Binondo adalah distrik “Chinatown” di Manila. Ini adalah Chinatown tertua di dunia dan pernah menjadi pusat perdagangan negara selama pendudukan Amerika. Banyak dari fasilitas komersial Binondo hancur setelah Perang Dunia II, dengan perusahaan-perusahaan pindah ke Makati, ibu kota keuangan Filipina.
Pahami
[sunting]Sejarah
[sunting]Binondo didirikan oleh Gubernur Jenderal Spanyol Luis Pérez Dasmariñas pada tahun 1584 sebagai pemukiman bagi imigran Tionghoa (yang disebut Sangleys), dengan tujuan mengkonversi mereka ke Katolik atas inisiatif para biarawan Dominikan Spanyol. Pejabat Spanyol memaksa orang Tionghoa untuk memeluk Katolik, dengan ancaman hukuman mati. Gubernur Jenderal Pérez Dasmariñas memainkan peran utama dalam pembantaian 24.000 orang Tionghoa setelah pemberontakan Tionghoa pada tahun 1603. Alasan pembantaian tersebut adalah untuk membalas kematian ayahnya yang dibunuh oleh Sangleys.
Populasi Binondo tumbuh pesat dengan banyak orang Tionghoa mestizo, hasil perkawinan campuran antara orang Tionghoa yang kini beragama Katolik dan orang Filipina lokal. Distrik ini dikenal sebagai tempat kelahiran orang Tionghoa mestizo, termasuk Santo Lorenzo Ruiz, yang menjadi santo Filipina pertama, dan Ibu Ignacia del Espiritu Santo, seorang Mestiza de Sangley yang mendirikan kongregasi Religius Santa Perawan Maria.
Bicara
[sunting]Penduduk setempat sebagian besar berbicara bahasa Tagalog, dan karena sebagian besar nenek moyang mereka berasal dari Provinsi Fujian, bahasa Minnan atau Hokkien juga banyak digunakan. Bahasa Cina juga dikenal oleh sebagian orang karena merupakan mata pelajaran di sekolah-sekolah Tiongkok. Bahasa Inggris juga banyak dipahami. Selain dialek Tiongkok dan Tagalog, bahasa-bahasa Filipina lainnya juga digunakan.
Menuju ke sini
[sunting]Dengan taksi
[sunting]Taksi sangat mudah ditemukan di Manila dan merupakan cara tercepat untuk mencapai Binondo dari tempat lain di kawasan tersebut.
Dengan LRT-1
[sunting]Naik kereta dari Stasiun Baclaran ke Stasiun Carriedo.
Dengan bus air
[sunting]Pasig River Ferry berhenti di Stasiun Escolta, tidak jauh dari Jembatan Jones.