Lompat ke isi

Reset GPX untuk halaman ini
Full screen dynamic map
Dari Wikiwisata

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di ujung barat daya pulau Jawa, di provinsi Banten di Indonesia. Sejarah Taman Nasional Ujung Kulon berawal pada masa kolonial Belanda. Pada tahun 1846, ahli botani Jerman Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn melakukan eksplorasi dan mendokumentasikan kekayaan tumbuhan tropis di kawasan tersebut. Namun, catatan mengenai Ujung Kulon masih terbatas hingga letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, yang kemudian meningkatkan perhatian terhadap keanekaragaman hayati kawasan ini.

[sunting]

Wilayah

[sunting]

Taman Nasional Ujung Kulon berada di bagian paling barat Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Secara administratif, kawasan taman nasional berada di:

Kabupaten: Pandeglang Provinsi: Banten Kecamatan: Sumur dan Cimanggu Bagian pengelolaannya mencakup kawasan daratan dan perairan laut di sekitarnya.

Secara sederhana, posisinya dapat dibayangkan seperti ini:

Pulau Jawa → Provinsi Banten → Kabupaten Pandeglang → bagian paling barat → Semenanjung Ujung Kulon dan kawasan sekitarnya.

Nama “Ujung Kulon” sendiri berkaitan dengan lokasinya yang berada di ujung barat Pulau Jawa; kulon dalam bahasa Sunda berarti barat.

Daya tarik

[sunting]

Selain keindahan alam dan daya tarik geologisnya – khususnya untuk studi gunung berapi pedalaman – taman ini memiliki area hutan hujan dataran rendah terbesar yang tersisa di dataran Jawa. Beberapa spesies tumbuhan dan hewan yang terancam punah dapat ditemukan di sana, dengan badak Jawa sebagai spesies yang paling terancam.

Makan

[sunting]

Tidur

[sunting]

Tujuan berikutnya

[sunting]
  • Panimbang - sekitar 30 km sebelah utara Ujung Kulon, sebuah tempat dengan beberapa resor pantai mewah.
Laman ini masih merupakan sebuah rintisan dan membutuhkan perhatian Anda, karena laman ini tidak memiliki kerangka artikel. Anda dapat membantu Wikiwisata dengan mengembangkan laman ini hingga sempurna!