Ngawi (bahasa Jawa: ꦔꦮꦶ Ngawi) adalah sebuah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Pahami
[sunting]
Kecamatan Ngawi merupakan wilayah kecamatan yang juga merupakan perkotaan dari Kabupaten Ngawi. Kecamatan ini juga merupakan pusat bisnis dan perekonomian. Sebagian kecil masyarakat Kecamatan Ngawi Kota masih mengandalkan hasil pertanian, padahal mayoritas penduduknya bermata pencaharian di sektor perdagangan dan perkantoran. Di sebelah utara kota Ngawi yaitu di Desa Banyuurip terdapat hutan jati milik Perhutani yang dikelola oleh Perhutani Kecamatan Ngawi Kota. Sehingga dari waktu ke waktu dapat menghidupkan kembali perekonomian kecamatan Ngawi.
Cuaca
[sunting]Iklim di Ngawi merupakan iklim tropis, mirip dengan iklim nya Kabupaten Ngawi. Suhu, cuaca, curah hujan dan kelembaban udara di Kecamatan Ngawi tidak jauh berbeda dengan iklim di Kabupaten Ngawi. Namun perbedaannya hanya beberapa angka saja. Suhu rata-rata tahunan di Kota Ngawi berkisar antara 22–34° Celcius dengan curah hujan mencapai 178 mm per tahun.
Informasi wisata
[sunting]- Dinas pariwisata, pemuda dan olahraga Kabupaten Ngawi, Jl. Yos Sudarso no. 64 Winong, Margomulyo, ☏ +62 351 746208.
Menuju ke sini
[sunting]Pesawat
[sunting]Bandara Internasional Adisumarmo (SOC IATA di Solo), 93 km sebelah barat Ngawi (tepat di luar kota), adalah sebuah bandara kecil. Ada 12 penerbangan sehari ke Jakarta. Pada tahun 2016, terdapat juga penerbangan ke kota-kota lain di Indonesia, seperti Surabaya, Batam, Denpasar, Bandung, dan Balikpapan. Ada penerbangan internasional ke Kuala Lumpur dengan maskapai penerbangan bertarif rendah Malaysia airlanes, AirAsia. Jika menggunakan taksi, sebaiknya membeli tiket di tempat agen tiket. Cukup sebutkan tujuan Anda dan bayar jumlah yang mereka minta, dan Anda akan ditugaskan ke taksi terdaftar menggunakan sistem pembebanan biaya yang ditetapkan.
Anda juga dapat terbang ke Bandara Internasional Yogyakarta Yogyakarta (YIA IATA). Jarak Yogyakarta ke Ngawi sekitar 190 km dari Kulonprogo, sekitar 4 jam perjalanan darat. Naik taksi atau sejenisnya untuk keluar dari bandara, lalu turun di Terminal Giwangan. Naik bus antar kota ke Ngawi. Bus yang terkenal melewati jalur Yogyakarta-Ngawi-Surabaya adalah Eka, Mira, Sugeng Rahayu, dan Sumber Selamat, Ngawi bisa anda capai dalam waktu 3 hingga 3,5 jam perjalanan malam) Bus antar kota ini juga berhenti di Solo, jadi anda bisa menggunakan bus ini dari Solo. Bus juga melewati jalan utama tak jauh dari Bandara Internasional Adisumarmo Boyolali.
Kereta api
[sunting]- 1 Stasiun Ngawi (Stasiun Ngawi, Stasiun Paron), Jl. Raya Paron, Gelung (tepat di luar kota). Terdapat kereta api kelas ekonomi dan kelas eksekutif dari Jakarta dan Surabaya.

Bus
[sunting]
- 2 Terminal Kertonegoro, Ngronggi, Grudo. Banyak bus antar kota dari Jakarta, Surabaya, Solo dan Yogyakarta.

Mobil
[sunting]Dari Mantingan, Anda dapat berkendara ke arah timur selama 45 menit melalui jalan raya utama Ngawi-Mantingan. Dari Karangjati, Anda dapat berkendara ke arah barat selama 30 menit melalui jalan raya Ngawi-Caruban. Dari Maospati, Anda dapat berkendara ke utara selama 25 menit melalui jalan raya Ngawi-Maospati. Dari Jogorogo, Anda dapat berkendara ke arah timur laut selama 20-25 menit melalui jalan raya utama Ngawi-Jogorogo. Dari Padangan, Bojonegoro, Anda dapat berkendara ke arah barat daya selama 1 jam melalui jalan utama Tol Ngawi-Cepu.
Berkeliling
[sunting]Ada layanan ride-hailing di kota Ngawi oleh Grab, Gojek dan ojek konvensional dan mobil.
Becak
[sunting]Becak merupakan salah satu cara menghibur untuk melihat panorama kota dan menyusuri berbagai jalan di kota, meski cukup lambat. Becak juga menjadi alat transportasi tradisional di kawasan kota ini.
Sepeda
[sunting]Sepeda merupakan salah satu kendaraan legendaris yang ada di kota ini. Berkeliling kota ini dengan sepeda bisa menghilangkan kebosanan. Meski sepeda tergolong kendaraan tidak bermotor, namun sepeda banyak diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Ngawi. Sepeda kayuh merupakan kendaraan favorit para wisatawan.
Lihat
[sunting]Bangunan bersejarah
[sunting]
Letak benteng ini dinilai strategis karena terletak di dekat muara sungai Madiun yang bermuara di sungai Solo. Benteng ini sengaja dibuat lebih rendah dari tanah disekitarnya dan dikelilingi dataran tinggi sehingga terlihat tersembunyi dari luar.
- 1 Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem), Jl. Untung Suropati No.II, Pelem II, Pelem, ☏ +62 351 749208. 07:00-17:00. Benteng Van den Bosch di Desa Pelem, Kecamatan Ngawi, kota ini dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1839–1845 dengan nama Benteng Van den Bosch. Benteng ini sering disebut dengan “Benteng Pendem” Benteng ini mempunyai ukuran bangunan 165 mx 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau yaitu dari Alun-Alun Ngawi atau dari titik nol kilometer Ngawi berjarak 1,5 km ke arah timur laut. Rp10,000.

