Gunung Semeru adalah sebuah gunung berapi aktif di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru di pulau Jawa di Indonesia. Mendaki Semeru adalah salah satu pengalaman mendaki terbaik di Jawa. Pendakian ini cukup menantang, meskipun tidak memerlukan keterampilan profesional. Jalur pendakian dimulai di desa Ranu Pani, dan dapat diselesaikan dalam dua hari (ini adalah waktu minimum).
Beberapa agen perjalanan (terutama di Malang) menawarkan untuk mengatur semua yang Anda butuhkan untuk perjalanan tersebut. Namun, Anda mungkin juga pergi sendiri, dari Malang ke puncak Semeru.
Pahami
[sunting]
Kebanyakan orang mendaki Gunung Semeru dalam dua hari satu malam. Hari pertama adalah perjalanan yang tergolong santai namun panjang, melewati hutan melalui Danau Ranu Kumbolo hingga basis kemah Kalimati; hari kedua baru mulai dengan pendakian yang sebenarnya, sebelum langsung kembali ke Ranu Pani (setelah sarapan di Kalimati). Namun, ada kemungkinan untuk menghabiskan lebih banyak hari di taman. Misalnya, kebanyakan orang Indonesia tidur dua kali di Kalimati, sebab mereka berhenti di danau dalam perjalanan kembali untuk tidur di sana. Danau ini memiliki lingkungan yang sangat indah.
Hal yang paling menarik dari semuanya adalah pemandangan dari atas saat matahari terbit sangat menakjubkan (Anda berada seribu meter di atas kaldera Bromo); Anda juga berada di puncak gunung berapi yang masih aktif, yang meletus setiap 20 menit atau lebih (ada abu, gas, dan lava).
Persiapan
[sunting]- Kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jl. Raden Intan No. 6, PO Box 54, Malang, Jawa Timur, ☏ +62 341 491828. Jika Anda berniat mendaki Gunung Semeru (hanya untuk pendaki serius dan sering ditutup karena aktivitas erupsi), Anda harus mengajukan izin terlebih dahulu.
Tampaknya akses ke sini kala Januari sampai Maret dilarang tanpa terkecuali.
Menuju ke sini
[sunting]Bila dari Malang, terdapat dua agen perjalanan yang menawarkan wisata ke Semeru selama dua hari dan satu malam. Anda juga dapat memesan paket tiga hari dan dua malam. Kedua agen ini adalah Bromo Holidays Tour dan Helios Tour. Hingga Agustus 2018, biayanya masing-masing adalah Rp 3,5 juta dan Rp 3,05 juta untuk satu orang, dalam satu kelompok yang terdiri dari dua orang. Harganya akan turun seiring dengan banyaknya jumlah rombongan. Tur dimulai pukul 05:00 dan berakhir sekitar pukul 19:00 keesokan harinya.
Jika tidak, Anda dapat pergi ke Tumpang dan dari sana pergi ke Ranu Pani. Dari Malang, Anda dapat naik bemo ke Arjosari yang merupakan stasiun bemo (sekitar Rp 5000). Kemudian, Anda akan menemukan bemo lain ke Tumpang. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit dan akan dikenakan biaya sekitar Rp 10.000. Di Jalan Sadewa, Tumpang Camp Adventure dapat mengatur tur untuk Anda, memberi Anda saran berharga, dan memesankan jip untuk Anda.
Tumpang berjarak 1,5 jam dari Ranu Pani jika naik mobil jeep. Jalannya cukup bagus, jadi Anda juga bisa naik ojek. Kebanyakan orang lebih memilih menyewa mobil jeep dan sopir di Tumpang, dengan biaya biasanya antara Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per jeep. Anda mungkin bisa menemukan teman seperjalanan di kota untuk berbagi tumpangan.
Awal jalur pendakian terletak tak jauh dari Ranu Pani.
Mendaki
[sunting]Hari pertama
[sunting]
Perjalanan dari Ranu Pani ke Kalimati memakan waktu sekitar enam jam. Gerbang taman nasional buka pada pukul 08:00. Biaya masuknya sekitar Rp 250.000 per orang pada hari kerja, dan sekitar Rp 300.000 per orang pada hari libur. Penduduk setempat membayar jauh lebih murah. Yang terbaik adalah tiba di Kalimati sebelum matahari terbenam, untuk berkemah dan makan malam sebelum malam tiba - setelah itu akan sangat dingin. Jalurnya tidak sulit, hampir tidak curam dan tidak selalu menanjak. Namun, kadang-kadang licin. Sepanjang jalan Anda akan menemukan beberapa pos, tempat dimana Anda dapat membeli air, minuman, dan makanan ringan. Ada tiga di antaranya sebelum danau, yang dapat Anda capai dalam waktu sekitar 3 jam. Kebanyakan orang makan siang di sana. Anda dapat membeli makanan berat juga di sana (termasuk mi instan).
Kemudian, Anda memiliki waktu tiga jam lagi untuk mencapai Kalimati (bagian yang ini sedikit lebih sulit), dengan dua pos lagi yang harus dilalui.
Hari kedua
[sunting]Mendaki kerucut puncak akan membutuhkan waktu 4 jam naik; lalu untuk turun satu jam; berjalan dari Kalimati ke danau membutuhkan waktu satu jam lagi; bagian terakhir membutuhkan waktu yang sama seperti hari sebelumnya: yakni 3 jam. Agar bisa sampai di puncak sesaat sebelum matahari terbit, Anda dapat mulai berjalan pada pukul 01:00. Sejam pertama Anda melewati hutan, di jalan yang sangat curam tetapi setidaknya padat. Tiga jam berikutnya adalah yang paling sulit. Anda harus berjalan di lapilis (pasir berbutir kasar). Agar tidak banyak membuang tenaga, pelajari teknik berjalan yang efisien. Pada setiap langkah kaki, pada dasarnya tancapkan tombak di tanah untuk menggali anak tangga, tempat Anda akan berdiri tanpa tergelincir. Yang terpenting, jangan berlari dan berhenti (seperti yang dilakukan banyak orang). Rahasianya adalah bersabar: selangkah demi selangkah Anda akan berhasil pada akhirnya. Ingatlah bahwa jarak yang harus Anda tempuh di abu sebenarnya sangat pendek (sekitar 2 km), jadi meskipun Anda berjalan sangat lambat, Anda akan berhasil dalam waktu yang baik (3 jam). Intinya, semakin lambat Anda bergerak, semakin efisien Anda bergerak.

Saat Anda mencapai puncak, berhati-hatilah. Pertama, suhunya sangat rendah, sebab hanya beberapa derajat di atas 0°C. Jangan ragu untuk membawa sarung tangan dan topi di tas Anda. Anda juga dapat membawa kantong tidur ke sana. Kemudian, berhati-hatilah dengan kawahnya. Saat Anda mencapai puncak, kawahnya masih agak jauh (beberapa ratus meter ke arah timur). Namun, saat gunung berapi meletus, Anda mungkin melihat lava; Anda mungkin bisa mendekat jika Anda tahu apa yang Anda lakukan: banyak muntahan batu, begitu pula gas - jangan ragu untuk bertanya kepada pemandu di puncak untuk mendapatkan info terbaru tentang aktivitas kawah. Setelah matahari terbit, Anda akan melihat asap dari kawah tersebut. Bagaimanapun, tinggalkan area tersebut sebelum pukul 10:00, karena arah angin akan berubah.
Jalan turun sangat enak dan memakan waktu 1 jam ke Kalimati, tempat dimana Anda dapat melakukan sarapan. Kembali ke danau, waktu tempuhnya jauh lebih singkat daripada perjalanan naik (1 jam), sedangkan bagian terakhir memakan waktu yang sama dengan perjalanan kembali. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghabiskan lebih banyak waktu di danau sebelum turun ke bawah. Dilarang berenang di danau, karena danau itu merupakan sumber air untuk perkemahan.
Makan
[sunting]Terdapat toko-toko kecil di setiap pos sepanjang jalan, yaitu tiga sebelum danau, satu di danaunya, dua di sepanjang jalan menuju Kalimati, dan satu terakhir di perkemahan. Mereka menjual botol air, mi instan (dan air panas), buah-buahan segar, pisang goreng dan tahu, teh, dll. Harga akan meningkat seiring dengan ketinggiannya; contohnya sebotol air di Kalimati adalah Rp 25.000, dibandingkan dengan Rp 9.000 di bagian lembah. Satu porsi mi di danau harganya Rp 15.000.
Tetap aman
[sunting]Gunung Semeru berada pada level aktivitas III atau waspada, pada Desember 2021. Terjadi letusan susulan pada 4 Desember 2022. Anda harus mencari tahu situasi terkini Gunung Semeru sebelum mendakinya. Disarankan untuk menghindari area tersebut selama letusan, karena abu dan gas beracun di sekitar gunung berapi tersebut.
Tujuan berikutnya
[sunting]- Sebelah Timur, Kabupaten Lumajang.