiap hari pukul 14.30–15.00. Anda bisa membeli tiket di loket di terminal bus (abaikan calo), meskipun ini tampaknya masih merupakan operator wisata, bukan perusahaan bus itu sendiri. Harganya Rp225.000, namun ada ruang untuk negosiasi. Bus menuju Labuhan Lombok, kemudian naik feri ke Poto Tano, Sumbawa (pastikan kembali ke bus sebelum kapal selesai merapat; bus akan langsung turun dari feri tanpa menunggu Anda). Bus kemudian melanjutkan perjalanan ke Bima, berhenti antara pukul 21.00–24.00 untuk makan malam prasmanan yang sudah termasuk dalam harga. Bus seharusnya tiba di Bima antara pukul 03.00–06.00 pagi.
- Naik minibus dari Bima ke Sape. Harga untuk wisatawan asing tampaknya Rp30.000, sementara penduduk lokal membayar antara Rp5.000–10.000.
- Naik feri dari Sape ke Labuan Bajo, Flores. Harga tertera Rp60.000. Hanya ada satu feri setiap hari yang berangkat pukul 10.00 (meskipun laporan online menyebutkan jadwal bisa berubah, dan mungkin ada feri kedua di sore hari). Perjalanan memakan waktu sekitar 5–7 jam. Jika Anda melakukan seluruh perjalanan ini sekaligus, kemungkinan besar Anda akan sangat kelelahan pada tahap ini, namun kapal menyediakan sejumlah tikar yang cukup nyaman untuk tidur dengan biaya tambahan Rp25.000 (cukup ambil satu dan seseorang akan datang untuk menagih pembayaran nanti).
Berkeliling
[sunting]Bemo (van kecil dengan tempat duduk saling berhadapan) beroperasi disini dan menjadi penghubung semua kota utama. Ini adalah cara yang luar biasa untuk menjelajahi pulau, dan cara mengemudinya memastikan perjalanan yang mendebarkan jika Anda tidak keberatan dengan panas, debu, dan berdesakan dengan seorang nenek yang membawa ayam. Jarak yang terlihat singkat di peta bisa memakan waktu berjam-jam dalam kenyataannya, jadi bersabarlah dan cobalah untuk menikmati perjalanan.
Untuk transportasi antar kota di Flores, penginapan atau agen wisata Anda biasanya akan menyebut "Travel" sebagai salah satu pilihan transportasi. "Travel" yang dimaksud yaitu mobil bersama yang biasanya berupa SUV dengan 6 kursi. Kadang-kadang mereka akan mengambil penumpang di sepanjang jalan jika rute dan tarifnya sesuai.
Lihat
[sunting]
Dua objek wisata paling terkenal di Pulau Flores adalah:
- Komodo di Taman Nasional Komodo
- Danau kawah di Gunung Kelimutu, yang biasanya dicapai dari Ende. Warnanya berubah secara berkala, dengan laporan warna toska/pirus, hijau, merah, dan cokelat tua. Fenomena alam menakjubkan ini diyakini disebabkan oleh reaksi kimia mineral-mineral di danau yang dipicu oleh aktivitas gas vulkanik.

Lakukan
[sunting]Flores memiliki fasilitas selam snorkel yang baik di beberapa lokasi sepanjang pantai utara, terutama di Komodo dan Riung. Namun, terumbu karang di Riung perlahan-lahan rusak akibat praktik destruktif nelayan lokal yang menggunakan bom ikan dan penduduk yang menjual kerang kepada pengunjung. Taman Nasional Komodo dijadikan model percontohan bagi taman-taman lain di seluruh dunia, dan terumbu karang serta kehidupan lautnya berada dalam kondisi yang hampir alami.
Flores juga memiliki industri ekowisata yang terus berkembang, di mana Anda dapat mengunjungi desa-desa adat, menginap bersama keluarga lokal, dan mengikuti aktivitas ramah lingkungan seperti pengamatan burung, trekking, dan berpartisipasi dalam tarian tradisional.
Jika Anda mendapat undangan untuk menghadiri pernikahan atau acara serupa, jangan sampai dilewatkan. Itulah cara terbaik untuk mengenal budaya Manggarai atau Ngadha. Tanyakan apa yang sebaiknya dibawa, dan apa yang tidak boleh dilakukan (misalnya, apakah foto-foto diperbolehkan?).
Makan
[sunting]Minum
[sunting]Karena sebagian besar penduduk Flores beragama non-Muslim, konsumsi alkohol merupakan bagian dari budaya di sini. Minuman paling populer adalah arak, sopi, atau moke yang dibuat dari nira kelapa yang disuling. Berbeda dengan Bali dan Jawa yang memiliki reputasi buruk jangka panjang terkait kontaminasi arak, Flores dikatakan memiliki arak berkualitas tinggi meskipun tanpa label atau merek. Meski demikian, tanpa adanya pengawasan kualitas yang resmi, wisatawan sebaiknya menghindari arak buatan rumahan.
Jika Anda mengunjungi kota Ende, pastikan untuk mencoba kopi khas Indonesia mereka, yaitu Kopi Ende. Ini adalah biji kopi dan jahe yang disangrai bersama dan diseduh seperti kopi biasa.
Tetap aman
[sunting]Terdapat berbagai rumah sakit dan puskesmas di pulau ini. Rumah sakit terbaik adalah Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo, di Cancar (dekat Ruteng) di bagian barat, dan di Lela (dekat Maumere) di bagian timur pulau. Jika Anda berencana mendaki, waspadai beberapa jenis ular berbisa.
Tujuan berikutnya
[sunting]- Kepulauan Alor
- Timor Barat dan kemudian Timor Leste (Timor Timur)
- Sumba
- Bali
- Lombok
