Lompat ke isi

Reset GPX untuk halaman ini
Dari Wikiwisata

Lima Puluh Kota berada di Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini terletak 215 km di arah timur laut kota Padang.

Pahami

[sunting]

sebagai wilayah Minangkabau yang kuat pada alam, adat, dan kehidupan nagari, serta menjadi penghubung penting antara Sumatera Barat dan Riau.

[sunting]

Lima Puluh Kota berlokasi sekitar tiga jam perjalan darat dari Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang bila tidak ada kemacetan. Pada kondisi normal, dari bandara ke Kota Bukittinggi biasanya memakan waktu tempuh 3-4 jam. Namun, pada saat liburan khususnya lebaran dan akhir tahun bisa memakan waktu hingga 11 jam. Untuk menghindari kemacetan, Anda bisa memanfaatkan jalur alternatif Sicincin Malalak. Akan tetapi saat ini, jalan tersebut sedang rusak parah sejak bencana Banjir Bandang yang terjadi Akhir November 2025. Rute lain untuk menuju Lima Puluh Kota bisa dimulai dari Pekanbaru, biasanya hanya memakan waktu antara 3-4 jam atau paling lama 10 jam pada saat musim liburan dan hampir tidak ada kemacetan yang berarti dan kondisi jalan cukup lancar. Namun, saat ini kondisi jalan pada saat memasuki provinsi Sumatera Barat rusak berat.

Lima Puluh Kota merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera dan usahakan tidak datang pada akhir pekan atau pada saat libur nasional untuk menghindari kemacetan. Karena pada saat musim liburan mobil nyaris tidak dapat dipergunakan karena bisa dikatakan jalanan di menuju kesini akan lumpuh total pada saat musim liburan khususnya selama musim libur Idul Fitri.

Berkeliling

[sunting]

Kalau berkeliling di Kabupaten Lima Puluh Kota, rute paling enak biasanya dibagi 1 hari, 2 hari, atau 3 hari. contoh rute untuk 3 hari di Kabupaten Lima Puluh Kota :

Hari 1, Lembah Harau (sawah, tebing, air terjun), Sarasah Aka Barayun, Malam di Harau.

Hari 2, Kelok Sembilan, Trekking ringan ke beberapa sarasah (air terjun), Wisata nagari & rumah gadang.

Hari 3, Batang Tabik, Wisata kuliner pagi, Santai di Payakumbuh.

Urutankan dan tips berkeliling agar menghemat waktu, Payakumbuh dapat dipilih sebagai basecamp.

  • Pakai kendaraan pribadi lebih fleksibel
  • Datang pagi untuk ke tempat wisata puncaknyasekitar jam (06.00–09.00) untuk cahaya bagus dan mendapatkan view sesuai ekspektasi atau sesuaikan dengan keinginan sendiri.
  • Pakai sandal/sepatu trekking ringan
  • Bawa air minum dan jas hujan (cuaca cepat berubah)

Lihat

[sunting]
  • 1 Lembah Harau (Lembah Harau). Ikon wisata Lima Puluh Kota tebing granit tinggi, sawah hijau, dan air terjun. Cocok untuk jalan santai, foto, panjat tebing, hingga camping. Lembah Harau (Q12494385) di Wikidata Lembah Harau di Wikipedia
  • 2 Kelok Sembilan (Kelok 9). Jembatan layang spektakuler di tengah perbukitan spot foto dan menikmati panorama dari ketinggian. Jalan Kelok 9 (Q19746014) di Wikidata Kelok 9 di Wikipedia
  • 3 Rumah Tan Malaka (Rumah Kelahiran Tan Malaka). Rumah Kelahiran Tan Malaka adalah salah satu situs bersejarah penting di Indonesia karena berkaitan langsung dengan tokoh pergerakan nasional Tan Malaka (Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka). Rumah Kelahiran Tan Malaka (Q61363089) di Wikidata Rumah Kelahiran Tan Malaka di Wikipedia
Museum PDRI Sumatera Barat
  • 4 Museum PDRI (Monumen Nasional). Monumen Nasional PDRI atau Monumen Nasional Bela Negara adalah Monumen peringatan yang didirikan untuk memperingati sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ( PDRI ). Museum PDRI (Q19746312) di Wikidata Museum Nasional PDRI di Wikipedia
  • Air Terjun Sarasah Aie Luluih (Air Terjun Sarasah). Salah satu air terjun sarasah yang ada dikawansan lembah harau. Air Terjun Sarasah Aia Luluih (Q137530926) di Wikidata

Lakukan

[sunting]

Anda bisa melakukan banyak hal di Lima Puluh Kota seperti, Fotografi alam dan landscape, Trekking ringan dan jelajah air terjun, Camping di Lembah Harau, Wisata keluarga dan edukasi, Berburu kuliner tradisional Minang, Healing dan slow travel di nagari.

Beli

[sunting]

ada banyak toko oleh-oleh khas Lima Puluh Kota di pinggir jalan, atau di pasar tradisional untuk dibawa pulang selepas berwisata.Seperti Galamai (dodol Minang), Rendang, gulai khas nagari, Pinyaram, lamang, dan jajanan pasar tradisional. anda bisa membeli oleh-oleh di beberapa toko yang ada di sepanjang jalan.

  • Sanjai Djoeragan, Jl. Sumbar-Riau, Sarilamak..
  • Sanjai Putra Pesisir, Jl. Sumbar-Riau No.KM. 13, Sarilamak..
  • Sanjai Sederhana 2, Jalan Lintas, Jl. Sumbar-Riau No.Km. 13.

Makan

[sunting]
  • Sate Danguang-danguang
  • Karabu Baluik
  • Rendang Talua

Banyak Rumah Makan yang dapat anda temukan di Lima Puluh Kota, serta menu menu andalan. Anda dapat makan di rumah makan pinggir jalan atau di pasar tradisionalnya. Anda dapat menikmati kuliner dibeberapa tempat makan yang ada di Lima Puluh Kota dan sekitarnya, diantaranya:

  • Rumah Makan Terang Bulan, Jl. Sumbar-Riau No.Km. 19, 0813-7421-2223. 24 Jam. memiliki parkiran yang memadai untuk kendaraan yang mampir di restoran ini. Rp 25.000–50.000.
  • Lalado Resto, Sarilamak, Kec. Harau, -. 10:00-22:00. Memesan beberapa menu yang ada di daftar menu, seperti ikan nila bakar, belut dengan sambal, kol goreng, telur dadar kribo, gulai pucuk ubi. Ternyata ukuran untuk telur dadarnya cukup besar, bisa dimakan untuk 2 hingga tiga orang, begitu juga untuk gulai pucuk ubinya, porsinya lumayan banyak sehingga bisa untuk sharing. Rp 25.000–50.000.

Minum

[sunting]
  • Kawa Daun

Tidur

[sunting]
  • Wafaby Guest House, Jl. Latsitarda, 0852-8400-0770. Rp. 507.633.
  • Swarnabhumi Harau, Jl. Jl. Lembah Harau, 0811-7676-737. Rp. 350.000.

Terhubung

[sunting]

Tujuan berikutnya

[sunting]
Laman ini masih merupakan sebuah rintisan dan membutuhkan perhatian Anda, karena laman ini tidak memiliki kerangka artikel. Anda dapat membantu Wikiwisata dengan mengembangkan laman ini hingga sempurna!