Lompat ke isi

Reset GPX untuk halaman ini
Dari Wikiwisata

Hidangan di Asia dan Oseania
AustraliaKambojaTionghoaFilipinaIndonesiaJepangKoreaMalaysia, Singapura, dan BruneiTimur TengahAsia SelatanThailandVietnam

Hidangan Vietnam adalah salah satu kuliner terbaik di Asia Tenggara . Karena diaspora Vietnam yang besar, makanan Vietnam, khususnya dari wilayah Vietnam Selatan, dapat dinikmati di seluruh dunia. Meskipun demikian, makanan juga memiliki tempat penting dalam budaya Vietnam, dan terdapat banyak masakan daerah Vietnam yang tidak mudah ditemukan di luar negeri, jadi berkunjung ke Vietnam akan memberi Anda kesempatan untuk merasakan semua itu.

Pahami

[sunting]
Lumpia segar Gỏi Cuốn, mie Cao Lầu (spesialisasi Hoi An), kecap ikan, dan minuman bir lokal

Makanan merupakan inti dari budaya Vietnam. Setiap hari raya penting dalam kalender budaya Vietnam, semua momen penting dalam kehidupan seseorang Vietnam, dan bahkan sebagian besar acara sosial dan interaksi sehari-hari yang penting, makanan memainkan peran sentral dalam setiap momen tersebut. Hidangan istimewa disiapkan dan disajikan dengan penuh perhatian untuk setiap kelahiran, pernikahan, kematian, dan peringatan kematian leluhur. Lebih banyak kesepakatan bisnis yang dicapai di meja makan daripada di meja rapat, dan ketika teman-teman berkumpul, mereka makan bersama. Menyiapkan makanan dan makan bersama tetap menjadi fokus kehidupan keluarga.

Masakan Vietnam bervariasi di setiap daerah, dengan masing-masing daerah memiliki kekhasannya sendiri. Umumnya, masakan Vietnam utara dikenal halus, masakan Vietnam tengah dikenal pedas, sementara masakan Vietnam selatan dikenal manis. Masakan Vietnam-Tiongkok yang khas juga dapat ditemukan di Pecinan Kota Ho Chi Minh.

Restoran-restoran kelas atas cenderung menyajikan masakan "fusi Asia", dengan unsur Thailand, Jepang, Tiongkok, dan terkadang Perancis. Makanan Vietnam paling autentik dapat ditemukan di "restoran" pinggir jalan (kumpulan furnitur luar ruangan plastik yang diletakkan di trotoar), dengan sebagian besar restoran terbuka utamanya ditujukan untuk wisatawan. Terdapat gaya regional yang berbeda: utara, tengah, dan selatan, masing-masing dengan hidangan unik. Gaya tengah mungkin yang paling terkenal, dengan hidangan seperti mie Quang (mie gandum dengan herba, babi, dan udang), Banh Canh Cua (sup kepiting dengan mie beras tebal), dan Bun Bo Hue (sup daging sapi dengan herba dan mie).

Bahan-bahan

[sunting]

Banyak hidangan Vietnam yang dibumbui dengan kecap ikan (nước mắm), yang baunya dan rasanya seperti ikan teri (cukup asin dan amis) langsung dari botolnya, tetapi menyatu dengan makanan dengan sangat baik. Kecap ikan juga dicampur dengan air jeruk nipis, gula, air, dan rempah-rempah untuk membentuk saus/bumbu lezat yang disebut nước chấm, disajikan di atas meja dengan sebagian besar makanan. Sayuran, herba, dan rempah-rempah, terutama ketumbar atau ketumbar Vietnam (rau mùi atau rau ngò), mint (rau răm), dan basil (rau húng , menemani hampir setiap hidangan dan membantu membuat makanan Vietnam jauh lebih ringan dan lebih aromatik daripada masakan negara-negara tetangganya, terutama hidangan Tiongkok.

Selai Pâté (pa-tê) diperkenalkan ke Vietnam oleh orang Perancis, dan tetap populer hingga saat ini. Jenis pâté yang paling umum di Vietnam terbuat dari gilingan hati babi, dan sering digunakan sebagai isian roti lapis baget bánh mìe.

Hidangan

[sunting]
Hidangan phở ala Saigon

Hidangan mie

[sunting]
  • Hidangan nasional Vietnam adalah phở, sup kaldu dengan daging sapi, babi, ayam atau makanan laut dan mie beras (sejenis linguine beras atau fetucini). Di Vietnam selatan, phở biasanya disajikan dengan piring rempah segar (biasanya termasuk kemangi Asia), jeruk nipis yang dipotong, cabai pedas dan taoge yang dapat ditambahkan sesuai seleramu, bersama dengan pasta cabai, saus cabai, dan saus kedelai manis, sementara di Vietnam utara, biasanya disajikan hanya dengan gorengan quẩy dan saus cabai di samping. Phở bò, bentuk klasik phở, dibuat dengan kaldu sapi yang sering direbus selama berjam-jam dan dapat mencakup satu atau lebih jenis daging sapi. Phở gà memiliki ide yang sama, tetapi dengan kaldu ayam dan daging ayam, begitu pula Phở thit lon dengan daging babi, Phở tom dengan udang, Phở ca dengan ikan, dan Phở chay dengan tahu dan kaldu sayuran. Phở adalah makanan cepat saji asli Vietnam yang dibeli penduduk setempat untuk santap cepat. Phở tersedia kapan saja setiap hari, tapi Phở chay paling sering disantap sebagai sarapan. Restoran phở yang terkenal dapat ditemukan di Hanoi. Phở yang disajikan di warung pinggir jalan atau restoran biasa cenderung lebih murah dan rasanya lebih enak daripada yang disajikan di restoran yang lebih mewah.
  • Bun rieu — Mie kuah dari Vietnam Utara, jenis yang umum yaitu bun rieu cua (kepiting cincang), bun rieu ca (ikan) dan bun rieu oc (siput).
  • Bún bò Huế — Sup dengan daging sapi dan bihun beras yang identik dengan wilayah Hue dan masakan kerajaan. Di Hue sendiri, hidangan ini dikenal sebagai bún bò.
  • Hủ tiếu — Mie beras pipih ala Tiongkok, sering dikenal sebagai "kway teow" di Malaysia, Thailand, dan Singapura, paling populer di Vietnam Selatan. Biasanya disajikan dalam sup dengan daging, jeroan, makanan laut, dan rempah-rempah.
  • Bún chả — babi panggang yang disajikan dalam kuah kaldu (biasanya berbahan dasar kecap ikan) dengan bihun dan rempah-rempah sebagai pendamping, hidangan khas Hanoi.
  • Bún thịt nướng — bihun beras dengan daging babi panggang dan berbagai rempah, diberi kecap ikan serta kacang tanah dan/atau bawang merah goreng.
  • — mie gandum ala Tiongkok. Pecinan di Kota Ho Chi Minh adalah tempat yang tepat untuk mencoba beberapa hidangan tersebut, termasuk mì xá xíu (mie charsiu) dan mì vịt tiềm (mie bebek dalam sup herbal).

Hidangan nasi

[sunting]
  • Cơm tấm — nasi yang terbuat dari beras yang sudah dipecah, sering disajikan dengan daging babi panggang dan telur goreng.
  • Cơm gà — secara harfiah berarti "nasi ayam", dapat merujuk pada hidangan apa pun yang menggunakan kombinasi nasi dan ayam. Namun, ada beberapa jenis nasi ayam di Vietnam yang menonjol:
    • Cơm gà Hải Nam — nama Vietnam untuk nasi ayam Hainan, mungkin lebih dikenal sebagai bagian dari masakan Malaysia dan Singapura, meskipun versi Vietnamnya agak berbeda dalam hal rasa. Umumnya dikaitkan dengan Kota Ho Chi Minh, yang merupakan rumah bagi komunitas etnis Tionghoa terbesar di Vietnam.
    • Cơm gà Hội An — sesuai namanya, adalah nasi ayam gaya lokal dari Hoi An. Berbeda dengan nasi ayam Hainan, nasi ayam Hoi An dimasak dengan kunyit, sehingga memberikan warna kuning tua yang khas.

Makanan laut dan ikan

[sunting]

Perairan Vietnam terancam hancur akibat penangkapan ikan yang berlebihan. Namun demikian, untuk saat ini, jika Anda menyukai makanan laut, Anda mungkin menemukan kebahagiaan di Vietnam. Pengalaman terbaik menikmati makanan laut mungkin adalah bepergian ke desa tepi laut atau kawasan resor pantai di selatan untuk mencoba restoran makanan laut lokal yang menyajikan udang, kepiting, dan ikan tangkapan lokal.

  • Chả cá - hidangan ikan bakar yang direndam dalam saus kunyit, merupakan hidangan khas Hanoi.
  • Cá kho tộ - ikan lele yang direbus dalam panci tanah liat dengan saus yang terbuat dari kecap ikan dan gula karamel, menghasilkan konsistensi yang kental dengan perpaduan rasa manis dan gurih. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi putih sebagai pendamping. Cá kho tộ adalah hidangan khas daerah Delta Mekong di Vietnam selatan.

Lauk dan camilan

[sunting]
  • Gỏi cuốn (di Vietnam Selatan)/nem cuốn (di Vietnam Utara) — dua-duanya merupakan lumpia khas Vietnam. Bahan-bahannya termasuk daging babi, udang, dan sayuran dibungkus dengan kertas beras transparan.
  • Chả giò (di Vietnam Selatan)/nem rán (di Vietnam Utara) — versi Vietnam dari lumpia goreng yang juga ditemukan dalam beberapa masakan Asia lainnya. Cara pembuatannya yaitu digoreng dan diisi dengan daging babi dan sayuran. Berbeda dengan lumpia Tiongkok, versi Vietnam ini secara tradisional dibungkus dengan kertas beras, meskipun kertas beras tersebut sering diganti dengan lembaran tepung terigu seperti yang digunakan dalam lumpia Tiongkok di restoran Vietnam di Amerika Serikat.
Bánh mì : roti baget yang diisi dengan selai pâté, herba, dan acar
  • Bánh mì — roti lapis yang dibuat dengan baget pendek yang sering diisi dengan daging babi (kadang bisa diisi dengan daging lain), selai pâté, dan sayuran.
    • Bánh mì que, juga dikenal sebagai bánh mì cay merupakan makanan khas lokal Haiphong, terdiri dari roti baget mini tipis yang diisi dengan selai pâté dari olahan daging babi, lalu dicelupkan ke dalam saus cabai, tomat, dan bawang putih.

Lain-lain

[sunting]
  • Bánh xèo — sejenis kue dadar gurih yang terbuat dari tepung beras, air, dan bubuk kunyit, diisi dengan taoge, daging babi, udang, berbagai rempah, dan bahan-bahan lainnya, dengan variasi yang sedikit berbeda di berbagai daerah di negara Vietnam.
  • Bánh cuốn — lembaran adonan beras fermentasi kukus yang dibungkus dengan campuran daging babi giling berbumbu, jamur kuping cincang, dan bawang merah cincang. Ini adalah hidangan khas Vietnam Utara, mirip dengan hidangan cheong fun dalam masakan Kanton (yang di Vietnam disebut bánh cuốn quảng đông).

Makanan vegetarian

[sunting]

Makanan vegetarian cukup mudah ditemukan di mana saja di Vietnam karena sebagian besar karena pengaruh Buddha Mahayana. Restoran-restoran ini akan beroperasi dari kelas atas hingga warung kaki lima. Setiap hidangan Vietnam dengan daging dapat dibuat vegetarian dengan menambahkan daging palsu. Selain pengaruh Buddha, orang Cao Dai makan vegetarian selama 16 hari, dan pengikut sekte Quan Yin makan vegetarian setiap hari. Makanan vegetarian cenderung murah. Namun, adakalanya harus berhati-hati di warung dan restoran biasa, karena hidangan yang tampak vegetarian terkadang menggunakan bumbu dari non-vegetarian seperti saus ikan.

Tempat makan

[sunting]

Kebanyakan restoran/kafe di Vietnam menawarkan beragam pilihan makanan. Menu biasanya bisa mencapai 10-15 halaman. Menu ini mencakup semua jenis makanan Vietnam, ditambah beberapa makanan Barat, dan sebagian hidangan Thailand. Umumnya, sebaiknya pilih hidangan khas daerah tersebut karena makanan tersebut akan paling segar dan juga paling enak. Seperti di negara-negara Asia Tenggara lainnya, menu seringkali lebih merupakan indikasi apa yang bisa dimasak restoran, dan tidak semua hidangan mungkin tersedia pada waktu tertentu.

Di restoran, pelayan biasanya meletakkan bungkus plastik (bercap nama restoran) berisi tisu basah di meja. Selain itu, ada cemilan kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya akan ditawarkan kepada Anda saat melihat menu hidangan. Dua-duanya tidak gratis, dan Anda akan dikenakan biaya ketika membuka bungkus plastik atau makan cemilan tersebut.

Restoran pinggir jalan di Vietnam biasanya mengiklankan hidangan phở dan cơm. Meskipun cơm secara harfiah artinya nasi, namun tanda tersebut berarti restoran menyajikan sepiring nasi dengan ikan/daging dan sayuran.

Di daerah pedesaan, biasanya paling aman untuk mengonsumsi makanan hasil produksi lokal karena biasanya dibeli setiap hari dari pasar.

Kafe

[sunting]

Kopi , baguette, dan kue kering awalnya diperkenalkan oleh penjajah Perancis, tetapi ketiganya telah dilokalkan dan populer.

Minum

[sunting]

Ada berbagai jenis minuman yang ditemukan di Vietnam, salah satunya sebagai berikut:

Bir

[sunting]
Berbagai jenis minuman bir di Vietnam

Vietnam adalah surga bagi para penikmat bir. Bir-bir utamanya adalah lager ringan dengan kadar alkohol sekitar 4,5-4,9%. Ada juga minuman bir bia hơi (harfiahnya "bir udara"), atau bir draft yang dibuat setiap hari. Bir ini tersedia di seluruh Vietnam, paling banyak ditemukan di bar-bar kecil di sudut jalan. Setiap wisatawan dapat dengan mudah menemukan bar-bar ini untuk merasakan apa yang dinikmati penduduk setempat.

Kopi

[sunting]

Minuman populer lainnya di kalangan penduduk lokal dan wisatawan adalah kopi (cà phê). Perlu berhati-hati saat meminum kopi olahan lokal karena penduduk setempat cenderung meminumnya dengan sangat pekat, dengan sekitar 4 sendok teh gula per cangkir. Kopi ini biasanya disajikan hitam pekat atau dengan tambahan susu kental manis, biasanya dengan es batu, gaya ini dikenal dalam bahasa Vietnam sebagai cà phê sữa đá. Namun, jika ingin yang hangat, bisa memesan kopi cà phê sữa nóng.

Biji kopi Vietnam disangrai, bukan dipanggang.

Teh

[sunting]

Orang Vietnam menikmati teh hijau kental yang tumbuh di dataran tinggi utara dan tengah. Dataran tinggi utara menghasilkan teh "salju gunung" (trà shan tuyết) dari beberapa pohon teh tertua di dunia, yang berusia hingga 1000 tahun. Teh hijau berkualitas tinggi dari Thái Nguyên memiliki rasa pahit yang kuat yang berubah menjadi rasa manis mendalam dan tahan lama. Untuk menghasilkan teh teratai (trà sen), daun teh hijau diletakkan di dalam bunga teratai selama sehari untuk mendapatkan aroma bunganya.

Minuman ringan

[sunting]

Air kelapa adalah minuman favorit di bagian Vietnam selatan karena cuaca panas. Nước mía (jus sari tebu), disajikan dari gerobak logam khas dengan penghancur batang tebu bertenaga engkol yang menghasilkan sari jus. Selain itu, ada juga minuman sinh tố, yaitu minuman smoothie yang terbuat dari irisan buah segar, es batu, susu kental manis, dan santan, kemudian dihaluskan dalam blender. Namun, kadang-kadang minunan ini bisa dibuat tanpa tambahan susu kental manis dan santan.

Anggur dan minuman keras

[sunting]

"Rượu đế" atau alkohol beras Vietnam (rượu berarti minuman keras atau anggur, bukan bir) disajikan dalam cangkir porselen kecil, seringkali dengan manisan buah atau acar. Minuman ini umumnya disajikan untuk tamu dan pengunjung pria. Wanita Vietnam tidak banyak minum alkohol, setidaknya di tempat umum. Minuman ini tidak direkomendasikan untuk para wisatawan.

Lihat juga

[sunting]
Topik wisata mengenai Hidangan Vietnam ini adalah sebuah garis besar dan perlu diisi konten lagi. Walau sudah ada kerangkanya, tapi informasinya belum memadai. Ayo berpartisipasi dan bantulah mengembangkannya!