Mendaki gunung adalah tindakan berjalan dan memanjat gunung, dan seringkali harus memakai peralatan khusus.
Olahraga pendakian gunung bertujuan untuk mencapai titik tertinggi dari sebuah gunung, biasanya yang tinggi, sulit didaki atau (kebanyakan secara historis) yang belum pernah didaki. Tekniknya berbeda-beda tergantung pada apakah medannya berbatu, bersalju atau es, dan dalam banyak kasus pendaki gunung harus menghadapi semuanya dalam kondisi sulit (dingin dan berangin) di dataran tinggi setelah pendakian panjang di alam liar. Kecuali dalam kasus gunung yang paling mudah, pendakian gunung membutuhkan pengalaman, kemampuan atletik, peralatan yang bagus, dan pengetahuan teknis, dan keselamatan jarang dapat dijamin.
Karena pendakian gunung memerlukan pelatihan dan pengalaman untuk semua kasus (kecuali untuk gunung yang mudah didaki) – dan menentukan apakah kondisi memungkinkan perjalanan yang aman memerlukan pengalaman itu sendiri – artikel ini tidak akan mencoba mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan. Sebaliknya, artikel ini menyentuh beberapa masalah, mencoba menjelaskan tentang pendakian gunung, dan mencantumkan beberapa tujuan menarik bagi pendaki gunung atau mereka yang tertarik dengan topik tersebut.
Pahami
[sunting]Pendakian yang paling sederhana hanya melibatkan hiking, bersepeda, atau bermain ski lintas alam melalui beberapa bukit. Bahkan pendakian ini bisa sangat memuaskan, memberikan pemandangan indah dan mungkin kesempatan untuk berkemah atau memotret satwa liar.
Selain itu, ada gunung yang relatif mudah didaki seperti Gunung Fuji atau Kilimanjaro yang dapat didaki oleh hampir semua orang dengan kondisi fisik yang cukup baik. Ada juga gunung lain yang lebih sulit sehingga memerlukan perencanaan, pemandu, keterampilan, dan peralatan. Bahkan gunung-gunung tersebut bisa sangat berbahaya; misalnya Gunung Everest yang memakan 200 jiwa.
Gunung berapi memiliki serangkaian bahaya tambahan, yang akan dibahas dalam artikel terpisah.
Panjat tebing adalah kegiatan yang terkait, tetapi berbeda dengan mendaki.
Destinasi
[sunting]- Lihat pula: Pegunungan
Tujuh Puncak pertama
[sunting]Tujuh Puncak adalah gunung tertinggi di setiap benua. Puncak-puncak tersebut adalah:
- 1 Gunung Everest, Asia, 8.848 m
- 2 Aconcagua, Amerika Selatan, 6.961 m
- 3 Denali, Amerika Utara, 6.194 m
- 4 Gunung Kilimanjaro, Afrika, 5.895 m
- 5 Elbrus, Eropa, 5.642 m
- 6 Vinson, Antarktika, 4.892 m
Tujuh Puncak kedua
[sunting]Beberapa pendaki gunung mencoba mendaki puncak tertinggi "kedua" di setiap benua. Meskipun puncak-puncak tersebut berada pada ketinggian yang lebih rendah daripada Tujuh Puncak "pertama", beberapa di antaranya secara teknis malah lebih sulit; sehingga beberapa Puncak Kedua dianggap sebagai tantangan pendakian gunung yang lebih besar daripada Puncak Pertama.
- 1 K2, Asia, 8.611 m — secara teknis dianggap lebih menantang untuk didaki daripada Everest. Sama-sama memiliki cuaca yang buruk demham Everest, karena berada hampir 8 derajat lintang utara Everest.
- 2 Ojos del Salado, Amerika Selatan, 6.893 m — gunung berapi tertinggi di Bumi. Secara teknis, gunung ini sedikit lebih sulit dicapai daripada Aconcagua, tetapi dianggap kurang menuntut ketahanan fisik karena basis kemahnya 700 m (2.300 kaki) lebih tinggi daripada Aconcagua dan dapat dicapai dengan kendaraan empat roda.
- 3 Gunung Logan, Amerika Utara, 5.959 m — dianggap sama atau sedikit lebih sulit secara teknis daripada Denali tetapi jauh lebih sulit diakses, terutama bagi pendaki yang tidak memiliki uang untuk menyewa pesawat.
- 4 Dykh-Tau, Eropa, 5.205 m — jauh lebih menantang daripada Elbrus.
- 5 Gunung Kenya, Afrika, 5.199 m — memerlukan perlengkapan panjat tebing yang lebih mahir, sedangkan Kilimanjaro dapat didaki tanpa kesulitan teknis.
- 6 Gunung Tyree, Antartika, 4.852 m.
Puncak tinggi lainnya
[sunting]- Himalaya
- Annapurna (8.091 m)
- Andes
- Pegunungan Alpen
- Dufourspitze/Punta Dufour/Monte Rosa (4.634 m); lihat Zermatt
- Matterhorn/Mont Cervin (4.478 m)
- Sierra Madre
- Pico de Orizaba (5.636 m)
- Popocatepetl (5.426 m)
- Iztaccihuatl (5.230 m)
- Nevado de Toluca (4.691 m)
Puncak tinggi yang "Mudah"
[sunting]- Gunung Fuji (3.776 m) di Jepang
- Gunung Kinabalu (4.095 m) di Malaysia
- Puncak Pikes (4.302 m) di negara bagian Colorado, Amerika Serikat (dekat Colorado Springs). Jika Anda tidak ingin mendaki, ada jalan tol yang dimulai di dekat Manitou Springs dan berujung di bagian puncak.
- Gunung Evans (4.350 m), juga di negara bagian Colorado, Amerika Serikat (dekat Idaho Springs). Jalanan aspalnya berakhir sekitar 40 m (130 kaki) di bawah puncak.
- Ojos del Salado (6.893 m) di Chili Utara; salah satu dari Tujuh Puncak Kedua.
- Pokalde (5.800 m) 12 km barat daya Gunung Everest
Selain yang di atas, terdapat beberapa puncak gunung yang lebih mudah dicapai dengan kereta gantung atau kereta api yang menuju puncak atau hampir seluruhnya, seperti Teide (3.715 m) di Spanyol, Aiguille du Midi (3.842 m) di Pegunungan Alpen Perancis, Jungfraujoch (3.454 m) di Swiss, Pico Espejo (4.765 m) di Venezuela, dan Tanggula Pass (5.072 m) di Tiongkok.
Daerah lainnya
[sunting]- Pegunungan Skandinavia (lihat juga Destinasi pendakian di Norwegia)
- Jotunheimen (dengan puncak tertinggi Norwegia, Galdhøpiggen: 2.469 m)
- Pegunungan Alpen Romsdal (dengan Store Venjetind: 1.852 m)
- Kebnekaise (2.093 m), gunung tertinggi di Swedia
Berkeliling
[sunting]
Ekspedisi gunung biasanya terdiri dari kombinasi berjalan mendaki (dan terkadang harus ski), serta panjat tebing di atas batu atau es. Maka dari itu, selalu perhatikan keselamatan dan kecukupan kebutuhan dasar Anda.
Tidur
[sunting]
Barak induk
[sunting]Barak induk adalah area perkemahan di lokasi yang cukup strategis dan aman, tempat seseorang dapat menginap sambil mempersiapkan pendakian, menunggu cuaca cerah, dan meninggalkan peralatan serta perlengkapan yang tidak diperlukan saat pendakian. Base camp seringkali dapat dicapai dengan kendaraan.
Seringkali, para pendaki akan pergi ke base camp tanpa niat untuk benar-benar mendaki gunung. Everest Base Camp Trek dan K2 Base Camp Trek adalah dua contohnya.
Pondok
[sunting]Di rute-rute populer, seringkali terdapat kabin gunung, pondok persinggahan, dan sejenisnya. Pondok-pondok ini menyediakan sedikit perlindungan dari cuaca, terkadang juga perbekalan dan makanan dasar.
Tenda
[sunting]Tenda seringkali menjadi tempat utama untuk tidur dalam perjalanan mendaki gunung. Tenda dapat digunakan jika tidak ada pondok, dan ketika pondok tidak dapat dijangkau karena cuaca buruk atau keadaan lainnya. Di banyak pendakian, tidak ada tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda, sehingga diperlukan pengaturan khusus. Angin kencang juga dapat menjadi masalah besar.
Gua salju
[sunting]Gua salju merupakan pilihan yang cukup nyaman dalam beberapa kondisi, yakni saat Anda membutuhkan lapisan salju tebal yang sesuai di tempat Anda akan menggali gua dan tempat tersebut tidak boleh berisiko longsor atau ancaman serupa. Masalah utamanya adalah kelembapan dan risiko mati lemas jika tak ada ventilasi udara. Oleh karena itu, diperlukan keahlian khusus.
Gua alami di dalam es pada dasarnya berbeda-beda satu sama lain, sehingga memiliki rangkaian risikonya sendiri.
Tetap aman
[sunting]Saat mendaki, pasti ada risiko terjatuh. Di atas es dan salju yang tebal, mungkin bisa terdapat "celah lubang" yang tertutup oleh "jembatan salju".
Selain lereng gunung yang sering diterpa angin kencang, pegunungan itu sendiri dapat menciptakan angin kencang menuruni lereng, karena udara dingin (dan karenanya berat) di puncak gunung mengalir deras ke lembah. Topologi ini juga dapat menyalurkan angin ke jalur-jalur tertentu.
Ada juga risiko:
- Penyakit ketinggian
- Longsor
- Cuaca dingin
- Dehidrasi merupakan risiko karena air menguap lebih cepat pada tekanan udara yang lebih rendah
- Gletser
- Kulit terbakar matahari
- Gunung meletus
Mendaki gunung memang tidak pernah lepas dari risiko; Pendakian ini cukup aman jika kondisi fisik, keterampilan, dan perlengkapan Anda memadai untuk gunung yang dimaksud. Namun, jika salah satu dari kondisi tersebut sangat tidak memadai, pendakian ini bisa hampir sama seperti ingin bunuh diri. Di beberapa gunung, diperlukan juga pemandu yang baik.
Gunung yang sangat tinggi atau sulit akan cukup berbahaya; menurut data Wikipedia, pada awal 2025, 340 orang tewas di Everest dan hampir 100 orang di K2. Ke-14 puncak di atas 8.000 meter telah menelan korban setidaknya 50 jiwa.
