Lebak
Lebak, adalah kabupaten yang berada di Provinsi Banten dengan Ibukotanya yang terletak di Rangkasbitung. Daerah ini sudah terkenal abad ke-19 M karena latar belakang pristiwa dalam novel Max Haveelar yang ditulis oleh Eduard Douwes Dekker (Multatuli) berada di Lebak/Rangkasbitung. Dengan demikian Kab. Lebak menghadirkan berbagai macam wisata sejarah dan alam yang menarik untuk dikunjungi.
Menuju ke sini
[sunting]Dengan mobil
[sunting]Untuk menuju Ibukota Rangkasbitung, Kab. Lebak dari Jakarta dengan perjalanan bebas hambatan, Anda perlu berlu berada di jalan Tol Jakarta-Merak kemudian mengabil belokan ke eksit tol 90 Jl. Tol Serang-Panimbangan hingga pintu keluar. Selanjutnya menggambil arah Jl. Raya Pandegelang hingga Jl. Jenderal Ahmad Yani dan melewati jembatan Ciujung Lama hingga ke Jl. Multatuli. Waktu tempuh dari pintu keluar Tol Serang-Panimbangan ke Alun-Alun Rangkasbitung sekitar 12 menit.
Dengan kereta
[sunting]1 Stasiun Rangkasbitung berada di pusat kota Rangkasbitung. Terdapat perjalanan kereta commuter line Merak (KA lokal) ke arah barat (ke Kota Serang dan Pelabuhan Merak) dan commuter line Jabodetabek Line Rangkasbitung (Rangkasbitung - Tanah Abang.
Lihat
[sunting]- 1 Alun-Alun Rangkasbitung. Alun-Alun ini menjadi pusat rekreasi masyarakat umum yang berupa taman atau lapangan luas dengan jalur pejalan kaki, jogging track dan jajanan kakki lima disekitarnya.

- 2 Museum Multatuli. Museum Multatuli adalah museum sejarah perjuangan rakyat Lebak melawan kolonial serta tokoh Eduard Douwes Dekker. Museum ini menjadi cagar budaya Kab. Lebak yang merupakan bekas Kawedanaan Rangkasbitung.

Lakukan
[sunting]Beli
[sunting]Pasar tradiosional
[sunting]- 1 . Pasar Rangkasbitung adalah pasar yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat mulai dari beras, ikan, daging, minyak, dsb. Hingga elektronik.
